SOSIALISASI NON-PERDA: Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi

20220419165247 IMG

SOAL KOPERASI. Bambang Kusriyanto dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda Provinsi Jateng’ dengan tema ‘Koperasi & UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat’ di Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Selasa (19/4/2022). (foto azam hanif adin)

UNGARAN – Peran koperasi saat ini mulai memudar dan eksistensinya semakin menurun akibat bermunculan praktik investasi ilegal/ bodong. Padahal, sejak dulu koperasi merupakan sokoguru atau pilar utama perekonomian indonesia.

Untuk itu, perlu kepedulian dari semua pihak agar peran koperasi kembali mampu menjadi penggerak ekonomi. Demikian disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, secara virtual, dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda Provinsi Jateng’ dengan tema ‘Koperasi & UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat’ di Kabupaten Semarang, Selasa (19/4/2022).

“Peran koperasi penting dalam pertumbuhan ekonomi. Terkhusus bagi pelaku UMKM, koperasi ikut mendorong permodalannya melalui simpan pinjam,” kata Bambang Kribo sapaan akrabnya.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti sejumlah tokoh dan elemen masyarakat setempat. Narasumber lain yang hadir yakni Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Maruto Hening dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang Heru Cahyono.

Dalam persoalan koperasi, Bondan juga mengatakan bahwa peran koperasi sangat penting karena terbukti mampu ‘menghidupkan’ UMKM saat terjadi krisis moneter silam. “Saat itu, usaha besar banyak yang ambruk. Dari situ terbukti, usaha kecil lebih kuat dan mampu bertumbuh dengan adanya koperasi,” kata Bondan.

Sementara, Heru Cahyono mengakui peran koperasi saat ini mulai menurun. Tercatat, sudah ada 378 unit koperasi yang sudah ditutup karena tidak aktif.

Ada beberapa faktor pendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pengembangan koperasi. Beberapa diantaranya potensi masyarakat dan kalangan pengusaha.

“Kami berharap koperasi bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM karena bisa ikut mendorong perekonomian melalui simpan pinjam,” kata Heru. (bintari/ariel)

Berita Terkait

  • Pentingnya Komitmen Jateng dan Jabar Tangani Sungai Babakan

    CIREBON – Penanganan Sungai Cisanggarung dan Babakan perlu kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Peran Kementerian Pekerjaan Umum terutama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) juga sangat vital terutama guna mencegah serta menanggulangi banjir luapan kedua sungai itu.

  • RAPAT PARIPURNA: Setahun Bekerja, DPRD Jateng Tekankan 3 Pilar Amanah Rakyat 

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh menyampaikan pidato penting dalam Rapat Paripurna yang menandai genap 1 tahun periode 2024–2029. Dalam pidatonya itu, Saleh menekankan 3 pilar utama yang menjadi pondasi bagi seluruh Anggota Dewan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka yakni peka terhadap kondisi masyarakat, menerima aspirasi rakyat, dan tertib dalam berpendapat.

  • Komisi A Inventarisasi Masalah Perizinan

    PEMALANG – Komisi A DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pemalang, Rabu (7/1/2026). Diskusi dilakukan guna melihat secara langsung pelaksanaan dan kondisi layanan perizinan di daerah.

  • Ferry Ingatkan Peran Penting Pemberdayaan Desa

    KEBUMEN – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menekankan mengenai pentingnya pemberdayaan desa. Secara panjang lebar ia juga turut mengingatkan perihal tatanan kenormalan baru saat pandemik Covid-19 sekarang berupa penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menjaga imunitas tubuh.

  • DPRD Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Politik

    PATI – Dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Muh. Zen menemui sejumlah kaum perempuan di Pondok Pesantren Modern Wahid Hasyim Kabupaten Pati, Selasa (15/2/2022). Saat berdiskusi, Muh. Zen mendorong kepesertaan perempuan dalam pemilu, salah satunya terjun ke dunia politik.