BERITA KOMISI B

  • Keluar Masuk Ternak Perlu Pengawasan Ketat

    SRAGEN – Akses jalan tol, selain mempermudah percepatan arus transportasi, ternyata membawa dampak buruk terhadap pengawasan lalu lintas ternak keluar masuk ke Provinsi Jateng. Pasalnya, sekarang sudah sangat jarang truk pengangkut ternak yang mendatangi Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) untuk proses screening atau penyaringan secara ketat agar kualitas ternak tetap terjaga dan terhindar dari penyakit menular.

  • Perlu, Penguatan Fungsi Balai Benih

    MUNGKID – Selama ini, peran balai benih milik Pemprov Jateng belum menunjukkan perannya untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan masyarakat. Melihat kondisi itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menilai perlu adanya penguatan fungsi sehingga kinerja balai benih dapat berperan maksimal.

  • Cadangan Beras Jateng Capai 876 Ribu Ton

    UNGARAN – Kondisi ketahanan pangan di Jateng sampai Maret 2021 masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Cadangan beras mencapai 876.812 ton, sementara stabilitas komoditas kedelai bisa terkendali. Namun permasalahan arus bawah sektor pertanian dan peternakan harus diselesaikan karena belum mengalami kemajuan yang signifikan, di antaranya masih adanya petani yang kesulitan mendapatkan pupuk.

  • DPRD Minta Vaksinasi Covid-19 Merata

    UNGARAN – Strategi pemulihan dan pencegahan Covid-19 melalui vaksinasi terus diupayakan melalui pemerintah pusat diteruskan di seluruh daerah termasuk Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut menjadi perbincangan hangat dalam dialog radio yang disiarkan langsung di LPPL Rasika USA 105.6 FM, Kabupaten Semarang, Jumat (19/2/2021) dipandu host Harris WB. Dalam acara itu bertindak sebagai narasumber Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto, anggota Komisi B dokter Sholeha Kurniawati dan Dyah Kartika Permatasari, dan anggota Komisi E Ida Nurul Farida.

  • DPRD Dukung Program Pemerintah Tangani Covid-19

    UNGARAN – Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luas bagi sektor perekonomian, pendidikan, sosial, pembangunan, sampai pariwisata. Guna meringankan beban masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melakukan beberapa langkah untuk memulihkan semua sektor yang terdampak. DPRD pun turut andil mendukung berbagai keputusan dan kebijakan penanganan Covid-19 baik dari pemerintah pusat sampai tingkat daerah.

  • Hasilkan Produk Unggulan, Kebun Benih Perlu Riset & Penelitian

    WONOGIRI – Dari pantauan Komisi B DPRD Provinsi Jateng ke Kebun Benih Palawija Sidoharjo Kabupaten Wonogiri, Rabu (27/1/2021), terlihat bahwa produk pertanian yang dihasilkan belum mampu meningkatkan animo petani untuk membelinya. Penilaian itu ditegaskan oleh Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sumanto karena sampai sekarang hampir semua Kebun Benih milik Pemprov Jateng hanya sekedar bertahan hidup.

  • Karantina Hasil Pertanian Perlu Mekanisme Ketat

    YOGYAKARTA – Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Ngainirichard menginginkan ada mekanisme karantina serta pendataan secara baik setiap produk pertanian, perikanan, peternakan hingga hewan peliharaan yang masuk di Provinsi Jawa Tengah. Dengan mekanisme secara ketat, segala jenis produk yang keluar masuk daerah dapat teridentifikasi jelas. Dengan demikian bila ada yang membawa bakteri penyakit bisa segera teratasi

  • RAPAT KERJA KOMISI B: Bahas Kegiatan Ekonomi Masyarakat

    GEDUNG BERLIAN- Dalam rapat yang digelar Komisi B DPRD Provinsi Jateng bersama beberapa mitra organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Komisi B DPRD Sumanto meminta adanya percepatan dalam pelaksanaan kegiatan dengan membelanjakan kegiatan yang sudah direncanakan. Tujuannya, perekonomian masyarakat dapat tetap bergerak di tengah kondisi pandemi Covid-19.

  • Komisi B Tertarik Budi Daya Umbi Porang

    MADIUN – Umbi porang tengah menjadi incaran pasar ekspor, mengingat memiliki banyak khasiat terutama bisa menjadi salah satu bahan dasar produk kecantikan. Karena itu budi daya tanaman porang pun menjadi idola bagi petani.