Ferry Ingatkan Peran Penting Pemberdayaan Desa

1 aferr1

TEMU KONSTITUEN : Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono berbicara di depan konstituen dalam kegiatan reses di Kebumen, Sabtu (8/8/2020).(foto: priyanto)

KEBUMEN – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menekankan mengenai pentingnya pemberdayaan desa. Secara panjang lebar ia juga turut mengingatkan perihal tatanan kenormalan baru saat pandemik Covid-19 sekarang berupa penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menjaga imunitas tubuh.

Penegasan ini disampaikannya di hadapan warga Kebumen dalam kegiatan reses yang digelar di Dukuh Kemangunan, Desa Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen, Sabtu (8/8/2020). Bahkan dalam acara itu telah terbentuk komunitas menamakan diri Sedulur Kang Ferry untuk mempererat silaturahmi di antara mereka.

Dalam penjelasannya, sekarang ini pemerintah sudah menyiapkan sejumlah program untuk pemberdayaan masyarakat. Program bantuan sosial yang dikucurkan dari pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota perlu mendapatkan perhatian dari masyarakat. Anggaran itu sedapat mungkin bisa digunakan baik untuk pemberdayaan usaha. Selain itu ada pula jaring pengaman ekonomi termasuk ada program bantuan modal bahan baku. Bagi pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan bahan baku, bisa mengajukan bantuan tersebut.

“Masa pandemi Covid-19 menjadikan aktivitas kita serba sangat terbatas. Namun demikian hal ini tidak perlu dijadikan hambatan. Ada peluang-peluang serta perhatian pemerintah yang tidak habisnya dialokasikan supaya masyarakat bisa bertahan. Kami di legislatif pun mendesak pemerintah agar kemudahan mendapatkan jaringan internet segera direalisasikan mengingat aktivitas belajar mengajar menggantungkan pada konektivitas jaringan. Kasihan warga yang bertempat tinggal di kawasan tidak ada jaringan internet,” ucap politikus Partai Golkar itu.

Dalam kesempatan itu pula, Hadi Sofyan selaku tenaga ahli pendamping dana desa yang didaulat untuk memberi paparan mengenai pemberdayaan masyarakat desa menjelaskan, agar penggunaan dana desa tidak didominasi untuk kegiatan infrastruktur (fisik). Desa juga diminta tidak latah dengan konsep desa wisata. Di Kebumen saja, masyarakat desa sudah mulai kembali mengembangkan pola pertanian-peternakan. Pupuk kimia pun mulai ditinggalkan selanjutkan mengoptimalkan pupuk organik.

Saat sesi penyerapan aspirasi, ada warga yang bertanya kepada Ferry Wawan Cahyono mengenai pengajuan bantuan. Selanjutnya Ferry memaparkan pola pengajuan bantuan dari bawah untuk selanjutnya dibawa ke provinsi untuk dikaji terlebih dulu. Bila disetujui maka bantuan disalurkan.(tyas/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam