FGD : Manfaatkan Teknologi secara Baik & Benar

WhatsApp Image 2024 11 12 at 09.12.42

BERI PAPARAN : Anggota DPRD Kholik Idris memberikan paparan kepada warga masyarakat di Kecamatan Wonosobo.(foto: ervan ramayudha)

WONOSOBO – Dalam era globalisasi seperti saat ini masyarakat harus  bisa melakukan pemanfaatan teknologi dalam proses pembangunan. Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah hampir seluruh aspek sendi kehidupan. Revolusi digital telah membawa dampak yang signifikan, baik positif maupun negatif, yang perlu dipahami dengan seksama.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Prov. Jateng Kholik Idris dalam kegiatan sosialisasi kebijakan melalui Focus Group Discussion (FGD), Selasa (12/11/2024). FGD mengambil tema “Pemanfaatan Teknologi dalam Proses Pembangunan” acara tersebut digelar di Hall New Star Cineplex (NSC) Wonosobo, Kantor Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo.

Teknologi digital merujuk pada penggunaan perangkat elektronik dan sistem informasi untuk menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dalam bentuk digital. Hal ini mencakup berbagai perangkat seperti komputer, smartphone, internet, media sosial, dan aplikasi digital lainnya yang memungkinkan semua orang untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan mengakses informasi dengan lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Dampak teknologi digital pada kehidupan sehari-hari seperti memberikan kemudahan akses informasi, peningkatan produktivitas, perubahan gaya hidup, tantangan pribadi. Selain dampak positif teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Peran teknologi digital dalam Bisnis efisiensi operasional, inovasi produk dan layanan, jangkauan global, pengalaman pelanggan unggul.

Dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital, lanjut Kholik, ancaman keamanan juga semakin meningkat. Peretas dapat mengakses informasi pribadi, mencuri identitas, dan bahkan mengendalikan perangkat elektronik untuk tujuan jahat. Menjaga keamanan siber menjadi tantangan utama di era digital ini, hal inilah merupakan salah satu ancaman kerentanan keamanan yang harus diwaspadai.

Teknologi digital memudahkan pengumpulan dan penyebaran data pribadi secara masif. Media sosial, aplikasi, dan layanan online dapat melacak dan mengumpulkan informasi sensitif tentang pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Menjaga privasi menjadi semakin sulit di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan Untuk meminimalkan ancaman keamanan dan privasi, diperlukan langkah-langkah perlindungan yang lebih ketat. Mulai dari penggunaan sandi yang kuat, enkripsi data, hingga kesadaran pengguna akan keamanan siber. Regulasi dan kebijakan yang efektif juga dibutuhkan untuk melindungi hak-hak digital setiap individu.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana