DIALOG PARLEMEN: Perilaku Kaum Muda Selepas Pemilu 2024

SAVE 20240504

SOAL PEMILU. Mohammad Saleh berdiskusi dalam acara ‘Dialog Parlemen’ di Lantai 4 Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (28/3/2024), membahas soal pemilu. (foto ariel noviandri)

GEDUNG BERLIAN – Dalam Pemilu 2024, tingkat partisipasi masyarakat mengalami peningkatan yakni sekitar 80%. Kondisi itu tidak terlepas dari tingginya kontribusi kaum muda berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.

Demikian diutarakan Hendi Tri Ujiono, Ketua KPU Jateng, dalam acara ‘Dialog Parlemen’ dengan tema ‘Menerjemahkan Perilaku Generasi Muda Selepas Pemilu 2024,’ di Lantai 4 Gedung Berlian, Kamis (28/3/2024). Dalam dialog itu, hadir narasumber utama Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Muhammad Saleh.

Pada kesempatan itu, Doktor Nur Hidayat Sardini dari Undip mengakui selama berlangsungnya proses pemilu banyak kaum muda yang ikut berperan. Namun, ia juga mengakui kaum muda merupakan kalangan rentan.

“Dalam pemilu lalu, banyak kaum muda yang lebih memilih sosok pemimpin yang lebih muda dan memiliki pola pikir baru,” kata Nur.

Senada, Muhammad Saleh juga mengakui banyak kaum muda yang berperan aktif dalam Pemilu 2024. Peran itu, baik sebagai pengawas, caleg maupun pendukung salah satu paslon dalam pilpres.

Dari kondisi itu, kaum muda mampu menjadi pihak penyelenggara sekaligus peserta dalam Pemilu 2024. Untuk itu, semua pihak perlu menerima, mendukung, dan membina kaum muda agar perannya terus meningkat dalam setiap gelaran pesta demokrasi.

“Ini merupakan ketertarikan kaum muda terhadap Pemilu 2024 sehingga tingkat partisipasinya tinggi,” kata Saleh.

Selepas pemilu, lanjut dia, muncul pula beberapa isu yang dihadapi kaum muda. Beberapa diantaranya lapangan kerja, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi.

“Makanya, dari pengamatan saya, kenapa ada paslon dalam pilpres yang melonjak suaranya karena paslon itu menggunakan isu ‘makan siang gratis’ dan ‘minum susu gratis.’ Dengan isu ekonomi itu, banyak kaum muda yang mengingatnya. Itu dari hasil pengamatan saya,” tandasnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi