Tali Asih Jadi Penyemangat Atlet Jateng

IMG

BERSAMA PJ GUBERNUR : Anggota DPRD Yohannes Windarto dan Yudi Indras Wienarto bersama Pj Gubernur Nana Sudjana sebelum acara penyerahan tali asih kepada atlet Jateng di PON XXI Aceh-Sumut.(foto: ervan ramayudha)

SEMARANG – Anggota DPRD Prov. Jateng Yohannes Windarto menghadiri undangan penyerahan tali asih kepada atlet asal Jawa Tengah yang meraih medali PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, di Gedung Wisma Perdamaian Semarang, Jumat (4/10/2024). Dia bersama Yudi Indras Wienarto hadir mewakili Ketua DPRD Sumanto pada acara yang dihadiri 250 orang perwakilan atlet, pelatih, panitia PON, dan stakeholder dunia usaha dari beberapa perusahaan.

“Kami mengapresiasi pemberian tali asih ini yang menjadi bentuk dari perhatian pemerintah kepada atlet. Harapannya setiap tahun ada peningkatan nilai tali asih yang diberikan. Kami pun berharap perhatian kepada atlet tidak saja dalam bentuk finansial, namun bisa juga kepastian dalam bentuk kinerja. Semisal diangkat jadi PNS atau semacamnya,” ucap Yohannes.

Tali asih diberikan kepada atlet sebagai bentuk apresiasi, setelah mereka mengharumkan nama Jawa Tengah pada event bergengsi itu. Adapun, tali asih PON XXI/ 2024 Aceh-Sumut peraih medali PON XXI total Rp 60.671.875.000. Oleh karena itu, Nana berterima kasih kepada atlet karena telah mengharumkan nama Jateng.

“Kami baru saja melakukan penyerahan simbolis tali asih kepada para atlet, pelatih, kontingen PON XXI. Alhamdulillah, pelaksanaan PON kemarin, kami berterima kasih dan apresiasi kepada para atlet, yang telah berjuang membawa nama besar Jawa Tengah,” kata Nana.

Menurutnya, saat PON kemarin, Jateng membawa 743 atlet dari 60 cabang olahraga. Hasil dari pelaksanaan PON, Jateng meraih 71 medali emas, 74 medali perak, dan 115 medali perunggu. Atas raihan itu, Jateng menempati peringkat kelima di bawah Jabar, DKI, Jatim, dan tuan rumah Sumatera Utara.

Pihaknya sangat bersyukur raihan tersebut. Prestasi tersebut amat membanggakan dibandingkan dengan PON XX Papua, yang meraih posisi enam dengan raihan emas 27 medali.

Dari pantauannya, para atlet Jateng yang ikut PON di Aceh-Sumut diisi oleh pemain muda. Sehingga Nana sangat berharap jika ke depan, para atlet bisa meraih prestasi lebih baik pada PON yang akan datang.

Pihaknya akan mengevaluasi hasil PON, agar ke depan prestasi Jateng di PON mendatang bisa lebih baik. Dalam hal ini adalah kepengurusan di Pengprov masing-masing cabor.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam

  • Kinerja BPR BKK Jateng Cabang Wonogiri Perlu Digenjot

    WONOGIRI – Kinerja PT BPR BKK Jateng Kantor Cabang Wonogiri menunjukkan tanda-tanda pemulihan sepanjang 2026. Meski demikian, Komisi C DPRD Provinsi Jateng menilai perbaikan tersebut harus diikuti peningkatan efisiensi operasional dan percepatan penyaluran kredit agar fungsi intermediasi perbankan daerah semakin optimal