Komisi A Tertarik, “Jaga Warga” Cara DIY Cegah Konflik Sosial

WhatsApp Image 2025 09 21 at 17.12.03

KONFLIK SOSIAL : Komisi A DPRD Jateng saat berada di Kantor Badan Kesbangpol DIY guna studi komparasi strategi penanganan konflik sosial dan penanggulangan premanisme.(foto: nora kusuma)

YOGYAKARTA – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (19/9/2025), guna studi komparasi strategi penanganan konflik sosial dan penanggulangan premanisme. Rombongan dipimpin Ketua Komisi A Imam Teguh, didampingi Wakil Ketua Mukafi Fadli serta jajaran Badan Kesbangpol Jateng. Mereka diterima langsung Kepala Badan Kesbangpol DIY, Lilik Andi Aryanto.

Imam Teguh menilai DIY memiliki keunggulan dalam penyelesaian konflik. “Daerah dengan kemajemukan tinggi seperti Yogya mampu mengendalikan dinamika aksi massa dengan cepat. Ini yang ingin kami pelajari,” ujarnya.

Lilik menjelaskan, DIY telah mengembangkan program Jaga Warga di setiap pedukuhan dengan total lebih dari 106 ribu anggota. “Jaga warga menjadi garda terdepan menyelesaikan masalah sosial sebelum naik ke level lebih tinggi. Ormas juga kami fasilitasi lewat Forum Komunikasi Organisasi Kemasyarakatan (FKOK),” jelasnya.

Dalam diskusi, anggota Komisi A Sumarsono mempertanyakan proses pembentukan dan pendanaan program tersebut.

“Jaga warga ini apakah murni inisiatif masyarakat atau arahan pemerintah? Bagaimana cakupannya, dan dari mana anggaran operasionalnya?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Lilik menegaskan bahwa program ini merupakan inisiasi Pemerintah Daerah DIY yang difasilitasi dengan rompi dan alat komunikasi HT, sementara dukungan operasional ditopang oleh pemerintah kelurahan.

Sunarno juga menyoroti kerja sama di wilayah perbatasan provinsi. “Apakah ada kerja sama di bidang keamanan maupun pertambangan antara Jawa Tengah dan DIY?” tanyanya.

Lilik menjawab bahwa koordinasi telah dijalankan melalui Satpol PP, bahkan diperkuat MoU Gubernur DIY dan Jateng yang mencakup keamanan, penambangan, kebencanaan, hingga isu perbatasan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan Linmas dan Jaga Warga. Linmas ditempatkan dua orang per RW dengan tugas utama membantu penanganan kebencanaan dan keamanan lingkungan. Sementara Jaga Warga berbasis dusun, dengan sekitar 30 anggota per dusun, lebih difokuskan pada penyelesaian konflik sosial. Keduanya berada di bawah koordinasi Satpol PP dan saling melengkapi. Dalam kesempatan itu juga disampaikan capaian DIY yang meraih peringkat pertama nasional dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).(nora/priyanto)

Berita Terkait

  • Keberlanjutan Siaran TV Lokal Patut Diperhatikan

    YOGYAKARTA – Komisi A DPRD Jateng berkunjung ke Jogja TV, Rabu (14/12/2022). Ketua Komisi A Mohammad Soleh menyampaikan kunjungan dilakukan dalam rangka bertukar pikiran berkaitan dengan penerapan migrasi siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) dan penyusunan Raperda Penyiaran di Jawa Tengah. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui kesiapan televisi lokal dalam menyikapi ASO tersebut. 

  • DIALOG PROAKTIF: PTM Penting dalam KBM

    PATI – Kegiatan belajar & mengajar (KBM) selama pandemi Covid-19 sempat terhambat, yang berdampak pada berhentinya pembelajaran tatap muka (PTM) dan mengharuskan siswa mengikuti KBM secara online. Hal itu menjadi perhatian Muh. Zen, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng, saat mengunjungi Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Gembong Kabupaten Pati, baru-baru ini.

  • DPRD Optimis Tahun Anggaran 2022 Membaik

    SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman bersyukur kelembagaan wakil rakyat ini mampu mengawal sejumlah agenda penganggaran untuk masuk pada pembahasan RAPBD 2022. Keputusan DPRD ini tidak melenceng dari amanah Permendagri No 27/2021. Hal ini diungkapkannya saat mewakili Ketua DPRD Bambang Kusriyanto guna menutup Bimbingan Teknis DPRD Jateng perihal “Impelementasi Permendagri No 27/2021 tentang Penyusunan APBD 2022”, Selasa (26/10/2021).

  • Fraksi PKB Gelar FGD: Kesiapan Ponpes Hadapi New Normal

    GEDUNG BERLIAN – Fraksi PKB menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Kebijakan Pemprov Jateng dalam Pencegahan & Penanggulangan Covid-19 serta Kesiapan Ponpes dalam Menghadapi Era Adaptasi Baru (New Normal) di tengah Pandemi’. Acara itu digelar di hall Lantai 4 Gedung Berlian, Senin (4/1/2021), dengan menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman dan Gubernur Ganjar Pranowo.

  • FOCUS GROUP DISCUSSION: BUMDes Perlu Lirik Usaha Grosiran

    UNGARAN – Pembentukan sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan tetap membawa semangat gotong royong untuk masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto saat melakukan diskusi dengan pengurus BUMDes di seluruh Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

  • DIALOG PROAKTIF : Aziz Ingin Kuatkan Pendidikan Berbasis Keagamaan

    WONOSOBO – Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz selama dua hari berkunjung ke sejumlah tempat di Wonosobo dan Temanggung, Senin (11/12/2023). Ada dua tempat yang dikunjungi yakni SMK Takhasus Alquran dan Ponpes Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Asyariyyah di Kalibeber. Aziz ingin mengetahui pola pendidikan keagamaan di tempat itu. Menurutnya, untuk saat ini benteng pendidikan ada di keagamaan.