RSUD Kelet dan UPPD Jepara Tingkatkan Kualitas Pelayanan

1 ajepara

PERTEMUAN BERSAMA. Jajaran Komisi C menggelar pertemuan bersama dengan RSUD Kelet dan UPPD Jepara, Jumat (28/6/2019).(Foto: Sunu AP)

JEPARA – Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto meminta jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelet dan Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jepara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kepuasan masyarakat yang akan bermuara pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian diungkap Bogi, sapaan akrab Ketua Komisi C Asfirla Harisanto saat memimpin dialog dengan jajaran UPPD Jepara dan RSUD Kelet dalam kunjungan kerja komisi, Jumat (28/6/2019). Dalam kunjungan itu turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng Tavip Supriyanto.

“Sebenarnya masih banyak potensi yang bisa digali, baik di UPPD maupun RSUD Kelet. Karena itu tingkatkan mutu lauanan kepada masyarakat dan jangan cepat puas,” pesan politikus PDI Perjuangan itu.

Senada, anggota Komisi C Muhammad Rodhi mengapresiasi kinerja UPPD Jepara dan meminta aplikasi pembayaran online “Sakpole” di-upgrade mengingat hingga saat ini masih belum memuaskan.

“Sejak awal dialog ini saya mencoba aplikasi Sakpole, kok gagal terus dan lambat,” keluh politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Terhadap RSUD Kelet, Rodhi juga mengapresiasi kinerjanya, karena betapa pun lokasinya jauh, baik dari ibukota provinsi maaupun kabupaten, namun sumbanganya pada PAD cukup besar.

Sedang anggota Komisi C Maria Tri Mengesti menambahkan, agar RSUD Kelet dapat menambah dokter spesialis untuk menaikkan jumlah ruang rawat inap. Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta UPPD untuk memasukkan piutang pajak dalam target pendapatan.

Sebelumnya, Kepala UPPD Jepara Mardjudi memaparkan, pada 2018 UPPD Jepara mampu membukukan PAD Rp 237,25 miliar atau 108,4 persen melebihi target. Sementara data per Maret tahun ini realisasinya mencapai Rp 61,62 miliar atau 26,2% pada triwulan I.

“Kami optimistis target Rp 229,43 tahun ini terlampaui lagi,” katanya.

Dirut RSUD Kelet Jepara Widyo Kuntho juga melaporkan capaian kinerja rumah sakit yang dipimpinnya. Pada 2019 (hingga Juni) pendapatan mencapai Rp 17,20 miliar, diantaranya dari pasien peserta BPJS sebesar Rp 12,31 miliar atau setara 71,6%.

“Kami per hari ini masih mempunyai piutang di BPJS sebanyak Rp 2,6 miliar terverifikasi dan sekitar Rp 2,3 miliar yang belum terverifikasi,” katanya.

Kendala lain, tambahnya, kami masih menghadapi berkurangnya jumlah dokter spesiali seperti spesialis jantung, syaraf dan rehap medik. “Kami setuju dengan ibu Maria kalau ada solusinya bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat yang berujung pada naiknya pendapatan,” ujarnya.

Menutup dialog, Kepala BPPD Jateng Tavip Supriyanto menyampaikan terima kasih atas saran dan kritik Komisi C. “Lebih dari itu, Komisi C selama ini telah mendukung dan membela BPPD dalam pembahasan anggaran,” tuturnya.(sunu/priyanto)

Berita Terkait

  • DPRD Berharap BI Tetap Jaga Inflasi Jateng

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Dalam acara tersebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengukuhkan Rahmat Dwisaputra sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.

  • Tepat, Langkah Balai RSBKL Jogja Tangani Covid-19

    YOGYAKARTA – Guna memperkuat data dan informasi mengenai pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama pandemi Covid-19, Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyambangi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (RSBKL) Unit 2 Dinas Sosial Provinsi DIY, Senin (14/03/2022). Saat berdiskusi, Suryatmiati selaku Kepala Seksi Perlindungan & Rehabilitasi Sosial Balai RSBKL mengungkapkan saat menjalankan pelayanan selama pandemi ini pihaknya melakukan langkah preventif, kuratif, dan promotif.

  • MEDIA TRADISIONAL: Kesenian Tradisional di Kudus Harus Dibangkitkan

    KUDUS – Kesenian di Kudus perlu dibangkitkan. Selain dikenal sebagai kota kretek, Kudus turut menyimpan sejumlah ragam kesenian tradisional. Bagi anggota DPRD Jateng Setio Budi Wibowo, sudah saatnya, kesenian di Kudus untuk ditampilkan ke depan khalayak. Hal ini dikemukakannya dalam Media Tradisional DPRD Provinsi Jawa Tengah di Museum Jenang, Kamis (13/10/2022). Turut bersama Setia Budi Wibowo, Mutrikah selaku Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus dan Muhammad Zaini selaku budayawan.

  • Embung Kabukan Tegal Dapat Jadi Objek Wisata

    SLAWI – Embung merupakan sarana untuk menampung air pada musim penghujan. Namun, embung juga bisa dioptimalkan pemanfaatannya yakni dengan menjadikannya sarana wisata.
    Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri, saat memimpin Komisinya dalam monitoring proyek embung di Desa Kabukan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, Senin (8/4/2019).