MEDIA TRADISIONAL: Seni Hadroh Brebes, Tradisional yang Kekinian

IMG 20220610 WA0041

SOAL SENI. Umar Utoyo dalam ‘Dialog Media Tradisional DPRD Provinsi’ dengan tema ‘Nguri-nguri Kesenian Tradisional Seni Hadroh’ di Kabupaten Brebes, Jumat (10/6/2022). (foto cahya dwi prabowo)

BREBES – Seni Hadroh merupakan kesenian tradisional yang hampir tersebar di seluruh rumpun suku Jawa dan Melayu, terutama di daerah pesisir Indonesia. Kesenian yang berlatar belakang nilai Islami perpaduan tabuhan dan sholawatan, kini bisa berkembang dengan diisi iringan tabuhan lagu-lagu tradisional Jawa maupun Melayu dengan lagu-lagu Islami modern dan kekinian.

Begitu juga di daerah Brebes, yang merupakan daerah pesisir pantura memiliki Seni Hadroh dengan ciri khas tersendiri. Topik bahasan tersebut mengemuka dalam ‘Dialog Media Tradisional DPRD Provinsi’ dengan tema ‘Nguri-nguri Kesenian Tradisional Seni Hadroh’ di Kabupaten Brebes, Jumat (10/6/2022). 
Umar Utoyo, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng yang hadir sebagai narasumber, mengatakan Seni Hadroh adalah seni tradisional yang harus dilestarikan. Kesenian itu, walaupun sifatnya tradisional, bisa juga mengadopsi seni modern dengan tabuhan rebana dan lagu-lagu kekinian sehingga tidak merusak ciri dan citra Hadroh dan mudah diterima masyarakat luas.

“Seni Hadroh unsur dakwahnya sangat besar. Unsur-unsur Islami paling sering disampaikan dengan Seni Hadroh itu. Dengan perkembangan zaman, peralatan modern, perkembangan lagu-lagu, ke depan kita bisa mengembangkan seni sehingga lagunya tidak itu-itu saja,” kata Politikus Partai Gerindra itu.

Seirama dengan Umar Utoyo, Ulul Abshor dari Dewan Kesenian Kabupaten Brebes yang juga hadir sebagai narasumber berharap kesenian Hadroh tetap lestari, mulai dari alat-alat musiknya yang memiliki kekhasan sendiri, sampai cengkok lagu yang dinyanyikan. Dengan inovasi-inovasi dalam Seni Hadroh, ia juga berharap kaum muda bisa menerima kesenian tersebut dengan segala ide-ide kekinian dan modern tetap tidak meninggalkan ciri dari Hadroh itu sendiri. 

“Saya berharap pemerintah dengan segala programnya membantu nguri-uri Seni Hadroh karena inovasi atau perkembangannya sangat baik. Diharapkan, kaum muda bisa memberikan ide atau gagasan untuk Seni Hadroh tersebut,” harap Ulul.

Narasumber lainnya, Muhaemin selaku Anggota DPRD Kabupaten Brebes menambahkan di Brebes memiliki bermacam-macam Seni Hadroh dan semua memiliki kekhasan tersendiri. Sebagai wakil rakyat Brebes, ia juga mengaku sangat apresiatif apabila ada kaum muda saat ini masih aktif dan memelihara kesenian Hadroh itu.

“Kesenian Hadroh adalah kesenian yang berkembang di wilayah Brebes. Kaum muda dengan segala kekiniannya memainkan kesenian tersebut dengan baik sehingga tidak tergerus arus zaman,” kata Muhaemin. (cahya/ariel)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL: Jaga & Lestarikan Seni Tek Tek

    BANJARNEGARA – Beberapa seni tradisional seperti Kesenian Tek Tek dan Hadroh dipentaskan di Pondok Pesanten Al Fatah baru baru ini. Pementasan itu merupakan bagian dari acara Media Tradisional dengan tema”Nguri Uri Budaya Lokal Pentas Seni Tek Tek dan Hadroh”. Dalam dialog ini turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Wakhid Jumali sebagai narasumber.

  • Pemprov Jateng Kirim 100 Sukarelawan ke Jakarta dan Jabar

    SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus memberikan bantuan materi maupun nonmateri kepada korban bencana banjir di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Setelah mengirimkan bantuan logistik pada Jumat (3/1/2020), kembali Pemprov Jateng mengirimkan 100 sukarelawan terbaik yang diambilkan dari sejumlah organisasi kepemudaan dan untuk membantu pemulihan daerah setelah bencana.

  • FOCUS GROUP DISCUSSION: Partisipasi Masyarakat Menguatkan Pokok Pikiran DPRD

    TEMANGGUNG – Pokok-pokok pikiran atau pokir anggota DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan agar diperjuangkan di pembahasan RAPBD. Hal ini mengemuka dalam acara diskusi grup terbatas atau Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema : Partisipasi Kelompok Masyarakat dalam Penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD, di Balai Desa Kedu, Temanggung, Senin (7/11/2022).