Atlit Sepatu Roda Mohon Doa Restu

20210920075343 IMG

PANTAU ATLIT. Sukirman memantau kesiapan akhir atlit sepatu roda di GOR Jatidiri Semarang, Senin (20/9/2021) pagi. (foto ariel noviandri)

SEMARANG – Sebagai upaya persiapan akhir menuju PON XX Papua, sejumlah atlit sepatu roda menggelar latihan di GOR Jatidiri Semarang, Senin (20/9/2021) pagi. Usai latihan, Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jateng Sukirman menggelar doa bersama untuk memohon restu agar para atlit mampu meraih prestasi.

“Dalam persiapan terakhir ini, saya melihat sudah sangat baik dan siap bertanding. Saya harapkan kesehatan atlit tetap terjaga,” katanya, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng.

Dalam acara yang digelar secara virtual itu, ia juga memohon dukungan doa dari para orangtua atlit. “Bagi para orangtua, kami mohonkan doanya agar anak-anak yang berangkat ke Papua selalu diberi kesehatan. Kita pendam dulu rasa rindu dan beri dukungan bagi anak-anak yang akan berlaga,” kata Politikus PKB itu.

Senada, Muh. Arif Rahman selaku pelatih juga berharap para atlit mampu menjaga kesehatannya sehingga tidak ada kendala saat berlaga nantinya. “Kita berharap kesehatan atlit tetap terjaga dan mampu menunjukkan performa terbaik sehingga bisa pulang membawa medali,” kata Arif.

Dalam acara tersebut, masing-masing atlit dipersilahkan untuk ‘sungkem’ ke orangtuanya sebagai simbol memohon restu. Suasana haru tampak di wajah masing-masing atlit, pelatih, official hingga para orangtua yang menitikkan airmatanya. Kemudian, Sukirman memotong tumpeng ‘selametan’ bagi seluruh atlit dan pihak terkait.

Rizky Adianprasasti, salah satu atlit, mengatakan, “mohon doanya untuk melaju ke PON dan membawa medali.” (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam