Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah.

PERIODE DATA

24 Agustus 2026 – 30 Agustus 2026

Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan

Ruang Lingkup Pemantauan

Pemantauan dilakukan terhadap pemberitaan mengenai DPRD Jawa Tengah pada media mainstream yang meliputi media online, media cetak, dan televisi (TV). 

Pemantauan mencakup topik pemberitaan, sentimen, media yang memberitakan, serta pihak atau author yang membicarakan DPRD Jawa Tengah.

Tujuan Laporan

Laporan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas komunikasi dan eksistensi DPRD Jawa Tengah di media mainstream serta menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan strategi komunikasi. 

Pengukuran dilakukan dengan memetakan topik utama yang menjadi pembahasan publik mengenai DPRD Jawa Tengah serta melihat sebaran pemberitaan pada berbagai kanal media mainstream.

Menganalisis sentimen pemberitaan terhadap DPRD Jawa Tengah dan entitas lain yang menjadi bagian dari pemantauan, termasuk mengidentifikasi potensi isu, krisis, maupun informasi penting yang perlu mendapat perhatian.

Kemudian mengidentifikasi media dan author yang memberitakan atau membahas DPRD Jawa Tengah, sekaligus melihat kecenderungan sentimen pemberitaan yang dihasilkan.

Serta mengukur eksposur dan kecenderungan pemberitaan sebagai dasar untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi publik DPRD Jawa Tengah.

Ringkasan Eksekutif Pemberitaan DPRD Jawa Tengah

Selama periode pemantauan, DPRD Jawa Tengah mencatat 154 pemberitaan di media mainstream. Eksposur sangat didominasi media online, dengan 151 artikel atau 98,05%, sedangkan media cetak menyumbang 3 artikel atau 1,95%. Sementara itu, tidak terdapat pemberitaan dari media televisi.

Dari aspek sentimen, pemberitaan DPRD Jawa Tengah secara umum berada dalam kecenderungan positif, dengan sentimen Positive sebesar 53,25%, diikuti Neutral 25,32% dan Negative 21,43%. Komposisi ini menunjukkan bahwa narasi positif masih lebih kuat dibandingkan pemberitaan bernada negatif.

Pemberitaan positif terutama didorong oleh isu Taj Yasin Maimoen Terima Budai Award sebanyak 14 artikel, Pameran UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa sebanyak 8 artikel, serta Penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2026 sebanyak 7 artikel. Ketiga isu tersebut memperkuat citra DPRD Jawa Tengah melalui narasi penghargaan tokoh, dukungan terhadap UMKM, serta apresiasi terhadap figur inspiratif.

Pada sentimen netral, isu Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng menjadi topik dominan dengan 22 artikel. Sementara itu, pemberitaan negatif terutama muncul pada isu DPRD Jateng Menerima Aspirasi Mahasiswa Undip sebanyak 9 artikel dan Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan sebanyak 8 artikel.

Secara keseluruhan, eksposur DPRD Jawa Tengah masih menunjukkan kecenderungan positif, namun isu demonstrasi mahasiswa, aspirasi publik, serta persoalan yang menyangkut integritas figur perlu menjadi perhatian dalam strategi komunikasi dan mitigasi isu.

Puncak Pemberitaan Mingguan DPRD Jawa Tengah

Pada periode pemantauan, puncak pemberitaan DPRD Jawa Tengah terjadi pada 24 Agustus dengan 59 artikel. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh isu Taj Yasin Maimoen Terima Budai Award sebanyak 14 artikel dan Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan sebanyak 8 artikel. Kondisi ini menunjukkan perhatian media pada awal periode terbagi antara narasi apresiasi terhadap tokoh dan sorotan negatif terkait figur politik.

Setelah mencapai puncak, volume pemberitaan turun signifikan menjadi 17 artikel pada 25 Agustus. Eksposur kemudian kembali meningkat menjadi 33 artikel pada 26 Agustus, terutama dipicu isu Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng yang menghasilkan 13 artikel. Namun, isu tersebut tidak berlanjut menjadi tren pemberitaan berkepanjangan sehingga volume pemberitaan kembali menurun hingga akhir periode.

Menjelang akhir periode, pemberitaan DPRD Jawa Tengah semakin tersebar pada isu sosial, pangan, dan kegiatan kelembagaan, antara lain Penanganan Stunting oleh Setya Arinugroho, DPRD Jateng Dukung Kemandirian Pangan, dan Program Jogo Kali oleh Sumanto.

Secara keseluruhan, pola pemberitaan mingguan menunjukkan konsentrasi eksposur tertinggi terjadi pada awal periode, kemudian mengalami penurunan dengan isu yang semakin beragam. Momentum pemberitaan paling besar dipengaruhi oleh isu penghargaan tokoh dan kasus yang melibatkan figur politik, sementara isu aksi mahasiswa menjadi pemicu kenaikan sementara di pertengahan periode.

Top 5 Pemberitaan Berdasarkan Sentimen DPRD Jawa Tengah

Lima isu pemberitaan utama DPRD Jawa Tengah pada periode pemantauan menunjukkan dominasi isu netral dan positif, dengan Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng menjadi topik terbanyak, mencapai 22 artikel. Pemberitaan mengenai isu ini cenderung informatif, berfokus pada situasi keamanan dan dinamika aksi mahasiswa di sekitar Gedung DPRD Jateng, tanpa memberikan penilaian langsung terhadap kinerja lembaga.

Dari sisi positif, isu Taj Yasin Maimoen Terima Budai Award menempati posisi berikutnya dengan 14 artikel, disusul Pameran UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa sebanyak 8 artikel. Kedua isu tersebut memperkuat eksposur positif melalui narasi penghargaan terhadap tokoh serta dukungan terhadap UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, pemberitaan negatif terutama berasal dari isu DPRD Jateng Menerima Aspirasi Mahasiswa Undip sebanyak 9 artikel dan Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan sebanyak 8 artikel. Kedua isu ini menunjukkan adanya perhatian media terhadap aspirasi mahasiswa dan persoalan yang berkaitan dengan figur politik.

Secara keseluruhan, Top 5 pemberitaan menunjukkan eksposur DPRD Jawa Tengah masih ditopang oleh isu positif dan netral. Namun, isu demonstrasi mahasiswa, penyampaian aspirasi publik, serta pemberitaan negatif terkait figur politik perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi persepsi terhadap reputasi kelembagaan apabila berkembang lebih luas.

Profil Pemberitaan Ketua DPRD Jawa Tengah

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto tercatat mendapat 1 artikel pemberitaan selama periode pemantauan, dengan 100% sentimen positif. Meskipun eksposurnya masih terbatas, pemberitaan tersebut menunjukkan citra yang kondusif melalui isu yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Topik yang diangkat adalah Program Jogo Kali oleh Sumanto, yang menyoroti kegiatan tanam pohon rutin bersama relawan sebagai bagian dari upaya menjaga sumber air, merawat lingkungan, serta memperkuat ketahanan air bagi masyarakat.

Pemberitaan tersebut dimuat oleh BERITAJATENG.TV sebanyak 1 artikel. Dengan demikian, eksposur Ketua DPRD Jawa Tengah pada periode ini belum tersebar luas di media mainstream, tetapi satu-satunya pemberitaan yang muncul membawa narasi positif mengenai kepedulian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air.

Profil Pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mencatat 29 artikel pemberitaan selama periode pemantauan. Pemberitaan didominasi sentimen positif sebesar 93,10%, sementara sentimen netral mencapai 6,90% dan tidak ditemukan pemberitaan negatif. Komposisi tersebut menunjukkan eksposur Wakil Ketua DPRD Jateng cenderung kondusif, dengan perhatian media terutama pada isu pembangunan, sosial, lingkungan, dan pemerataan wilayah.

Dari sisi figur, Setya Arinugroho, menjadi Wakil Ketua yang paling banyak diberitakan dengan 13 artikel. Pemberitaannya terutama terkait Wacana Pemekaran Kabupaten Banyumas sebanyak 5 artikel, Bahas Lahan Kritis 4 artikel, dan Penanganan Stunting 4 artikel. Selanjutnya, Mohammad Saleh, tercatat dalam 5 artikel, Sarif Abadillah, sebanyak 2 artikel, dan Heri Pudyamoko sebanyak 1 artikel.

Dari sisi kanal, JATENG.AKURAT.CO, METROJATENG, dan JATENG POS menjadi media utama yang memberitakan aktivitas serta isu terkait Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah. Ketiga kanal tersebut menjadi sumber penting dalam membangun eksposur dan penyebaran informasi mengenai aktivitas para Wakil Ketua.

Secara keseluruhan, profil pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jateng menunjukkan performa reputasi yang sangat positif, ditandai tingginya sentimen positif dan nihil sentimen negatif. Ke depan, isu pembangunan, lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pemerataan wilayah dapat terus dioptimalkan sebagai narasi strategis untuk memperkuat citra Wakil Ketua DPRD sebagai representasi kepentingan masyarakat.

Ringkasan Pemberitaan Pemprov Jawa Tengah

Pemprov Jawa Tengah mencatat 787 artikel pemberitaan selama periode pemantauan. Eksposur didominasi media online sebanyak 749 artikel atau 95,17%, sementara media cetak menyumbang 37 artikel dan media televisi tidak mencatat pemberitaan.

Dari sisi sentimen, pemberitaan Pemprov Jawa Tengah menunjukkan kecenderungan sangat positif, dengan sentimen Positive mencapai 80,30%, disusul Negative 10,93% dan Neutral 8,77%. Komposisi ini menunjukkan narasi positif masih jauh lebih dominan dibandingkan pemberitaan negatif maupun netral.

Isu positif paling banyak diberitakan adalah Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan 69 artikel, yang menonjolkan kemajuan energi terbarukan dan komitmen terhadap pengembangan energi bersih. Berikutnya, Central Java Investment Business Forum 2026 memperoleh 66 artikel dengan narasi mengenai peluang investasi dan penguatan iklim ekonomi Jawa Tengah.

Sementara itu, isu negatif utama adalah Taj Yasin Maimoen Imbau Antisipasi Karhutla dengan 38 artikel. Pemberitaan tersebut menunjukkan perhatian media terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tantangan lingkungan yang dihadapi Jawa Tengah. Adapun isu netral terbanyak adalah Taj Yasin Maimoen Dorong Modifikasi Cuaca dengan 48 artikel, yang cenderung bersifat informatif terkait upaya menghadapi kondisi cuaca dan dampaknya.

Secara keseluruhan, pemberitaan Pemprov Jawa Tengah memiliki performa reputasi yang kuat dan progresif, tercermin dari dominasi sentimen positif sebesar 80,30%. Narasi pembangunan energi terbarukan dan investasi menjadi penguat utama citra positif, sementara isu lingkungan, khususnya karhutla, perlu terus dimonitor agar tidak berkembang menjadi tekanan reputasi yang lebih besar.

Share of Voice Seluruh Wilayah

Selama periode pemantauan 24–30 Agustus 2026, tercatat 2.864 pemberitaan dari seluruh wilayah yang dianalisis. Pemprov Jawa Tengah memiliki Share of Voice (SOV) tertinggi dengan 787 artikel atau sekitar 27% dari total pemberitaan. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa percakapan media paling banyak terkonsentrasi pada aktivitas, kebijakan, dan agenda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Eksposur berikutnya ditempati DPRD DKI Jakarta dengan 532 artikel atau 19%, disusul DPRD Jawa Barat sebanyak 272 artikel atau 9% dan DPRD Jawa Timur sebanyak 271 artikel atau 9%. Tingginya volume pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa lembaga legislatif di provinsi dengan aktivitas pemerintahan dan politik yang besar masih menjadi kontributor utama dalam percakapan media lintas wilayah.

Sementara itu, DPRD Jawa Tengah mencatat 154 artikel atau sekitar 5%. Posisi tersebut berada di kelompok menengah bersama DPRD DIY sekitar 6%, DPRD Kabupaten Batang sekitar 6%, dan DPRD Kabupaten Pekalongan sekitar 5%.

Secara keseluruhan, SOV DPRD Jawa Tengah masih berada di bawah eksposur DPRD provinsi besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Namun, dengan kontribusi sekitar 5% dari total 2.864 pemberitaan, DPRD Jateng tetap memiliki visibilitas yang cukup signifikan dalam percakapan media lintas wilayah. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan eksposur melalui isu strategis yang memiliki dampak luas dan nilai pemberitaan tinggi.

Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait — Pekalongan, Pemalang, Batang

Pemantauan pemberitaan DPRD di wilayah Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, dan Batang menunjukkan perbedaan tingkat eksposur dan kecenderungan sentimen. Kabupaten Batang mencatat volume pemberitaan tertinggi dengan 180 artikel, disusul Kabupaten Pekalongan 139 artikel, Kota Pekalongan 114 artikel, dan Kabupaten Pemalang 100 artikel.

Dari sisi sentimen, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan menunjukkan kecenderungan positif yang kuat, masing-masing dengan 125 dan 85 artikel positif. Sebaliknya, Kabupaten Pekalongan menghadapi tekanan negatif paling besar, dengan 60 artikel negatif.

Isu yang paling mendorong sentimen negatif di Kabupaten Pekalongan adalah Sidang Korupsi Bupati Pekalongan dengan 28 artikel negatif. Di Kabupaten Pemalang, isu Kebakaran Pasar Belik menghasilkan 9 artikel negatif, sementara Kabupaten Batang mendapat tekanan negatif dari isu Kukuh Fajar Romadhon Dukung Peningkatan Insentif sebanyak 7 artikel negatif.

Sementara itu, narasi positif paling menonjol muncul melalui SEZ Industropolis Run 2026 di Kabupaten Batang dengan 13 artikel positif, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Lingkungan di Kota Pekalongan dengan 20 artikel positif, serta Bantuan Air Bersih oleh PLN di Kabupaten Pemalang dengan 20 artikel positif.

Kanal media yang paling dominan dalam pemberitaan gabungan wilayah tersebut meliputi Radar Pekalongan–Disway.id, Pekalongankota, Jawa Pos–Metro Pekalongan, Tribunnews–Jateng, dan Suara Merdeka Pantura.

Secara keseluruhan, Batang menjadi wilayah dengan eksposur tertinggi sekaligus kecenderungan positif yang kuat, sedangkan Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang paling membutuhkan perhatian dari sisi mitigasi isu karena tingginya pemberitaan negatif. Bagi DPRD Jawa Tengah, dinamika di wilayah sekitar ini penting dipantau karena isu lokal dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja dan citra kelembagaan legislatif di tingkat provinsi.

Pemantauan Percakapan DPRD Provinsi Lain — Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten

Pemantauan percakapan DPRD provinsi lain menunjukkan DPRD DKI Jakarta memiliki volume pemberitaan tertinggi dengan 532 artikel, disusul DPRD Jawa Barat 272 artikel dan DPRD Jawa Timur 271 artikel. Dari sisi sentimen, Jawa Barat dan Bali menunjukkan kecenderungan positif, masing-masing dengan 111 dan 37 artikel positif. Sebaliknya, DPRD DKI Jakarta menghadapi tekanan negatif paling besar dengan 191 artikel negatif.

Tekanan negatif paling signifikan di DKI Jakarta dipicu isu Usulan Kenaikan Tarif Parkir dengan 70 artikel. Di Jawa Timur, isu Polemik Ijazah Anggota DPRD Bojonegoro menjadi sorotan negatif dengan 11 artikel, sedangkan di DI Yogyakarta, Aksi Mahasiswa di Depan DPRD DIY menghasilkan 14 artikel negatif. Ketiga isu tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik, persoalan integritas figur, dan dinamika aksi mahasiswa menjadi faktor yang dapat mendorong peningkatan sentimen negatif.

Sementara itu, narasi positif menonjol terlihat di Jawa Barat melalui isu Peringatan Maulid Nabi oleh Pradi Supriatna sebanyak 8 artikel, DI Yogyakarta melalui Festival Mustika Rasa oleh Hasto Wardoyo sebanyak 12 artikel, serta Bali melalui Upacara Metatah Massal di Denpasar sebanyak 27 artikel.

Kanal media yang paling dominan dalam percakapan gabungan antardaerah adalah MSN.COM, RRI, Harian Bernas, Koranmanado, dan News.

Secara keseluruhan, perbandingan ini menunjukkan bahwa volume eksposur yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan sentimen positif. DPRD DKI Jakarta memiliki eksposur terbesar, tetapi juga menghadapi tekanan negatif paling tinggi. Sementara itu, Jawa Barat dan Bali relatif mampu membangun percakapan positif melalui kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Kondisi ini dapat menjadi pembanding bagi DPRD Jawa Tengah dalam memilih isu yang mampu memperluas eksposur sekaligus menjaga sentimen pemberitaan tetap positif.

Ringkasan Strategis Media Mainstream

Kesimpulan Keseluruhan

Pemberitaan DPRD Jawa Tengah periode 24–30 Agustus 2026 masih didominasi sentimen positif dengan total 154 artikel. Eksposur hampir sepenuhnya berasal dari media online, yakni 151 artikel atau 98,05%, sementara media cetak mencatat 3 artikel dan tidak terdapat pemberitaan dari televisi.

Komposisi sentimen terdiri atas Positive 53,25%, Neutral 25,32%, dan Negative 21,43%. Kondisi ini menunjukkan citra DPRD Jawa Tengah masih relatif positif, tetapi proporsi pemberitaan negatif perlu menjadi perhatian, khususnya terkait dinamika aksi mahasiswa, respons terhadap aspirasi publik, dan sorotan terhadap figur politik.

Sorotan Strategis

Puncak eksposur terjadi pada 24 Agustus dengan 59 artikel, terutama dipicu isu Taj Yasin Maimoen Terima Budai Award sebanyak 14 artikel dan Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan sebanyak 8 artikel. Puncak ini menunjukkan eksposur DPRD terbentuk dari kombinasi narasi apresiatif dan isu yang berpotensi menimbulkan tekanan reputasi.

Dinamika mahasiswa menjadi salah satu isu utama pemberitaan. Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng menjadi topik terbanyak dengan 22 artikel bernada netral, sementara DPRD Jateng Menerima Aspirasi Mahasiswa Undip tercatat 12 artikel dengan dominasi sentimen negatif. Hal ini menunjukkan perhatian media cukup besar terhadap aksi mahasiswa, pengamanan demonstrasi, serta respons DPRD terhadap aspirasi publik.

Eksposur pimpinan DPRD belum merata. Ketua DPRD Jateng H. Sumanto hanya tercatat dalam 1 artikel positif terkait Program Jogo Kali. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jateng mencatat 29 artikel dengan dominasi sentimen positif, terutama melalui aktivitas Setya Arinugroho terkait pemekaran Banyumas, lahan kritis, stunting, serta isu perlindungan perempuan dan anak.

Isu yang Perlu Dipantau

DPRD Jateng Menerima Aspirasi Mahasiswa Undip perlu menjadi perhatian karena muncul dalam sentimen negatif, khususnya narasi mengenai aspirasi mahasiswa yang dinilai diabaikan. Isu ini berpotensi berkembang menjadi tekanan terhadap citra responsivitas DPRD apabila tidak disertai komunikasi mengenai tindak lanjut aspirasi secara jelas dan terukur.

Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng perlu dikawal meskipun mayoritas pemberitaannya masih netral. Kedekatannya dengan potensi ketegangan antara massa aksi dan aparat membuat isu ini berpotensi mengalami perubahan sentimen. Komunikasi DPRD perlu menekankan keterbukaan, ruang dialog, dan komitmen mengawal aspirasi mahasiswa secara tertib.

Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan perlu dipantau karena berkaitan dengan persepsi integritas figur politik. Meski volumenya masih terbatas, isu tersebut berpotensi berdampak pada citra kelembagaan apabila berkembang menjadi sorotan etik. Pesan komunikasi perlu diarahkan pada akuntabilitas, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan terhadap proses yang berlaku.

Kesimpulan strategis: DPRD Jawa Tengah masih memiliki basis citra positif, tetapi perlu memperkuat pengelolaan isu yang berkaitan dengan aspirasi mahasiswa dan integritas figur. Di sisi lain, rendahnya eksposur Ketua DPRD menunjukkan peluang untuk memperkuat komunikasi publik melalui program yang konkret, berdampak langsung kepada masyarakat, dan memiliki nilai pemberitaan positif.

Lampiran: Pemberitaan DPRD Jawa Tengah — Isu Utama

ISU 01 — DPRD Jateng Menerima Aspirasi Mahasiswa Undip

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Abdullah Aminudin menemui sekitar 300 mahasiswa Undip yang berunjuk rasa di Gedung Berlian. Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari harga BBM dan kebutuhan pokok, evaluasi program MBG dan KDMP, isu agraria dan lingkungan, hingga pemberantasan KKN. DPRD Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi tersebut kepada pemerintah dan meminta mahasiswa melengkapi data serta bukti agar dugaan penyimpangan dapat ditindaklanjuti. Isu ini perlu mendapat perhatian karena menjadi salah satu sumber sentimen negatif dalam pemberitaan.

ISU 02 — Taj Yasin Maimoen Terima Budai Award

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima Budai Award 2026 sebagai Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif atas keteladanan, rekam jejak kepemimpinan, serta kontribusinya dalam pendidikan karakter, keagamaan, pesantren, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat. Taj Yasin menyebut penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus memperkuat pengabdian serta membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak. Isu ini menjadi salah satu penguat utama sentimen positif.

ISU 03 — Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa DPRD Jateng

Pemberitaan menyoroti langkah aparat keamanan dalam menjaga ketertiban selama aksi mahasiswa di DPRD Jawa Tengah. Media juga memberitakan koordinasi antara kepolisian dan DPRD untuk mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan aspirasi mahasiswa dapat disampaikan secara aman dan tertib. Isu ini menjadi topik dengan volume pemberitaan tertinggi dan mayoritas bernada netral.

ISU 04 — Bintang Romadhon Terlibat Kasus Pajak Kendaraan

Anggota DPRD Jateng Bintang Romadhon mendapat sorotan FWJI Jawa Tengah terkait kendaraan operasional berlogo namanya yang disebut terlambat membayar pajak selama empat tahun. Kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan keteladanan pejabat publik. Persoalan kemudian berkembang ke dugaan penyebaran foto wartawan, dengan FWJI mendorong permintaan maaf dan meminta Ketua DPRD Jateng memberikan sanksi etik. Isu ini menjadi salah satu sumber tekanan negatif dan perlu dimonitor karena berkaitan dengan persepsi integritas figur serta citra kelembagaan.

ISU 05 — Wacana Pemekaran Kabupaten Banyumas

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho mendorong persiapan pemekaran Kabupaten Banyumas tetap dilakukan meski moratorium daerah otonomi baru (DOB) masih berlaku. Persiapan diarahkan pada pembaruan kajian berdasarkan data kependudukan, potensi ekonomi, kemampuan fiskal, pelayanan publik, dan kesiapan infrastruktur. Isu ini memberikan eksposur positif melalui narasi pembangunan, pemerataan wilayah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

ISU 06 — Pameran UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah

Pemberitaan Pameran UMKM dalam rangka HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah menyoroti upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Jawa Tengah sekaligus menjadi ruang promosi dan perluasan jaringan bisnis. Pameran juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan dukungan terhadap produk lokal. Isu ini memperkuat narasi positif mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan UMKM.

Info Lainnya