Pansus Tertarik Pengelolaan Hasil Kelautan Kota Cirebon

WhatsApp Image 2021 08 27 at 19.27.28

CENDERA MATA : Ketua Pansus Riyono bertukar cendera mata dengan Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon Yati Rohayati, kemarin.(foto: ervan ramayuda)

CIREBON – Panitia Khusus (Pansus) Perlindungan Nelayan, Pemberdayaan Petambak Garam dan Pengolah DPRD Jawa Tengah melakukan penguatan data raperda ke Kantor Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Kelautan Kota Cirebon, Jumat (27/8/2021).

Ketua Pansus Riyono menyampaikan, pihaknya ingin mendapatkan data dan informasi terkait pola pengaturan nelayan, termasuk tata kelola garam dari Cirebon. Masukan ini penting guna menguatkan sektor kelautan di Jawa Tengah, terlebih guna menguatkan sektor pengelolaan garam.

“Negara wajib hadir untuk masalah nelayan. Terlebih sama-sama miliki daerah pantura, tentu ada permasalahan di sektor kelautan, termasuk di dalamnya nelayan dan garam. Masalah ini patut menjadi perhatian kita semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pansus didampingi Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Fendiawan Tiskiantoro. Mereka diterima Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon Yati Rohayati dan Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Ir. Erythrina Oktiyani di ruang Aula Graha Bahari.

Dalam pertemuan tersebut Erythrina Oktiyani memaparkan Kota Cirebon yang terletak di Pantai Utara Jawa Barat bagian timur memiliki sumber daya alam laut atau pantai dengan , luas : 51,86 km2. Potensi perikanan di Perairan Laut Jawa sebesar 1.341.632 ton. Jumlah ikan yang boleh ditangkap sebesar 1.083.305 ton, dan ikan yang banyak dimanfaatkan di perairan ini antara lain, ikan karang, udang lobster dan cumi-cumi. Kota Cirebon, lanjutnya, juga memiliki hasil olahan perikanan seperti fish jelly (nugget, baso, kaki naga, ekado).

Dalam sesi tanya jawab, anggota pansus Saeful Hadi menyampaikan Kota Cirebon memiliki banyak perusahaan pengolahan perikanan. Kondisi tersebut berbeda dengan Jawa Tengah dengan jumlah produksi ikan yang melimpah namun tempat pengolahannya sedikit.

“Ini menjadi catatan bagaimana kita harus turut memperhatikan masalah kelautan,” ucapnya.

Selanjutnya, Riyono menyampaikan, dari hasil penguatan data di Kota Cirebon akan dijadikan masukan guna pengembangan sektor kelautan untuk Jawa Tengah.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).