UPPD Kudus & Pati Terkendala SDM & Sarpras

Screenshot 20220122

PANTAU UPPD. Komisi C DPRD Provinsi Jateng dalam kegiatan monitoring ke UPPD Kabupaten Kudus dan Pati, Jumat-Sabtu (21-22 /1/ 2022). (foto teguh prasetyo)

KUDUS – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyampaikan komitmennya untuk mendukung Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) yang ada di Jawa Tengah meningkatkan kinerja dalam rangka mengejar capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto dalam kegiatan monitoring ke UPPD Kabupaten Kudus dan Pati, Jumat-Sabtu (21-22 /1/ 2022).

“Sudah lebih dari 10 UPPD yang kita datangin. Sejatinya, persoalannya kurang lebih sama yaitu berkaitan dengan SDM dan sarana/ prasarana (sarpras),” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jateng itu.

Bambang menambahkan pada hakikatnya dalam pengelolaan UPPD yang paling penting adalah sisi pelayanannya. Sehingga, perlu adanya inovasi dan kreativitas guna menciptakan terobosan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Yang perlu kita cermati juga Kemendagri sudah merilis bahwa ternyata PAD Jateng, dari 34 provinsi, cuman rangking 16. Tepatnya persentasenya hanya 96,5 persen, sementara rata-rata nasional itu 97,91 persen,” ungkapnya.

Hal tersebut menjadikan cambuk agar berpikir jauh, tidak hanya menggantungkan PAD pada pajak kendaraan bermotor. Namun, perlu berpikir lain yakni optimalisasi aset dan revitalisasi BUMD. 

“Komisi A dan Komisi C sudah rapat gabungan bersama. Untuk menginventarisir aset yang akan dioptimalisasi. Revitalisasi BUMD, tadi baru saja DPRD Rembang belajar dengan kita,” lanjutnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro menyayangkan ketidakhadiran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam pertemuan tersebut. Kalau saja Bapenda hadir, persoalan yang muncul bisa didiskusikan lebih detil.

“Kaitannya dengan ruang arsip samsat yang nggak layak, kita ingin memikirkan. Tahun ini, kita tidak mau kecolongan. Bapenda kalau belanja tidak pernah berdiskusi dengan kita,” kata Politisi Gerindra itu.

Kedua, lanjut dia, problem yang dihadapi adalah persoalan data piutang dan potensi. Sehingga, perlu dilakukan pembahasan bersama guna membedah data untuk menyelesaikan persoalan.

Sebelumnya, Kepala UPPD Pati dan UPPD Kudus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi saat melaksanakan pelayanan. Diantaranya mengenai kurangnya SDM dan sarana dan prasarana.

Diketahui pada 2021, UPPD Kabupaten Pati penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari target Rp 204 miliar tercapai 90,66%, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) target Rp 137,937 miliar tercapai 81,90%, dan Pajak Air Permukaan (PAP) target Rp 66,55 juta tercapai 117%. Sedangkan UPPD Kabupaten Kudus penerimaan PKB target Rp 168,1 miliar terealisasi 91,45%, BBNKB target Rp 103,466 miliar terealisasi 89,13%, dan PAP target Rp 5 Juta hanya 21,6%. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana