MEDIA TRADISIONAL: Melestarikan Tarian Kubro Siswo

20230211155649 IMG

JADI NARASUMBER: Sekretarias Komisi B M Ngainirrichadl menjadi narasumber dalam acara Media Tradisional dengan tema “Nguri-uri Kesenian Tradisional sebagai Perekat Kebersamaan”, di Aula Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.(foto: rafdhan raharjo)

TEMANGGUNG – Pementasan seni tari Kubro Siswo memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Desa Mergowati. Hal itu dapat dilihat dari ramainya pengunjung yang hadir dalam acara Media Tradisional dengan tema “Nguri-uri Kesenian Tradisional sebagai Perekat Kebersamaan”, di Aula Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Sabtu (11/2/2023). Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah M. Ngainirrichadl hadir sebagai salah satu narasumber.

Tarian Kubro Siswo merupakan kesenian tradisional yang menyajikan tarian dan dibarengi dengan shalawat. Terjadi akulturasi antara kesenian tradisional dengan budaya Islam. Salah satu latar belakang dari kesenian ini adalah membantu penyebaran agama Islam dan juga berperan dalam melawan penjajah.

Richad mengatakan kesenian tradisional tetap perlu dilestarikan supaya tidak tergerus  perkembangan zaman. Ia juga menegaskan dengan tarian tradisional mampu menjaga kebersamaan antarsesama masyarakat.

“Saya berharap anak anak zaman sekarang lebih mengenal tarian tradisional daripada lagu lagu masa kini” terang Ricad sapaan akrabnya

Selanjutnya, Dzeaol Lami selaku narasumber mengatakan bahwa kesenian tradisional yang membawa agama Islam akan menjadi sarana dakwah yang mudah diterima oleh masyarakat.

“Kesenian Kubro Siswo merupakan salah satu contoh seni tradisional yang berbau agama Islam sehingga kesenian ini dapat digunakan untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat sekitar dan menjadikan masyarakat untul lebih ingat kepada Tuhan” terang Lami

Diakhir dialog, Ricadl menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam melestarikan kebudayaan. Perlu adanya sosialisasi yg terus menerus kepada masyarakat agar seni tradisional dapat diterima. Ia juga berharap bahwa dengan kesenian ini terjalin kerukunan antar masyarakat.(ayu/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi D Apresiasi Pengelolaan Sampah dan RTH Kota Cirebon

    CIREBON – Sebagai daerah penyangga, Kota Cirebon menghadapi masalah persampahan. Namun demikian masifnya upaya edukasi dari Pemkot Cirebon dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memilah dan mengolah sampah menjadikan permasalahan sampah bisa terkurangi. Pun dengan ruang terbuka hijau (RTH), Pemkot Cirebon berupaya supaya persentase luasan kawasan itu bertambah mengingat keterbatasan ruang wilayah kota.

  • Kunjungi BPPTKG, Komisi E Ingin Tahu Kondisi Gunung Merapi

    YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta, Kamis (9/1/2025). Dalam kesempatan tersebut Komisi E didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan.

  • Pahami Inseminasi Buatan di BIB Lembang

    LEMBANG – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama Komisi B DPRD berkunjung ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang Kabupaten Bandung, Selasa (14/1/2020), dalam rangka mencari informasi mengenai pengelolaan produk ternak. Dengan informasi itu, DPRD berharap nantinya dapat membantu penyediaan produk ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak yang ada di Provinsi Jateng.

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah

    UNGARAN – Penerapan kurikulum merdeka bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini memiliki tujuan agar peserta didik lebih optimal mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam acara Sosialisasi Non-Perda dengan tema “Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah” baru baru ini, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

  • Kinerja Kebun Benih Sonobijo Sukoharjo Perlu Digenjot

    SUKOHARJO – Kinerja pendapatan Kebun Benih Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Sonobijo Kabupaten Sukoharjo mendapat sorotan dari Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Saat berdialog dengan pengelola Kebun Benih, Rabu (7/10/2020), Komisi C menilai kinerja yang dihasilkan pada tahun ini masih perlu digenjot.