PRIME TOPIC: Wawasan Kebangsaan Kunci Pertahanan Bangsa

20220428231535 IMG

DIALOG RADIO : Anggota Komisi A St Sukirno bersama narasumber lain menjadi narasumber dalam dialog radio Prime Topic.(foto: setyo herlambang)

SEMARANG – Degradasi kecintaan Tanah Air  terhadap bangsa sendiri banyak dialami kalangan generasi milenial. Kuatnya pengaruh arus media sosial begitu cepat, hingga bisa mengurangi rasa kebangsaan bernegara.

Doktrin intoleran dan pengaruh pemikiran transnasional membuat kekhawatiran akan adanya perpecahan. Untuk itu menjadi tanggung jawab bersama pemerintah bersama instansi terkait dengan masyarakat sebagai pencegahan.

Hal tersebut disampaikan anggota komisi A DPRD Jateng Stefanus Sukirno dalam dialog “Prime Topic: Revitalisasi Paham Kebangsaan Generasi Milenial” disiarkan melalui radio Trijaya FM di ruang pertemuan Noormans Hotel, Semarang, Kamis (28/04/2022). Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin dan akademisi Undip Turtiantoro. 

“Media sosial dan teknologi daring bagai pisau bermata dua, selain bisa sebagai sarana pembelajaran akan tetapi bisa menjadi alat doktrin paham radikalis. Semestinya nilai-nilai wawasan kebangsaan seperti pemahaman pancasila bisa menjadi tameng utama, namun karena derasnya arus budaya asing malah membuat orang engga mempelajari lebih dalam, ” kata politikus PDI P. 

Menambahkan Haerudin menilai masyarakat Jateng dari lewat survei menunjukkan rasa toleransi dan kebangsaan masi cukup tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Jika meningkatkan rasa nasionalisme yang tinggi maka pengenalan wawasan kebangsaan harus menjadi konsumsi harian. 

“Kami melakukan survei bersama instansi dan akademisi mendapatkan hasil bahwa rasa nasionalis juga toleransi di Jateng sangat baik. Hal tersebut didorong para narapida eks teroris (eks napiter) banyak mulai mencintai Indonesia dan dorongan rasa nasionalis yang tinggi,” terang dia. 

Turtiantoro mengatakan wawasan kebangsaan menyangkut pola pikir dan nilai-nilai rasa nasionalis harus tertanam dalam diri masing-masing masyarakat terutamanya generasi milenial. 

“Jika membuat generasi milenial ingin meningkatkan rasa nasionalis tinggi maka kemas pengenalan wawasan kebangsaan menjadi menarik. Kemas secara kreatif agar bisa mengubah pola pikir bahwa Indonesia punya sejarah panjang dalam memperjuangkan negara, karena keberagaman pulalah membuat rasa toleransi yang tinggi dan harus dijaga bersama-sama,” jelas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu.(tyo/priyanto) 

Berita Terkait

  • Bahas Pengelolaan Air Baku KITB bersama Kementerian PUPR

    JAKARTA – Setelah sebelumnya rapat bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman & Investasi (Kemenko Marves) baru-baru ini rencana pengelolaan air baku/ bendung untuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) oleh PT Tirta Utama Jateng (Perseroda), kini Komisi C DPRD Provinsi Jateng melanjutkannya ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Jumat (7/01/2022).

  • DPRD Jabar Minta Masukan soal Perlindungan Anak

    GEDUNG BERLIAN – Persoalan perlindungan perempuan dan anak menjadi pokok bahasan utama saat DPRD Provinsi Jateng berdialog dengan Pansus IV DPRD Provinsi Jabar, di Ruang Banggar Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (23/6/2020). Pada kesempatan itu, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid didampingi Anggota Komisi E Muh. Zen mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak.

  • Tahun Ini Ditargetkan Raperda Pemantauan Orang Asing Selesai

    CIREBON – Kabupaten Cirebon menjadi tempat rujukan pembahasan draf Raperda Pemantauan Orang Asing. Sebelumnya Komisi A berkunjung ke Provinsi Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Diharapkan dengan kunjungan tersebut, peraturan mengenai pemantauan orang asing bisa efektif serta mampu menjaga kondusivitas daerah.