Ponpes Jabal Nur Jepara Kembangkan ‘Lele Bioflok’

5c930ffa1ccfa877690526

JEPARA ā€“ Komisi B DPRD Jateng mengapresiasi pengelolaan ternak lele teknologi bioflok di Pondok Pesantren (Ponpres) Jabal Nur, yang mampu melibatkan semua santrinya. Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Jateng Helmy Turmudhi saat berkunjung kesana, Selasa (19/3/2019).

Pada kesempatan itu, ia mengatakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut sangat membantu kemajuan dan perkembangan ponpes. Karena, teknologi bioflok dapat membantu mengurangi resiko gagal panen dengan tingkat kelangsungan hidup yang lumayan tinggi. Ia berharap panen perdana nanti dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

ā€œItu bisa jadi tambahan pemasukan buat pesantren, dapat meningkatkan ekonomi, dan santri juga punya bekal dalam pengetahuan tentang budidaya ikan khususnya lele,ā€ kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Jateng Achsin Maruf menyadari ada beberapa kendala selama budidaya itu dikembangkan karena pengelolaannya tergolong masih baru terdaftar di Dinas Perikanan Kabupaten Jepara. Untuk itu, ia berharap pula kepada dinas terkait dapat segera memanfaatkan potensi lokal tersebut untuk menggerakan ekonomi Jateng.

ā€œDi dinas itu kan ada program pelatihan. Nanti, santri bisa dilatih secara berkala disana sampai bisa dan itu gratis. Setelah ini, kita harus saling berkomunikasi dan berkoordinasi agar UMKM di Jateng bisa maju,ā€ harap legislator dari Fraksi PAN itu.

Meski mendapat acungan jempol dari Dewan, Pemilik Pesantren KH. Abdullah Uzair mengaku selama ini masih ada kendala yang dihadapi dalam proses budidaya lele bioflok tersebut. Salah satunya yakni keterbatasan sumur bor untuk budidaya lele dan juga kebutuhan santri.

ā€œTempat pakan lele juga belum ada, gudang penyimpanan pakan lele masih kita jadikan satu dengan tempat pelatihan para santri. SDM juga sebenarnya belum begitu menguasai tentang bagaimana tekonologi bioflok itu. Semoga, Komisi B bisa membantu mengatasi masalah kami tersebut,ā€ harap Uzair. (ayu/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA:Ā Raperda Perlindungan TenagaĀ Kerja InformalĀ 

    GEDUNG BERLIAN –Ā Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.Ā 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).