Didukung, Kesiapan Pembelajaran di SMK 1 Kedawung

WhatsApp Image 2021 01 27 at 16.01.24

BERI PAPARAN : Ketua Komisi E Abdul Hamid memberikan paparan di hadapan pemangku kepentingan dan guru di SMK 1 Kedawung, Sragen.(foto: dewi sekarsari)

SRAGEN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kedawung, Sragen, tengah bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sekolah tersebut sebelumnya telah menerapakan semi-boarding (asrama) kepada siswa. Kesiapan apa yang dilakukan terlebih masa pandemi Covid-19 ini menarik perhatian Komisi E DPRD Jateng.

Pada Rabu (27/1/2021), Dewan mengunjungi sekolah tersebut. Ketua Komisi E Abdul Hamid sangat mendukung upaya sekolah mengembangkan minat siswa dalam menekuni ilmu. Baginya, pengembangan pendidikan tidak bisa ditentukan pada satu cabang ilmu. Namun kesemuanya tergantung minat dari siswa itu sendiri.

Kepala SMK N 1 Dra Budi Isnanik MPd mengupayakan sekolah ini selalu berkembang bagi peserta didik. Selain itu, masyarakat sekitar juga ikut serta berkontribusi. “Awal 2021ini mendapat sertifikat yang harapannya menjadikan anak-anak lebih memperhatikan dunia usaha dan dunia kerja,” ujarnya.

Terkait semi-boarding gratis, SMK N 1 Kedawung berupaya keras menyiapkan peraturan terkait protokol kesehatan. Hanya saja untuk pemberlakuannya menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Roberto Agung menjelaskan ada 15 SMA/SMK Jateng yang menerapkan semi-boarding. Tujuan semi-boarding atau asrama yakni untuk meminimalisasi keterbatasan akses serta peningkatan sektor pendidikan.

“Konsep kami membuat dua gedung yang terpisah. Terkait 2021 kami siapkan anggaran untuk 30 siswa dalam fasilitas seperti seragam, makan dan minum 30 siswa dalam satu sekolah,” ucap Robert.

Untuk operasional semi-boarding menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan pemantauan dari cabang dinas. Dari segi fasilitas sudah memadai, yang kurang yakni penataan lingkungan di 15 sekolah. Total alokasi anggaran Rp 7,3 miliar untuk 15 sekolah semi boarding

Mendengar hal itu, Komisi E menyambut baik sekolah semi boarding dengan harapannya anggaran tidak di refocusing sehingga dapat berjalan lancar. Dinamika di masyarakat dapat memotivasi dan mendapat dukungan supaya SMK yang khusus seperti ini bisa bertahan dan lebih baik.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).