Usaha Pengolahan Ikan Laut di Sukoharjo Perlu Dikembangkan

1 apindang

IKAN OLAHAN. Komisi B memperlihatkan hasil pengolahan ikan pindang di salah satu sentra usaha yang ada di Jalan Kontesa 1 A, Desa Ngabeyan, Sukoharjo, Selasa (23/4/2019).(Foto: M Faiz)

SUKOHARJO – Usaha pengolahan ikan laut penting untuk dikembangkan. Sejumlah provinsi sudah memiliki industri pengolahan ikan secara higienis, termasuk di Jateng salah satunya berada di Sukoharjo.

Pada Selasa (23/4/2019), Komisi B DPRD Jateng berkesempatan mengunjungi salah satu sentra usaha pengolahan ikan yang ada di Jalan Kontesa 1 A Desa Ngabeyan, Sukoharjo.

Sejumlah anggota Komisi B melihat hasil olahan ikan di Desa Ngabeyan, Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi B M. Chamim Irfani sangat mendukung pengembangan industri pengolahan ikan. Selama ini dari data yang didapatkan menyebutkan tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih sangat rendah. Provinsi Jateng menjadi salah satu daerah dengan tingkat konsumsi ikan terendah kedua dari bawah secara nasional. Secara rata-rata konsumsi ikan hanya 29,5 kilogram per kapita per tahun.

Dengan adanya industri pengolahan ikan yang didekatkan ke daerah kota, maka harapannya ikan akan mudah didapat dengan harga terjangkau.

Kunjungi pabrik pengolah ikan

Pemilik pengolahan ikan Nur Imam Sujagad Indar mengatakan, usaha yang baru dimulai awal 2019 ini targetnya adalah mendekatkan produk olahan ikan dengan masyarakat yang jauh dari wilayah pantai. Dengan adanya tol laut dan darat sangat menguntungkan bagi industri pengolahan ikan, apalagi produknya adalah ikan pindang yang tidak bisa bertahan lama tanpa suhu dingin. Karena itulah ia mempersilakan masyarakat yang ingin belajar ataupun ikut memasarkan ikan pindang miliknya.

“Industri kita bersifat terbuka, kami persilakan orang atau kelompok yang ingin belajar ataupun memasarkan ikan pindang milik kami,” katanya.

Kepala Balai Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BP2MHP) Semarang Sri Astuti mengatakan, pihaknya akan membina industri pengolahan baik skala kecil, menengah dan besar. Pembinaan itu diberikan supaya produk yang dihasilkan nanti bisa higienis dan bersertifikat. Dalam upaya pembinaan untuk masyarakat pihaknya menyiapkan paket pelatihan sekaligus bantuan alat sederhana untuk pengolahan ikan.(faiz/priyanto)

Berita Terkait

  • Disorot, Pemeliharaan Proyek Irigasi Bonggo Sragen

    SRAGEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau pemeliharaan proyek perbaikan dan pembangunan yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2021 di Daerah Irigasi (DI) Bonggo Kabupaten Sragen, Jumat (4/3/2022). Dalam peninjauan itu, Komisi D didampingi oleh Kabid Irigasi & Air Baku Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air & Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng Rahman Wahyu Adi Kartika, dan Kepala PSDA Bengawan Solo Agung Prihantono.

  • Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Jadi Masalah Serius

    PANTAU WADUK. Alwin Basri bersama Supervisor Pelaksana Senior PLTA Wonogiri Anang Rosihan membahas ketenagalistrikan. (foto teguh prasetyo) WONOGIRI โ€“ Guna memantau mengenai potensi ketenagalistrikan di Jawa Tengah, Komisi D DPRD Jateng berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Gajah…

  • Wakil Ketua DPRD Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono bersama Wakil Gubernur Taj Yasin, Kapolda Irjen Pol Ahmad Lutfi, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Rudiantoro mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila secara virtual yang dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, Jumat (1/10/2021). Para pimpinan Forkompimda itu berada di Ruang Rapat Gedung A lantai II Kantor Setda Provinsi Jateng.

  • Persoalan Limbah di Tegal Jadi Sorotan

    TEGAL – Dalam rangka penyusunan Raperda Pengelolaan Limbah Domestik Regional, Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan penguatan data dan informasi ke beberapa daerah, salah satunya Kota Tegal. Kota yang berada di pantura itu dipilih karena selama ini sudah memiliki instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), termasuk kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya.