Kebun Tohudan Karanganyar Perlu Dibenahi

Screenshot 20190506 192410

BAHAS KEBUN. Komisi C DPRD Jateng saat membahas kinerja kebun di KB Tohudan Karanganyar, Senin (6/5/2019). (foto sunu andhy purwanto)

KARANGANYAR – Komisi C DPRD Jateng prihatin melihat kondisi serta pengelolaan Kebun Benih Tohudan di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Empat hektare diantaranya dibiarkan mangkrak, sedang lahan produksi yang  diberdayakan hanya dua hektare,  tanaman yang tidak bisa diunggulkan. 

Demikian ditegaskan Anggota Komisi C Muhammad Rodhi, saat memimpin kunjungan kerja Komisi C ke KB Tohudan, Senin (6/5/2019). “Kami semua (Komisi C) merasa eman sebetulnya melihat kondisi yang demikian itu. Maka kami sarankan agar diupayakan dapat disewakan dengan pola bagi hasil  misalnya, pasti lebih menguntungkan,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Senada, politikus senior Partai Golkar RA Kusdilah menambahkan memang melihat besarnya modal dengan perolehan PAD yang mungil sangat tidak sebanding.  Kebun ini dapat alokasi APBD 2019 sebanyak  Rp 104,7  juta, namun sampai April ini baru memperoleh hasil tidak sampai sejuta rupiah (Rp 400.500). 

“Sangat disayangkan. Namun, kami berharap, dari pengembangan satu unit benih lengkeng (1.000 batang), akhir tahun nanti bisa menyumbang PAD sekitar Rp 15 juta (Rp 15.000/batang),” tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi C Mustholih berpesan agar ptugas pengelola kebun-kebun milik Pemprov Jateng mulai berpikir historis dan kemudian dengan sepenuh hati melestarikannya. Bahwa, dahulu bangsa-bangsa penjajah berbondong-bondong ke Indonesia itu karena tanahnya yang subur menghasilkan berbagai rempah, hortikultura sampai dengan tanaman pangannya.

“Nah, sekarang penjajah sudah tidak ada, ya sebisanya kita buktikan bahwa kita bisa mengelolanya dengan benar dan baik. Apalagi kebun pemerintah, yang semua kebutuhannya mulai benih hingga pupuk maupun modalnya, dibebakan ke APBD, maka tunjukkan hasilnya lah, malu kita kalau seperti ini terus,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu.

Kebun Benih Tohudan Karanganyar tidak berubah dan nyaris sama kondisinya saat disambangi Komisi C tahun lalu (9/8/2018). Memiliki lahan seluas 6 hektare, pada tahun ini mendapat anggaran (APBD) Rp 104 juta lebih.

Mengandalkan perbanyakan benih lengkeng, itu pun hanya satu unit setara 1.000 batang, yang diperkirakan bisa laku Rp 15 juta dengan harga jual Rp 15.ooo per batang. Namun, angka tersebut belum memperhitungkan benih yang gagal berkembang, tidak terjual hingga lewat tahun anggaran maupun harga per batang yang bisa kurang dari Rp 15.000. (sunu/ariel)

Info Lainnya

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam

  • Pentingnya Semangat Relawan dalam Kegiatan ‘Jogo Kali’

    KARANGANYAR – Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengumpulkan seluruh sukarelawan Jogo Kali Karangayar dalam kegiatan rapat koordinasi tindak lanjut usai penanaman pohon, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam adalah tugas utama dari sukarelawan Jogo Kali

  • DPRD Jateng Terima Kritik Mahasiswa atas Program Pemerintah

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi sekitar 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (24/8/2026). Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi bertajuk ‘Seruan Aksi Diponegoro Melawan’ yang berlangsung dengan orasi dan dialog antara mahasiswa dan wakil rakyat