FOCUS GROUP DISCUSSION: Medsos Bisa Bangun Pencitraan Politikus

IMG

FOKUS DISKUSI: Sejumlah narasumber mendiskusikan medsos dalam acara FGD (Focus Group Discussion) dengan tema ‘’Peran Media Sosial sebagai Sumber Literasi Positif atau Negatif ‘’ di Cemara Tujuh Resto, Wonosobo.(foto: dyana sulist)

WONOSOBO – Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etika dan norma yang ada. Tidak dapat dipungkiri keberadaan media sosial telah menjadi tren di masyarakat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko dalam kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan tema ‘’Peran Media Sosial sebagai Sumber Literasi Positif atau Negatif ‘’ di Cemara Tujuh Resto, Wonosobo, Sabtu (26/11/2022).

Sofianto, Dosen Komunikasi Unsiq Wonosobo yang juga narasumber menyatakan  media sosial ialah media komunikasi yang terhubung dengan internet. Dimana dari media-media itu bisa berinteraksi secara sosial. Untuk yang harus di hindari media sosial dari segi politik adalah, bagaimana caranya politikus itu bisa membangun brand image dan menciptakan reputasi yang baik, dan memanfaatkan edukasi politik dengan membangun ikatan media sosial, dan feedbacknya bisa tersampaikan secara langsung dan tujuan media sosial untuk akses saja,‘’ terang Sofianto.

Selanjutnya Adib Irfangi selaku pelaku media sosial juga mengiyakan keterangan narsumber lain. “Pribadi saya sendiri medsos itu sangat bermanfaat, sangat penting untuk kita semua. banyak manfaat yang kita peroleh dari media sosial itu sendiri. 

Serta mendapati banyak ilmu di medsos. Medsos dipakai di politik, bisa menghemat dan mengektivitaskan secara materil, untuk berkampanye, bagaimana cara membagi kebijakan-kebijakan serta informasi bagi rakyat,” ucapnya.(dyana/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).