Bagus, Perkembangan MPP Kebumen

Screenshot 20210608

MAL PELAYANAN. Komisi A DPRD Provinsi Jateng saat berdiskusi dengan DPMPTSP Kabupaten Kebumen, Selasa (8/6/2021), membahas perkembangan MPP setempat. (foto evi rahmawati)

KEBUMEN – Kabupaten Kebumen adalah kabupaten yang layak diacungi jempol. Pasalnya, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kebumen merupakan MPP kedua yang diresmikan di Jateng setelah MPP Banyumas.

Untuk itu, Komisi A DPRD Provinsi Jateng ingin mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan untuk masyarakat sekitar. Diskusi mengenai MPP tersebut digelar di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kebumen, Selasa (8/6/2021).

Dalam diskusi itu, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Saeful Hadi menanyakan beberapa hal seperti keberadaan MPP yang mampu membantu masyarakat. Termasuk soal pelayanan tanpa calo, pelayanan gratis, dan kendala yang dihadapi selama ini. 

”Kami ingin mengetahui seberapa membantu keberadaan MPP untuk masyarakat. Apakah sudah betul-betul sesuai dengan yang kita semua harapkan, bebas dari calo dan juga apa saja yang selama ini menjadi kendala dalam MPP tersebut. Jika ada kendala, bagaimana nantinya kita bisa mencari solusi bersama,” kata Saeful.

Anggota Komisi A lainnya, Stephanus Sukirno, berharap adanya pelayanan pada Sabtu dan Minggu. “Hal tersebut diperuntukkan pegawai pemerintahan yang akan mengurus sesuatu bisa dengan mudah terlayani tanpa harus izin kerja,” kata Stephanus.

Menanggapi hal itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Kebumen Slamet Mustolhah mengatakan MPP hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Ia mengakui selama ini proses pelayanan izin/ non izin yang didelegasikan DPMPTSP masih kurang optimal. 

“Masalah utamanya diantaranya pelayanan perizinan belum terpusat menjadi satu tempat, pelayanan perizinan yang masih rawan pungutan tidak resmi, formulir permohonan perizinan yang masih sulit diakses dan perizinan yang memakan waktu yang lama. Hal tersebut kemudian menjadi hal yang perlu dievaluasi sehingga PTSP Kabupaten Kebumen mempunyai strategi tersendiri yaitu dengan cara jemput bola di seluruh kecamatan,” jelas Slamet, didampingi Kabid Izin Usaha Bahrun Munawir bersama Kepala Disdukcapil Kabupaten Kebumen Maskhemi. 

Mengenai pelayanan Sabtu dan Minggu, lanjut dia, pihaknya masih mempertimbangkannya. Karena, saat ini sudah ada pelayanan online.

“Waktu pelayanan langsung yang tatap muka hanya 5 hari kerja. Sedangkan untuk pelayanan online terus berjalan tanpa di batasi waktu. Jadi, kalau memang pelayanan online ini tidak memadai, maka akan mempertimbangkan pelayanan extratime pada Sabtu. Untuk itu, kami akan melihat respon dari masyarakat terlebih dahulu,” jelas Slamet. 

Untuk pelayanan dari instansi vertikal seperti label halal, pihaknya mengaku hal itu dapat diwujudkan ke depannya. Ia berharap DPRD Provinsi Jateng bisa menjembatani ke Kanwil Kemenag.

“Dengan begitu, masyarakat yang akan mengurus produk halalnya tidak lagi perlu jauh-jauh ke Kota Semarang,“ harapnya.

Ia berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar pelayanan semakin baik, cepat, dan mudah. “Semoga ke depan dapat membangun satu sistem pelayanan yang terintegrasi agar semua layanan dapat diakses secara online mengikuti perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Sementara, Bahrun Munawir mengatakan terdapat pelayanan online Siperi yang tidak hanya berkaitan dengan perizinan tapi juga memasukkan informasi seperti produk-produk UMKM, kuliner, dan lain-lain. “Pelayanan tersebut sudah terintegrasi dengan pajak sehingga bagi masyarakat yang belum menyelesaikan urusan perpajakan, tidak bisa mendapatkan pelayanan perizinan,” kata Bahrun.

Ia juga mengatakan pada awalnya pelayanannya beda kantor dan sekarang sudah dalam satu tempat namun beda loket. Ia mengaku bangga bahwa skor indeks penilaian kepuasan masyarakat meningkat, yang awalnya 82 menjadi 88.

“Untuk perencanaan pengembangan ke depan, pelayanan tersebut akan diintegrasikan dalam pelayanan satu pintu. Sehingga, mekanisme, SOP, dan sistem perizinan menjadi terintegrasi,” ujarnya. (evi/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam