RAPAT PARIPURNA: Raperda BUMD & Raperda Pemajuan Kebudayaan

1702272655900

SOAL RAPERDA. Pimwan dalam rapat paripurna, Senin (11/12/2023), yang membahas Raperda Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD & Raperda Pemajuan Kebudayaan. (foto teguh prasetyo) 

GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Senin (11/12/2023), agenda pembahasan mengenai Raperda Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD dan Raperda Pemajuan Kebudayaan. Untuk agenda pertama, Pimpinan DPRD (pimwan) mempersilahkan Komisi C selaku pengusul menyampaikan laporannya.

“Memasuki acara rapat paripurna pertama adalah penyampaian pengusul (Komisi C) Raperda tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD. Kepada yang mewakili dipersilahkan,” kata Wakil Ketua DPRD Sukirman, mewakili Ketua DPRD Sumanto dalam pembukaan rapat.

Dalam laporannya, Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menyampaikan bahwa BUMD perlu pengelolaan yang baik agar kinerjanya semakin berkualitas bagi masyarakat. Untuk itu, diperlukan aturan mengenai tata kelola sesuai bidang BUMD.

“Raperda itu bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan BUMD, termasuk anak perusahaannya, yang baik agar dapat tercipta daya saing yang tinggi. Sekaligus, meningkatkan perkembangan kinerja BUMD untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Sriyanto dalam penggalan laporannya.

Selanjutnya adalah Penyampaian Pengusul (Komisi E) Raperda tentang tentang Pemajuan Kebudayaan. Laporan raperda itu disampaikan Anggota Komisi E, Sumarsono.

“Sesuai dengan UU (Undang Undang) Pemajuan Kebudayaan, Jateng perlu memiliki perda serupa. Pentingnya pemajuan kebudayaan itu untuk mengembangkan, melindungi, dan memanfaatkan budaya bagi masyarakat,” katanya.

Memasuki acara selanjutnya adalah pendapat Gubernur Nana Sudjana terhadap Raperda Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD dan Raperda Pemajuan Kebudayaan. Pendapat gubernur itu dibacakan oleh Sekda Sumarno.

“Pada saat ini belum ada payung hukumnya sehingga diharapkan raperda itu bisa meningkatkan kinerja BUMD. Soal Raperda Pemajuan Kebudayaan, diharapkan nantinya dapat menjadi pedoman pelaksanaan secara menyeluruh dan terpadu,” kata sekda.

Agenda berikutnya yakni tanggapan pengusul raperda atas pendapat gubernur diatas. Dalam laporannya, Anggota Komisi C Dwi Yasmanto mengaku apresiatif atas pendapatnya terhadap Raperda Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD.

“Dari pendapat gubernur itu, memang diperlukan transformasi pengelolaan BUMD yang lebih profesional. Dengan begitu, kinerja BUMD semakin meningkat dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dwi.

Sementara, tanggapan Komisi E atas pendapat gubernur terhadap Raperda Pemajuan Kebudayaan dibacakan Sumarsono. Dalam hal ini, Komisi E menilai gubernur sangat mendukung raperda tersebut sehingga persoalan kebudayaan menjadi concern bersama.

“Kami sangat apresiatif dengan gubernur yang sangat memperhatikan kebudayaan. Kami berharap perda nantinya bisa semakin memajukan kebudayaan di Jateng untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (ayuutami/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana