Investasi di Jepara Kembali Bergairah

Screenshot 20211124

BICARA INVESTASI. Komisi A DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan DPMPTSP Kabupaten Jepara, Selasa (23/11/2021), membahas kegiatan investasi pada tahun ini. (foto teguh prasetyo)

JEPARA – Kegiatan investasi di Kabupaten Jepara, yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19, kini mulai bergairah. Hal itu terlihat dari data Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara yang menyebutkan adanya investasi yang masuk dengan nilai Rp 4,5 triliun.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jepara Hery Yuliyanto menyampaikan pihaknya ditarget inveatasi dalam RPJMD Kabupaten Jepara sekitar Rp 1,06 triliun dengan serapan tenaga kerja sebesar 15.000 pada tahun ini. Tercatat, hingga triwulan ketiga sudah mencapai angka Rp 4,5 triliun untuk penanaman modal asing (PMA) di 9 sektor usaha yang menyerap 14.000 tenaga kerja. Kemudian, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 129 miliar untuk 20 sektor usaha dengan menyerap 2.000 tenaga kerja. 

“Investasi dengan nilai Rp 4,1 triliun ada di sektor listrik, gas, dan air. Selebihnya dari Industri alas kaki dan tekstil,” jelasnya kepada Komisi A DPRD Provinsi Jateng dalam diskusi di Kantor DPMPTSP Kabupaten Jepara, Selasa (23/11/2021). 

Untuk pelayanan investasi, Kantor DPMPTSP sudah terintegrasi dengan Gedung Mall Pelayanan Publik. Ada sekitar 200 layanan yang dilayani di MPP dan khusus di DPMPTSP melayani 42 jenis pelayanan yang ada di sistem aplikasi Online Single Submission (OSS).

“Sampai triwulan ini, dari 42 layanan, kami sudah memberikan pelayanan sebanyak 1.025. Untuk penilaian SKM (Survey Kepuasan Masyarakat), kami di angka 87,04 yang kategorinya sangat baik,” ujarnya.

Mendengarnya, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Muhammad Soleh berharap masuknya investasi sebesar Rp 4,5 triliun ke Kabupaten Jepara akan banyak menyerap tenaga kerja baru. Hal tersebut disampaikannya dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan sinkronisasi rencana penanaman modal di kabupaten/ kota dan provinsi. 

“Dengan adanya investasi Rp 4,5 triliun dari PMA plus PMDN, harapannya akan lebih banyak tenaga kerja baru di Kabupaten Jepara. Sehingga, akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Jepara itu sendiri,” ucap Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jateng itu sembari menambahkan, “realisasi investasi penanaman modal tersebut juga berkaitan dengan UMKM. Sehingga, laporan kinerja penanaman modal itu, baik PMA maupun PMDN, diharapkan segera dilaporkan kepada Pemprov Jateng.” (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.