SOAL BBM. Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM’ di Agrotera Cafe, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/9/2022). (foto cahya dwi prabowo)
BANJARNEGARA – DPRD Provinsi Jateng sangat mendukung setiap upaya ekonomi masyarakat, terkhusus pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi pada tahun ini. Demikian disampakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM.’
Kegiatan itu digelar di Agrotera Cafe, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/9/2022). Dalam sosialisasi, Ferry mengaku kenaikan BBM itu sangat menyulitkan masyarakat karena dampaknya ke sejumlah sektor.

Meski begitu, ia berharap masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah pusat tersebut dengan tetap melakukan kegiatan perekonomiannya. Karena, pemerintah pusat pun memutuskan kebijakan tersebut dengan berbagai pertimbangan.
“Diharap, kita bisa melihat kebijakan itu secara arif sehingga kita bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini,” kata Politikus Golkar itu dihadapan elemen dan tokoh masyarakat.

Adaptasi masyarakat itu juga tetap mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab/ pemkot. Hal itu dilakukan dengan cara memberikan bantuan langsung agar lebih tepat sasaran.
“Dengan begitu, pemerintah juga tetap berusaha menjaga laju inflasi agar kenaikan harga kebutuhan pokok tidak meluas sehingga perekonomian tetap stabil. Memang, disini pemerintah harus hadir menangani persoalan yang terjadi di masyarakat,” terangnya.

Senada, Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara Adi Cahyono Purwo Saputro mengaku sependapat dengan Ferry. Saat ini, pemkab menggelontorkan anggaran sekitar Rp 4,7 miliar untuk Bantuan Sosial bagi masyarakat yang terkena dampak kenaikan BBM.
“Ada beberapa sektor penerima bantuan itu seperti usaha harian, ojol, angkot, UKM, dan pedagang pasar. Kami mengakui dana tersebut belum mencukupi untuk semua sehingga kami memilah-milah penerima bantuannya. Yang jelas, kami tetap berupaya untuk meminimalisir persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Adi. (ariel/priyanto)








