Penting, Nilai Pancasila Sebagai Pegangan Hidup Bernegara

WhatsApp Image 2022 03 08 at 20.55.23

JADI NARASUMBER : Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko bersama anggota DPRD Jateng Kholiq Idris dan Isnaeni menjadi narasumber dalam acara Kesbangpol.(foto:dok)

TEMANGGUNG – Nilai-nilai dan falsafah Pancasila sangat perlu diketahui dan dihayati oleh generasi muda Bangsa Indonesia, sebagai penerus kemerdekaan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko saat menjadi pembicara kegiatan “Pemasyarakatan Dan Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila” yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng di Temanggung, Selasa (8/3/2022).

Lahirnya Pancasila pun menurutnya tidak terlepas dari pergolakan Sukarno atas ideologi-ideologi lain yang berkembang yaitu liberalisme, nasionalisme, komunisme, dan sosialisme.

“Keempat hal ini berasal dari luar negeri namun dipahami sebagai konteks dinamika di Indonesia. Seperti penjelasan Sukarno pada sidang BPUPKI: Alangkah banyak macam agama di sini, alangkah banyak aliran pikiran di sini, alangkah banyak macam golongan di sini, alangkah banyak macam suku di sini, bagimana mempersatukan aliran, suku-suku, agama-agama, dan lain-lain sebagainya itu, jikalau tidak diberikan satu dasar yang mereka bersama-sama bisa berpijak di atasnya. Dan itulah saudara-saudara, Pancasila,” kutipnya.

Pidato 1 Juni 1945 Bung Karno pada sidang BPUPKI, menurutnya memberikan rumusan mengenai dasar yang harusnya dijadikan pegangan hidup berbangsa dan bernegara. Dasar itu adalah kebangsaan Indonesia, perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan ketuhanan. Kelima prinsip tersebut dapat diperas menjadi tiga prinsip, yaitu kebangsaan yang berperikemanusiaan (sosio-nasionalisme), demokrasi yang berkeadilan sosial (sosio-demokrasi), dan ketuhanan yang berkebudayaan. Kemudian Tri Sila diperas menjadi Eka Sila yang berarti gotong royong.

Dikatakan, karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukannya. Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya di sekitar 17.508 pulau (Undang-Undang no 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia). Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Joko Prasetyono yang juga hadir di acara itu menegaskan, kemajemukan sosial budaya yang dikristalisasikan dalam bentuk nilai filsafat hidup bangsa (filsafat Pancasila) menurutnya merupakan jati diri nasional, jiwa bangsa, asas kerohanian negara dan sumber cita nasional sekaligus identitas dan integritas nasional. Serta diikat dalam satu ikatan Bhinneka Tunggal Ika dan rasa cinta tanah air bangsa dan negara.(cahyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Sarpras Panti Woro Wiloso Salatiga Diperhatikan

    DUKUNG PENGEMBANGAN. Anggota Komisi C Mustholih bersama pengelola Panti Woro Wiloso ingin mengembangkan sarana dan prasarana panti.(FOTO: Sunu AP) SALATIGA – Komisi C DPRD Jateng mendukung upaya Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Woro Wiloso Salatiga untuk melengkapi sarana dan prasarana…

  • PRIME TOPIC: Seni Musik Menjadi Bagian Ekonomi Kreatif

    SEMARANG – Seni musik merupakan seni yang bisa diterima dan dinikmati hampir semua bangsa, golongan, dan kelompok. Itulah mengapa musik menjadi bahasa yang universal bagi manusia. Hal inilah yang mendasari diangkatnya tema “Ekonomi Kreatif Wadah Seni Musik” dalam dialog Prime Topic DPRD Jawa Tengah di Semarang (5/2/2022).

  • Peningkatan Jalan Ruas Boyolali-Klaten Terus Dikebut

    BOYOLALI – Komisi D DPRD Jateng memantau program peningkatan infrastruktur ruas jalan provinsi, salah satunya perbatasan Boyolali-Klaten, Selasa (30/8/2022). Ketua Komisi D Alwin Basri mengharapkan program pelebaran jalan dapat selesai sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Terlebih, dengan ruas jalan Boyolali-Klaten merupakan jalur padat kerap dilalui kendaraan setiap harinya termasuk truk ukuran kecil dan minibus.

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah

    UNGARAN – Penerapan kurikulum merdeka bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini memiliki tujuan agar peserta didik lebih optimal mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam acara Sosialisasi Non-Perda dengan tema “Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah” baru baru ini, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

  • Komisi E Berkomitmen Kawal Anggaran Pendidikan

    UNGARAN – Komisi E berkunjung ke SMA Negeri 1 Ungaran di Kabupaten Semarang, Rabu (14/8/2019). Kunjungan itu dilakukan guna mencari data informasi terkait pendidikan di sekolah yang terletak di pinggir Jalan Raya Semarang-Bawen.