BICARA SOSIAL. Sukirman didampingi Messy Widiastuti, Joko Haryanto, dan Ahmad Ridwan membahas soal pelayanan panti menangani PMKS di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/2/2021). (foto george reynaldy)
PEMALANG – Dalam acara ‘Sosialisasi Penerima bantuan Permakanan Satu Orang Satu Hari (SOSH) panti/ LKS Swasta 2021’ di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/2/2021), program pelayanan panti menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menjadi perbincangan hangat antara DPRD dan pihak pengelola panti sosial. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, saat menjadi pembicara dalam acara tersebut.
“Bagaimana panti bisa menjadi tempat yang bermanfaat, baik bagi panti itu sendiri maupun panti asuhan yang lain serta kepada masyarakat. Dengan program yang dilakukan bersama DPRD, diharapkan mampu membantu meringankan beberapa item pokok yang dibutuhkan di setiap panti sosial,” kata Politikus PKB itu.

Ia mengaku pertemuan DPRD bersama pengelola panti-panti di Pemalang mampu membuat gagasan pemikiran baru untuk eksistensi panti yang dikelola. Disamping itu, dengan pertemuan tersebut, mampu merumuskan program panti bersama pemerintah.

“Tidak hanya itu, DPRD dalam hal pengawasan program yang akan berjalan ini ingin mengajak pihak pengelola panti bersama SKPD terkait sehingga dapat berpartisipasi untuk mendukung program pemerintah, termasuk kesejahteraan masing-masing panti sosial,” harapnya, didampingi Anggota DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti, Joko Haryanto, dan Ahmad Ridwan.

Dikatakan, Dinsos Provinsi Jateng berperan melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pengelola panti yang ada. Dengan begitu, dinsos dapat memahami kendala yang dihadapi dalam pelayanan sosial masyarakat.
“Sebaiknya pihak-pihak pengelola panti, terutama di Pemalang, bisa berkomunikasi dengan dinsos guna merumuskan agenda dan pola pikir dari pihak pengelola panti pada awal tahun ini,” sarannya. (tyas/ariel)








