Penanganan Stunting Butuh Kerja Sama Pemerintah & Masyarakat

WhatsApp Image 2025 01 31 at 09.17.15

SOSIALISASI : Ketua Komisi C Bambang Haryanto memberikan sosialisasi mengenai pencegahan stunting di Kecamatan Karangwelas, Banyumas.(foto: mentari pagi)

BANYUMAS – Kasus stunting di Kabupaten Banyumas perlu mendapat perhatian dari semua kalangan. Ketua Komisi C Bambang Hariyanto dalam sosialisasi kebijakan melalui Media Tradisional DPRD Jateng, mengemukakan persoalan stunting membutuhkan kerja sama dari pemerintah dan masyarakat supaya permasalahan ini terselesaikan.

Melalui program “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’, merupakan program dari upaya untuk mencegah stunting. Tidak dipungkiri, kasus stunting lebih banyak menimpa kepada masyarakat atau keluarga yang masih dibawah garis kemiskinan.

“Melalui program tersebut, sejak bayi dalam usia kandungan sampai kelahiran dan dalam masa pertumbuhan selalu dipantau dan dilaporkan. Kehamilan sehat akan berdampak positif terhadap bayi yang dilahirkan maka dari itu perlu ada partisipasi atau gotong-royong dari masyarakt untukpencegahan dan penanganan stunting,” kata dia, Kamis (30/1/2025), di Balai Kecamatan Karangwelas.

Pada kesempatan itu, Bambang hadir didampingi Camat Karanglewas Dwi Nur Wijayanto dan Kepala Puskesmas Nuniek Marlina Bambang Hariyanto mengajak warga untuk mendata jumlah ibu-ibu yang hamil. Pendataan itu melingkupi dari awal kelahiran, kondisi setiap bulan, termasuk cakupan asupan gizi.

Dalam dialog tersebut ditampilkan pula Tari Lengger adalah kesenian rakyat tradisional yang berasal dari Banyumas dan Wonosobo. Tarian ini merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun temurun. Yang memiliki filosofi Sebagai bentuk syukur atas hasil panen, Sebagai hiburan sosial, Sebagai kegiatan rekreasional, Sebagai sarana untuk mengajarkan agama Islam, sembari memberikan edukasi juga melestarikan budaya kearifan lokal

“Ciri-ciri anak dianggap terdampak stunting ketika mengalami gangguan pertumbuhan dikarenakan kekurangan gizi kronis dalam masa yang panjang, terutama pada 1.000 HPK yang ditandai perawakan pendek,” kata dia.

Setuju dengan Bambang Hariyanto, Nuniek menambahkan dengan adanya pendataan ibu hamil serta pendampingan dan penanganan sejak dini dapat ampuh mengatasi masalah sunting. Puskesmas bekerja sama dengan kecamatan dalam upaya tersebut juga adanya bantuan pengawasan dari pemerintah pusat guna membantu penanganan stunting.(mentari/priyanto)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL: Inovasi Jangan Rusak Kekhasan Seni

    SEMARANG – Dorongan berinovasi dalam berkesenian tidak bisa serta merta dijadikan alasan untuk melestarian kesenian itu. Kesenian harus memiliki kekhasan yang harus dijaga. Pandangan itu dilontarkan anggota DPRD Jateng Danie BT saat menjadi narasumber dalam pergelaran Media Tradisional : Nguri-uri Kebudayaan Jawa Tengah di Lapangan Nggarot, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang, dengan menampilkan pergelaran Tari Gambyong dan Jaran Kepang, Minggu (28/8/2022).

  • Bagus, Pengelolaan BMD di Wonogiri

    WONOGIRI – Guna mendapatkan data dan masukan yang lebih lengkap untuk Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng kembali mengunjungi daerah. Salah satunya menyambangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Wonogiri.

  • Peran Ulama Menghadapi Pilkada Jateng

    DEMAK – Menyikapi Pilkada yang akan dilaksanakan pada tahun ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman meminta masyarakat untuk mengikuti proses demokrasi sampai pada taraf penyempurnaan yakni memilih pemimpin dari program dan sikapnya untuk dijadikan pertimbangan dalam pemilu. Hal itu disampaikannya saat dialog Ruang Aspirasi bersama Ketua PP Masjid Agung Jawa Tengah Noor Achmad dengan tema ‘Peran Ulama Menghadapi Pilkada Jateng’ yang disiarkan langsung dari Studio I Stasiun TVRI Jawa Tengah di Pucang Gading Mranggen Kabupaten Demak, Jumat (7/2/2020).