SOSIALISASI: Sosialisasi Non-Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah di Aula Kantor Balai Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Selasa (15/11/2022)
UNGARAN – Alpukat dan kopi telah menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Semarang. Perlu sentuhan marketing digital supaya kedua komoditas tersebut bisa mampu menembus pasar ekspor. Dalam Sosialisasi Non-Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah di Aula Kantor Balai Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Selasa (15/11/2022), digelar oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir secara virtual.

Kepala Dispermades Moh Edy Sukarno menjelaskan, konsep pemasaran sekarang ini lebih praktis pada digital. Karena itu pelaku pemasaran harus benar-benar bisa menguasai digital.
“Tinggal foto alpukat atau kopi, setelah itu bisa dishare di marketplace. Dengan konsep pemasaran yang jitu kedua komoditas itu bisa memiliki pembeli dari mana pun,” ucapnya.Tema kali ini mengangkat “Pengembangan Potensi Desa Melalui Teknologi Digital”.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Rejosari Budi Wahono, sangat antusias dengan adanya kegiatan sosialisasi yang digelar oleh pemerintah provinsi. Menurutnya sosialisasi mengenai teknologi digital sangat membantu bagi warga desa yang belum lihai dalam memanfaatkan teknologi. Permasalahan yang dihadapi warga desa yaitu bagaimana cara mempertahankan harga komoditas alpukat dan kopi.
“Tanaman alpukat dan kopi ini tanaman yang sangat mudah tumbuh di wilayah kami, tapi kendala kami, jika sedang musim panen harga alpukat dan kopi kami malah anjlok. nah bagaimana masyarakat desa ini dapat mempertahankan harganya pada saat musim panen sehingga tidak anjlok dan dapat bersaing dengan supermarket-supermarket itu”, tandasnya.
Edy Sukarno menambahkan bisnis tidak bisa bicara satu satu melainkan sebuah jaringan. Adanya jaringan digital antardesa bahkan kecamatan, dapat mempertahankan harga komoditas alpukat dan kopi dengan belajar teknologi di era digital ini. Ia menambahkan tips mengenai digital marketing yang dapat menunjang peningkatan ekonomi desa.
“Sedikit tips dari saya, bapak dan ibu untuk komoditas unggulan dapat dikorek atau dieksplorasi lagi keunggulannya, misal alpukat pulen atau kopi khas Jambu dengan ciri khusus, entah itu disambung silang dengan jenis lain atau apa pun itu bapak dan ibu yang sanggup menguliknya. sehingga dapat menjadikan ciri khusus yang mana pembeli akan tertarik dengan kekhasannya,” imbuhnya.(ganang/priyanto)








