Pemberdayaan SDM Jadi Prioritas Penguatan Ekonomi Masyarakat

IMG

GELAR PERTEMUAN : Jajaran Komisi E melakukan pertemuan dengan Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigran (BBPPM) Yogyakarta di Sleman.(foto: ayuandani)

SLEMAN – Penguatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Hamid saat bersama rombongan mengunjungi Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigran (BBPPM) Yogyakarta, Selasa (5/4/2022).

Hamid mengatakan pelatihan dan pemberdayaan SDM sangat diperlukan dalam menyejahterakan masyarakat terutama di Provinsi Jawa Tengah yang ternyata masih banyak daerah miskin dan tingkat pengangguran yang cukup ekstrem. Menurutnya, tingkat pengangguran terbesar ada pada lulusan SMK, hal itu dikarenakan jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kondisi, keadaan, dan kebutuhan di lingkungan sekitar.

“Tren dan keinginan anak muda sekarang dengan kebutuhan dunia kerja di daerah-daerah itu berbeda. Saat ini tren IT lebih tinggi peminatnya padahal di daerah itu lapangan pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan yaitu bidang perkebunan persawahan pertukangan dan garmen, kan jadi gak nyambung. Jadi rata-rata lulusan hanya terserap 20% saja. Harapan kami, pelatihan-pelatihan yang diadakan BBPPM ini bisa sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat yang belum terserap di dunia kerja,” kata politikus PKB itu.

Menanggapi hal itu, Kepala BBPPM Yogyakarta Dr Ir Widarjanto mengatakan, hingga saat ini sudah ada tiga kabupaten di Jawa Tengah yang telah dilakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan, yaitu Kudus, Kebumen, dan Wonogiri.  Widarjanto menjelaskan, BUMDes Rukun Lestari di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus perlu adanya perbaikan rumah olah pupuk, kurangnya elevasi urin kandang sapi, perlu adanya pengembangan dan pembenahan parit penampungan menuju pengolahan biogas, dan tambahan rumah pakan.

“Kami memiliki konsep 3 in 1 untuk pemberdayaan masyarakat desa dengan melakukan pendampingan, pelatihan/penyuluhan, dan stimulasi usaha (modal). Dengan begitu kami berharap bisa membantu mengurangi angka pengangguran dengan membuka peluang wirausaha di desa-desa, khususnya di Jawa Tengah,” ucap dia.

Anggota Komisi E Jasiman menanyakan perihal  regulasi untuk menjadi peserta pelatihan dibawah BBPPM. Karena menurutnya, banyak daerah lain di Jawa Tengah yang juga membutuhkan pelatihan tersebut.

Widarjanto menjelaskan, pelatihan diadakan jika ada bantuan dari Kemendes terlebih dahulu, karena BBPPM berada dibawah Kemendes. Jika sudah ada bantuan permodalan usaha bumdes, pihaknya akan bersurat ke Disnkaer atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa kalau akan ada pelatihan.

“Yang menentukan kelompok atau desanya itu dari dinas terkait, karena bumdes itu sudah ada kelompok-kelompoknya, jadi setelah itu mereka nanti akan kami latih disana atau di tempat kami,” jelas Widarjanto.(ayu/priyanto)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL: Reog Jadi Kekayaan Seni Milik Kabupaten Semarang

    UNGARAN – Cetar-ceter pecut dari sejumlah lelaki yang mengenakan pakaian serba hitam langsung disambut bunyi gamelan dan sinden yang melantunkan tetembangan Jawa. Sesaat kemudian, sejumlah anak-anak muda mengenakan busana beraneka warna-warni beserta kuda lumping dengan rancak menyuguhkan tarian “keprajuritan” masuk dalam ruangan.

  • PANTAU PANTI: Dukung Pembangunan Daerah dalam Penanganan PMKS

    PEMALANG – Dalam acara ‘Sosialisasi Penerima bantuan Permakanan Satu Orang Satu Hari (SOSH) panti/ LKS Swasta 2021’ di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/2/2021), program pelayanan panti menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menjadi perbincangan hangat antara DPRD dan pihak pengelola panti sosial. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, saat menjadi pembicara dalam acara tersebut.

  • Susun Raperda BPR Syariah, Komisi C Studi Banding ke Sleman

    SLEMAN – Dalam rangka memenuhi data untuk penyusunan Raperda tentang Konsolidasi PT. BPR BKK se–Jawa Tengah menjadi BPRS/ Bank Umum Syariah (BUS), Komisi C DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Setda Kabupaten Sleman, Selasa (17/6/2025). Hal itu mengingat kabupaten tersebut sudah memiliki Bank Syariah Sleman.

  • Sukirman: Ormas Keagamaan Berperan Mendidik Masyarakat

    PEMALANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menghadiri acara peletakan batu pertama Kantor Sekretariat Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, baru-baru ini. Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Pemalang KH. Mukhlasin, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Ajeng Triyani, beserta perangkat daerah Kecamatan Ampelgading.

  • Bapemperda Dorong Penguatan Fungsi Koperasi & UMKM

    SRAGEN – Guna memberikan payung hukum yang sesuai bagi pelaku koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bapemperda Prov Jateng melakukan diskusi dengan pegiat koperasi dan UMKM di Sendang Kun Gerit, Kabupaten Sragen, Rabu (31/7/2024). Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan dan memfasilitasi para pelaku usaha kecil agar memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjalankan usahanya.