Komisi E Bahas Target Jateng 2021

IMG 20200622

Abdul Hamid. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

GEDUNG BERLIAN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengelar rapat tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021, Senin (22/6/2020), di ruang rapat komisi. Rapat itu dipimpin Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid, Wakil Ketua Abdul Azis, dan Sekretaris Sri Ruwiyati bersama Anggota Komisi E lainnya.

Dalam rapat itu, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) mitra Komisi E hadir. Diantaranya Sekretariat DPRD, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng.

“Mari, kita diskusikan dan tata dengan baik serta selalu berdasarkan kewenangan Undang Undang. Program 2020 kita evaluasi bersama guna mencapai target-target terbaik pada 2021 mendatang untuk masyarakat Jateng,” kata Abdul Hamid, Legislator dari Fraksi PKB.

Ada beberapa hal yang patut di evaluasi, salah satunya bantuan sosial yang sudah berjalan beberapa minggu lalu, seperti bantuan sosial untuk sejumlah panti yang tersebar di seluruh Jateng. Dalam hal ini, Komisi E meminta bantuan itu dapat diperhatikan lebih cermat, terkait per item bantuan. Selain itu, bantuan sembako diharapkan pula mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam perpanjangan stok pangan beberapa hari ke depan.

“Sembako harus yang baik, isi dari sembako baiknya diteliti kualitas beras, minyak, dan semua yang akan disalurkan. Karena, ini terkait perhatian pemerintah yang dirasa serius terhadap masyarakat Jateng,” kata Anggota Komisi E dari Fraksi PDI Perjuangan, Endrianingsih

Sementara, Anggota Komisi E lainnya, Yudi Indras Wiendarto menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Menurut dia sistem online dalam pemberian Kartu Prakerja baiknya di awasi secara serius dan hati-hati. Karena, Pemerintah mengharapkan Kartu Prakerja itu tepat sasaran kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Proses verifikasi harus lebih diteliti lagi agar tidak disalahgunakan oleh orang tak bertanggungjawab, harus diseleksi secara cermat agar tepat sasaran,” harap Politikus Gerindra itu.

Soal penanganan Covid-19, Anggota Komisi E dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jateng Joko Purnomo meminta BPBD lebih waspada agar bisa terselesaikan dengan baik. Ia menilai sosialisasi sangat penting bagi masyarakat sehingga harus terus dilakukan guna peringatan terhadap masyarakat. 

“Sosialisasi dari orang-orang yang dirasa penting bagi masyarakat juga perlu agar bisa menarik perhatian masyarakat terkait penanganan Covid yang lebih serius,” jelas Joko.

Dijadwalkan, pembahasan RKPD Tahun 2021 itu akan berlangsung selama 4 hari atau hingga Kamis (25/6/2020). Dalam rapat pembahasannya, OPD mitra Komisi E lainnya secara bergantian memaparkan rencana kerjanya pada Tahun Anggaran 2021. (tyas/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam