PRIME TOPIC: Antisipasi 21,3 Juta Kendaraan saat Mudik Lebaran

IMG

BAHAS MUDIK : Ketua Komisi D Alwin Basri beserta Dishub Jateng dan pengamat transportasi membahas mudik Lebaran 2021.(foto: dwi nugrahini)

SEMARANG – Pola transportasi jelang mudik Lebaran 2022 ini telah dimatangkan dan dikoordinasikan sampai tingkat kabupaten/kota. Sesuai prediksi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada 21,3 juta kendaraan bakal masuk ke Jateng nanti.

Dalam dialog “Prime Topic: Mudik Sehat dan Nyaman”, angka 21,3 juta kendaraan bukanlah jumlah yang sedikit. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Henggar Budi Anggoro menyatakan, lonjakan angka kendaraan pribadi tersebut dihitung dari mobil pribadi dan sepeda motor. Pemprov Jateng sudah melakukan koordinasi antarinstansi terkait arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Pihak kementerian sudah memberi batasan angka berdasarkan hasil penelitan. Semoga saja yang masuk di Jateng tidak sebesar itu. Secara keseluruhan kami dari Pemprov Jateng, seperti Dinas PU Bina Marga sudah menyiapkan sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Ketua Komisi D Alwin Basri dalam dialog itu mengemukakan, sejauh ini informasi yang masuk untuk persentase kondisi jalan rusak di Jateng ada 9 persen atau 200 km. Masih ada 1.219 km jalan dalam kondisi rusak sedang, selebihnya ada 965 km atau 40 persen kondisi masih bagus.

“Dari panjang jalan provinsi 2.400 km itu dengan masih ada kondisi kerusakan sedang kami berharap perlu segera ditangani. Patut pula jadi pengawasan jalan-jalan di daerah rawan bencana banjir dan longsor. Kami juga meminta untuk pekerjaan jalan pada H-10 sudah harus selesai, termasuk jangan ada penumpukan material supaya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ucapnya.

Untuk kawasan Pantura timur seperti Pati-Rembang sampai Tuban, Komisi D sudah meminta Dinas PU Bina Marga Jateng dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR supaya memperhatikan secara serius perbaikan jalan di ruas Pati-Rembang. Sebelum H-10 Komisi D meminta tidak ada pekerjaan di ruas jalan tersebut supaya tidak menganggu arus mudik dan balik.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengemukakan, angka dari Balitbang Kemenhub supaya disikapi secara serius. Rencana diperbolehkannya mudik tahun ini menjadikan dorongan untuk pulang kampung menjadi besar. Dikhawatirkan masyarakat menggunakan segala cara termasuk mengabaikan faktor kesehatan agar bisa ke kampung halaman.

Turut disinggung, kalau mudik gratis diadakan kembali oleh Pemprov Jateng supaya tidak lagi melakukan pengumpulan massa di satu lokasi. Sejumlah terminal di Jakarta, sekarang ini kondisi sudah representatif, terlebih bisa untuk memecah kerumunan. Juga patut menjadi perhatian dalam arus mudik nanti yakni penguatan sinyal telepon seluler baik di jalur tol maupun jalan nasional dan provinsi.

“Supaya masyarakat saat membutuhkan bantuan bisa cepat tertangani. Jangan sampai ada gangguan di lapangan, masyarakat tidak bisa menelpon gara-gara tidak ada sinyal,” ucapnya.

Dalam acara itu sejumlah audien melontarkan pertanyaan, seperti Ngargono dari LP2K Semarang menekankan fungsi posko lebih dioptimalkan dan didekatkan pada lokasi perpindahaan angkutan umum. Tarif bus AKDP supaya diperhatikan supaya masyarakat tidak dijadikan korban. Selanjutnya kondisi jalan Semarang-Purwodadi-Solo maupun menuju Blora supaya dijadikan perhatian agar masyarakat menggunakan jalan itu bisa nyaman dan aman.(anif/priyanto)

Berita Terkait

  • Aset Daerah di Pekalongan Terendam Rob

    PEKALONGAN – Komisi A DPRD Jateng meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mendata aset dalam kondisi mangkrak. Dari data itu nantinya bisa diketahui anggaran untuk perbaikan sehingga dapat dimanfaatkan lagi.

  • Tinggi, Capaian Vaksinasi Polio di Sragen

    SRAGEN – Tingkat vaksinasi polio bagi para balita dan anak-anak di Sragen menunjukkan angka yang sangat baik.ย  Hampir keseluruhan vaksinasi berjalan dengan baik pada periode ke satu dari tanggal 15 – 21 Januari 2024. Capaian tersebut mendapatkan apresiasi dari Komisi E DPRD Jawa Tengah saat berkunjung ke Dinas Kesehatan Sragen, Jumat (23/02/2024).

  • PPKM Level 3 di DIY Jadi Pembahasan Pansus Penanggulangan Covid-19

    YOGYAKARTA โ€“ Panitia Khusus (Pansus) Penanggulangan Covid-19 DPRD secara marathon terus melakukan penajaman terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/11/2021). Bertempat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, Ketua Pansus A Baginda Muhammad Mahfuz menguraikan secara panjang lebar penanganan pandemic di Jateng termasuk mempertanyakan kesiapan DIY dalam penerapan PPKM level 3 saat Natal dan Tahun Baru 2022.

  • DPRD Kudus Gali Informasi soal RTRW di Gedung Berlian

    GEDUNG BERLIAN – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Kabupaten Kudus berdiskusi dengan Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santoso di Ruang Banggar Lantai 4 Gedung Berlian, Rabu (15/12/2021). Diskusi itu membahas mengenai Raperda RTRW yang kini sedang digarap pansus.

  • Banhub Capai Target PAD 2024

    JAKARTA – Hingga Oktober ini, Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jateng mampu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) 2024. Data Banhub mencatat, dari target PAD Rp 600 juta, tercapai per 18 Oktober 2024 sekitar Rp 624 juta.