PSIS Semarang Audiensi ke DPRD

IMG 20210104 WA0062

BAHAS STADION. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Manajemen PSIS Semarang dan Suporter Panser Biru membahas soal Stadion Jatidiri di ruang rapat Komisi E, Gedung Berlian, Senin (4/1/2021). (foto choirul amin)

GEDUNG BERLIAN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menerima audiensi dari Manajemen PSIS Semarang dan suporter Panser Biru di ruang rapat Komisi E, Senin (4/1/2021). Saat berdiskusi dengan jajaran Komisi E, Ketua Panser Biru Kepareng memohon kepada DPRD untuk mendorong Pemprov Jateng agar PSIS dapat segera memanfaatkan Stadion Jatidiri Semarang, yang sudah hampir 4 tahun ini direnovasi.

“Kami mohon Bapak-Bapak Komisi E bisa menjembatani aspirasi kami yaitu ‘2021 Balik Jatidiri’ bisa terealisasi, Meskipun sampai sekarang proses pengerjaan finishing stadion berhenti, Manajemen PSIS beserta suporter bisa memberikan support kepada Pemprov Jateng,” ujar Kepareng.

Selama ini, lanjut dia, suporter PSIS harus menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam untuk menonton tim kesayangannya bermain di Kota Magelang karena Stadion Jatidiri masih dalam pengerjaam. “Hal tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan kami, mengingat sering terjadi korban suporter apabila PSIS bermain disana,” ungkapnya.

Sementara, Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang Yoyok Sukawi berharap masyarakat tidak berpikir negatif bahwa nantinya Stadion Jatidiri dikuasai oleh sebagian kelompok orang. Justru, menurut dia, dengan selesainya pembangunan stadion itu, ke depan bisa mendorong perkembangan di lingkungan sekitar stadion seperti UMKM dan lainnya.

“Jangan berpikiran bahwa proses percepatan (pembangunan) tahap akhir nanti akan dikuasasi oleh sebagian kelompok. Namun, hal itu bertujuan untuk kepentingan bersama, pun juga bisa mendorong berkembangnya perekonomian di sektor lain,” ujar Yoyok, yang juga Anggota DPR RI itu.

Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid mengungkapkan renovasi tahap akhir Gedung Olah Raga (GOR) Jatidiri pada 2020 menjadi molor akibat adanya pandemi. Soal kelanjutan proyek, Komisi E akan menanyakan progresnya ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng.

“Kami akan teruskan usulan itu ke gubernur dan meminta keterangan secara teknis pada Disporapar Jateng,” kata Abdul.

Dalam hal ini, pihaknya mengaku sepakat untuk mendukung keinginan suporter PSIS mempercepat proses akhir perbaikan Stadion Jatidiri Semarang. Tujuannya agar segera bisa digunakan semua pecinta bola di Kota Semarang.

“Hal baik ini kami dukung karena dari pihak Manajemen dan Suporter PSIS telah berkomitmen untuk bisa membantu mencari jalan keluar terbaik penyelesaian tahap akhir Stadion Jatidiri. Harapannya, masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang cukup jauh sekaligus mengurangi biaya selama menonton pertandingan PSIS Semarang,” tandasnya. (amin/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam