Komisi C Beri Pujian Pelayanan Prima RSUD Kota Batu

1 abatu1

CENDERA MATA. Ketua Komisi C Asfirla Harisanto memberikan cendera mata kepada pengelola RSUD Karsa Husada, Kota Batu, Jatim.(Foto: Sunu AP)

BATU – Ketua Komisi C Asfirla Harisanto mengatakan, RSUD Karsa Husada di Kota Batu, Jatim dipilih sebagai tempat kaji banding pengelolaan RSUD karena pelayanan maupun kinerjanya sangat bagus.

“Bahkan saya mengalami sendiri kala mengantar pasien terserang stroke, langsung ditangani oleh dokter spesialis. Rupanya di Karya Husada, siapa dari mana si pasien itu urusan belakang. Saya juga lihat, di sini pasien bisa dapat layanan CT-Scan di hari pertama opname,” jelas Bogi, sapaan karib politikus PDI Perjuangan itu saat memipin kaji banding komisi, Selasa (2/7/2019).

(dari kiri ke kanan) Ketua Komisi C Asfirla Harisanto, dokter Yulianto Prabowo, dan Sekretaris Komisi C Tety Indarti.

Turut hadir Kepala Dinkes Jateng dokter Yulianto Prabowo dan direksi sejumlah RSUD Jateng. Rombongan diterima oleh Koordinator Layanan Medik RSUD Karsa Husada dokter Ferdinandus, mewakili Direkturnya dokter Tries Anggraini yang sedang bertugas ke luar negeri.

Senada, anggota Komisi C Mustholih menanyakan bagaimana mengombinasikan pelayanan pasien peserta BPJS dengan jamkesda dan lainnya.

“Juga berapa jumlah piutang BPJS dan cara mengatasinya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

Sementara anggota Komisi C dari Partai Demokrat, Bambang Eko Purnomo yang akrab disapa BEP menanyakan apakah ada setoran PAD ke Pemkot Batu? Sedang anggota Komisi C dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Rodhi menanyakan solusi antrean pasien, terutama yang harus rawat inap.

Menanggapi Komisi C, Ferdinandus mengungkapkan, Karya Husada sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) maka tidak ada pendapatan yang disetor ke Pemkot.

“Kami bahkan masih mendapat subsidi dari Pemkot. Adapun jika ada saldo (sisa lebih anggaran), akan digunakan untuk belanja tahun berikutnya,” jelasnya.

Selanjutnya Ferdinandus menegaskan, pihaknya memegang teguh prinsip rumah sakit tidak boleh menolak pasien. “Misal ada pasien non-BPJS tapi juga tidak punya Jamkesda atau Jampersal, tetep kami layani. Tidak boleh misalnya, kami suruh pulang untuk urus dulu jaminan dari Pemkot,” katanya.

Dia mengakui pihaknya pernah mengalami waktu tunggu pasien rawat inap (bed occupancy rasio melebihi 100%). Solusinya antara lain mengatur waktu kedatangan dokter (biasanya ada datang sore bahkan malam), yakni dokter wajib datang (visite) pasien pagi agar pada pukul 08.00 sudah diketahui pasien mana yang boleh pulang. “Sehingga tiap pukul 10.00 dapat diketahui berapa ranjang di kelas mana yang bisa ditempati pasien baru,” simpulnya.

Saat ini, lanjutnya, piutang Karya Husada di BPJS sejak April mencapai Rp 3,616 miliar. Untuk menjaga cashflow, klaim BPJS selama tiga bulan ditabung dan hanya untuk belanja obat. “Jadi dokter dan tenaga medis sementara ‘puasa’ dan sudah jadi komitmen bersama,” tandasnya.(sunu/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi E Janji Akan Kaji Permintaan Dibukanya SMA Negeri SBBS di Gemolong

    SRAGEN – Komisi E DPRD Jateng akan segera mengkaji lebih mendalam perihal pengaduan dan permohonan rekomendasi pengajuan dibukanya kembali SMA Sragen Biliual Boarding School (SBBS) yang berada di Kecamatan Gemolong, Sragen. Pihak DPRD tidak bisa serta merta menyetujui permohonan tersebut tanpa ada kajian lebih mendalam baik terutama dari sisi legal formal.

  • DPRD Serap Aspirasi Pengemudi Truk

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan pengemudi truk yang tergabung dalam sejumlah kelompok seperti dari Aliansi Pengemudi Independen (API), Koin Peduli Driver Truk (KPDT), Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI), Kamis (10/3/2022), melakukan audensi dengan DPRD Jateng. Dalam pertemuan yang dipusatkan di Ruang Rapat Badan Musyawarah Lt IV, mereka ditemui anggota DPRD Denny Septiviant dan Danie Budi Tjahjanto.

  • Komisi A Tertarik Konsep Keprotokolan Pemprov Jatim

    SURABAYA โ€“ Tata cara atau prosedur jalannya penyambutan pimpinan (keprotokolan) di Provinsi Jatim menjadi perhatian Komisi A DPRD Jateng. Masing-masing daerah memilliki pola pelayanan atau tata cara yang berbeda. Pada Jumat (6/12/2024), Komisi A diterima langsung oleh Kepala Bagian Biro Umum Setdaprov Jatim Rahmad Hadiman dan Biro Administrasi Pimpinan Zaenal Muttaqin.

  • Sektor Pertanian Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

    LIHAT PANEN : Komisi B melihat panen sayur mayur yang dikelola kelompok “Tani Citra Muda” di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.(foto: faiz fuadi) UNGARAN – Komisi B DPRD Jateng optimistis sektor pertanian mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Wakil Ketua Komisi…