Netralitas ASN di Sukoharjo Jadi Perhatian Serius

01 Kom A SKH

BICARA PEMILU. Komisi A saat berdialog dengan Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Selasa (9/4/2019). (foto ariel noviandri)

SUKOHARJO – Menghadapi pemilu serentak pada 17 April 2019, Komisi A DPRD Jateng meminta bawaslu lebih menggenjot upaya pengawasannya. Seperti disampaikan Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro di Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Selasa (9/4/2019), upaya pengawasan tidak hanya praktik money politics (politik uang) tapi juga persoalan netralitas aparatur sipil negara (ASN).

“Netralitas ASN perlu diperhatikan karena menjelang masa pencoblosan ini ada indikasi penyalahgunaan jabatan untuk mengarahkan masyarakat memilih calon tertentu,” katanya.

Anisa Devy Ika Natalia. (foto ariel noviandri)

Senada, Anggota Komisi A DPRD Jateng Anisa Devy Ika Natalia sikap ASN selama proses pemilu ini berlangsung perlu diperhatikan serius. Bahkan, tidak hanya ASN tapi kepala desa (kades) atau perangkat desa juga punya kecenderungan melakukan pelanggaran.

“Kami berharap bawaslu bisa mengawasi hingga ke tingkat desa agar pelanggarannya dapat diminimalisir,” harap Anisa.

Sementara, Anggota Komisi A lainnya, Sumarji, Sumarji, lebih fokus pada persoalan logistik pemilu. Ia meminta bawaslu bisa berkoordinasi dengan KPU dalam pengelolaan logistik pemilu seperti surat suara.

Sumarji. (foto ariel noviandri)

“Soal surat suara, pengawasan .perlu diperhatikan. Diharapkan, koordinasi dengan KPU tetap terjalin baik karena beberapa waktu lalu masih ada kekurangan surat suara,” ucap Sumarji.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan selama ini pihaknya mengupayakan tindakan persuasif dan komunikatif. Tujuannya, jika ada potensi pelanggaran, dapat dikomunikasikan dan diingatkan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. 

“Selama ini kami terus melakukan sosialisasi ke kelompok sasaran, sosialisasi pengawasan partisipatif, menjalin komunikasi dengan elemen masyarakat, melibatkan ormas, penggunaan aplikasi eLula, dan laporan periodik. Pengawasan di TPS pun kami diperketat, yang didukung dengan pembentukan Relawan Demokrasi. Diharapkan, dengan langkah-langkah tersebut pelanggaran pemilu tidak terjadi,” kata Bambang.

Persoalan money politics, ia mengakui, selama ini masih sulit ditangani, meski sudah ada penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) di bawaslu. Dari pemetaan kerawanan pemilu, pihaknya membagi menjadi 5 bagian diantaranya money politics, netralitas penyelenggara, isu SARA, netralitas ASN, dan netralitas kades/ perangkat desa.

“Soal netralitas ASN, pihaknya sudah berkoordinir dengan pemkab dan pengawasan khusus di lingkungan perangkat desa yang rawan tidak netral. Mengenai money politics, kami tetap memperhatikannya dengan serius. Selain itu, berkampanye di masa tenang dan intimidasi pemilih. Sebelumnya, ada satu pelanggaran pidana, yang minggu depan masuk perisidangan. Pelanggarannya yakni berkampanye di tempat yang tidak seharusnya dan praktik money politics,” paparnya.

Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo. (foto ariel noviandri)

Data Bawaslu Kabupaten Sukoharjo mencatat, jumlah pemilih saat ini mencapai 674.504 orang. Angka itu tersebar di 12 kelurahan dengan 2.402 TPS. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Tata Kelola JEC Perkuat Data & Informasi dalam Draft Raperda PRPP

    YOGYAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memperkuat data dan informasi guna melengkapi pembahasan Raperda tentang Perubahan Status PT Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perseroda ke Jogjakarta Expo Center (JEC) Provinsi DIY, Jumat (6/11/2020). Disana, rombongan dewan diterima Kabid Pengelola Barang Milik Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DIY Adi Nugroho dan Kabid Bina Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Indarti Sri Untari Merdekawati.

  • Parlemen Radio: Santri Wajib Rawat Keragaman Indonesia

    GEDUNG BERLIAN – Santri dan Sumpah Pemuda. Demikian topik yang diangkat dalam Parlemen Radio, Senin (4/11/2019). Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menegaskan, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda diharapkan para santri ini mempunyai pemikiran-pemikiran di masa depan. Dengan demikian Indonesia bisa menjadi negara moderat dan bisa merangkul semua elemen-elemen yang ada