SOSIALISASI NON-PERDA: Manfaatkan Dana Desa untuk Potensi Desa

IMG 20221001 WA0034

BERDAYAKAN MASYARAKAT. ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pemanfaatan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat’ di Kantor Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Minggu (02/10/2022). (foto azar)

PRINGAPUS – Dana Desa yang bersumber dari APBN yang disalurkan melalui APBD kabupaten/ kota berguna untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, DPRD Provinsi Jateng menggelar ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pemanfaatan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat’ di Kantor Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, baru-baru ini. 

Bambang Kusriyanto selaku Ketua DPRD Provinsi Jateng yang hadir secara virtual mengatakan pemberdayaan desa itu harus dimanfaatkan dengan melihat potensi masing-masing desa. Menurut dia, dengan menggali potensi desa, maka sekaligus dapat mendongkrak ekonomi warga desa. 

“Warga desa yang lebih tahu potensi-potensi di desanya sendiri. Saya harap dana desa sebagai pemberdayaan desa ini dikelola sesuai dengan potensi desa. Gali potensinya entah itu desa wisatanya, pelatihan, pembinaan untuk warga desa, produk UMKM yang terkenal di wilayahnya dan juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan sarana dan prasarana,” jelasnya.

Narasumber lain dalam sosialisasi itu, Camat Pringapus Febru Suryanto juga mengatakan di wilayahnya kini terdapat Desa Wisata ‘Pesona Garda’ berlokasi di Desa Candi Rejo Kecamatan Pringapus. Infrastruktur di desa itu perlu ditingkatkan seperti jalan dan fasilitas yang memanfaatkan internet sebagai media promosi. 

“Kuncinya adalah gotong royong sustainable atau bisa disebut berkelanjutan dengan menggunakan teknologi sebagai promosinya. Mari, kita gunakan dana desa dari pemerintah sebaik-baiknya. Kita manfaatkan potensi-potensi yang ada di Kecamatan Pringapus ini,” tutur Febru. 

Soal pemberdayaan, Kepala Dispermades Kabupaten Semarang Mohammad Edy Sukarno menilai potensinya juga perlu digali agar dapat berjalan. Selain itu, pemanfaatan internet adalah salah satu kunci mempromosikan potensi desa saai ini. 

“Bisa saja, dana desa digunakan untuk pelatihan digital marketing. Masalahnya adalah masyarakat kita menggunakan internet kebanyakan bukan untuk hal-hal positif. Nah, maka dari itu, di kesempatan sosialisasi ini mari kita manfaatkan internet sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran online atau digital marketing supaya desa-desa yang sudah tersalurkan dana desa sanggup meningkatkan kesejahteraan desa,” jelas Edy. (azar/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.