MEDIA TRADISIONAL: Kesenian Lengger Batang Perlu Diperkenalkan

Screenshot 20220213

SOAL KESENIAN. Kesenian Lengger asli Kabupaten Batang dalam kegiatan ‘Dialog Parlemen’ dan ‘Pagelaran Media Tradisional’ dengan tema ‘Nguri-uri Kesenian Khas Kabupaten Batang,’ di Gedung Pertemuan Pagilaran, Sabtu (12/2/2022). (foto Alfariz Firdausya Bintang Permana)

BATANG – Nyanyian sinden yang merdu diiringi dengan harmoni musik gamelan, mengawali pertunjukan penari laki-laki dan perempuan yang berlenggak-lenggok penuh gemulai dibalut kostum khas kuda lumping. Atraksi Kesenian Lengger, begitulah masyarakat Kabupaten Batang menyebut kesenian yang ditampilkan di Gedung Pertemuan Pagilaran tersebut.

Acara itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan ‘Dialog Parlemen’ dan ‘Pagelaran Media Tradisional’ dengan tema ‘Nguri-uri Kesenian Khas Kabupaten Batang,’ akhir pekan ini. Sebagai narasumber utama, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Masruhan Samsurie bersama narasumber lain yang hadir yakni Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Affy Koesmoyorini dan Dosen IAIN Pekalongan Turno.

Pada kesempatan itu, salah satu pelaku seni yang masih berusia 18 tahun, Alifah, mengaku bangga bisa ikut melestarikan Kesenian Lengger tersebut. Namun, diakuinya pula kesenian itu mulai ditinggalkan oleh kaum muda karena lebih berminat menikmati budaya barat. Dalam rutinitasnya, Alifah juga mengungkapkan teman-temannya enggan melestarikan budaya itu karena kostum yang digunakan untuk penari perempuan terlihat terbuka sehingga takut menimbulkan ‘stigma’ negatiif.

“Saya bangga sebagai anak muda yang masih melestarikan kebudayaan Indonesia yang sudah lama. Tapi, teman-teman saya tidak berminat untuk ikut melestarikan kesenian itu karena lebih suka hiburan barat. Selain itu, mereka juga malu karena kostum yang dipakai Penari Lengger untuk perempuan terlihat terbuka jadi mereka takut dipandang kurang baik sama teman-teman yang lain,” tutur Alifah.

Dosen IAIN Pekalongan Turno memberi tanggapan sekaligus solusi bahwa atraksi Kesenian Lengger itu dapat terus dilestarikan oleh generasi penerus bangsa dengan cara memasukkannya ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok). Dengan begitu, kesenian tersebut dapat dipelajari secara formal.

“Kalau mendengar ungkapan dari Dik Alifah tadi, saya bisa memberikan solusi dan masukan kepada Pak Masruhan selaku wakil masyarakat dan Ibu Affy sebagai perwakilan dari disdikbud agar kesenian itu bisa dimasukkan ke dalam kurikulum mulok ya sehingga kita dapat mengajarkan Kesenian Lengger tersebut secara formal” ujar dosen.

Menanggapinya, Affy Koesmoyorini beranggapan bahwa usulan itu dapat dipertimbangkan dengan baik karena usulannya didasari atas keinginan menjaga kekayaan budaya dan menurunkannya untuk anak cucu ke depannya. “Usulan dari Pak Turno itu bisa menjadi solusi untuk permasalahan yang diungkapkan oleh Dik Alifah. Akan saya sampaikan usulan tersebut agar bisa dipertimbangkan karena tujuannya agar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati budaya yang menjadi kekayaan Indonesia,” ujar Affy.

Senada dengan Affy, Masruhan juga setuju dengan usulan itu dan meminta Disdikbud Kabupaten Batang segera menindaklanjuti ke dalam kurikulum mulok. Ia mengaku ingin terus menikmati kesenian tersebut ke depannya.

“Usulan yang bagus ya Pak Turno. Bu Affy, tolong agar usulan itu segera ditindaklanjuti oleh disdikbud ya agar atraksi Kesenian Lengger dimasukkan ke dalam kurikulum mulok di Kabupaten Batang. Saya berharap, dengan dilestarikannya kesenian tersebut, saya bisa terus menikmatinya untuk ke depannya,” harapnya. (bintang/ariel)

Berita Terkait

  • Komisi I DPRD Sumsel Puji Keharmonisan DPRD-Pemprov Jateng

    GEDUNG BERLIAN – Kepala Bagian (Kabag) Humas Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jawa Tengah Soewondo menerima tamu kunjungan dari Komisi I beserta Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan Ramadhan S Basyeban dan jajarannya. Pertemuan dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (23/5/2022).

  • Realisasi Pendapatan KBH Kopeng Dibahas

    KOPENG – Komisi C DPRD Provinsi Jateng mengapresiasi Kebun Benih Hortikultura (KBH) Kopeng Kabupaten Semarang, yang mampu merealisasikan pendapatan sebesar 99% dari target, di tengah pandemi Covid19. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi C MH Wicaksono, usai memimpin dialog dengan jajaran pengelola KBH Kopeng, Kamis (10/12/2020).

  • PRIME TOPIC: Jaga Distribusi Bahan Pangan Guna Tahan Laju Inflasi

    SURAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng mengingatkan supaya pemerintah bisa terus menjaga stabilitas harga pangan untuk menjaga inflasi daerah. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi B Sumanto dalam acara Prime Topic DPRD Provinsi Jawa Tengah yang disiarkan langsung oleh Radio Trijaya dan Radio Pandanaran di ruang rapat Nakula Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) lantai II, Rabu (7/8/2022).

  • Kemiskinan & Pengangguran Terbuka Jadi Isu Strategis Perubahan RPJMD 2018-2023

    SEMARANG – Masalah kemiskinan, pendidikan dan pengangguran terbuka menjadi isu stategis pada 2022. Permasalahan tersebut menjadi catatan DPRD yang patut dicarikan solusi. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto saat memberi tanggapan dan masukan pada acara Musrenbang Perubahan RPJMD 2018-2023 dan RKPD 2022 di Grhadika Bakti Praja, Rabu (14/4/2021)