Pelayanan Sosial Tak Kenal Masa Pandemi Covid-19

WhatsApp Image 2020 10 07 at 09.07.18

SALURKAN BANTUAN : Ketua Komisi E Abdul Hamid (kiri) menyalurkan bantuan sembako diterima Kadinas Sosial Jateng Harso Susilo.(foto: dewi sekarsari)

WONOGIRI โ€“ Komisi E DPRD Jawa Tengah ingin memantau pelayanan sosial di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Seperti pada Senin (5/10/2020), mereka berkunjung ke rumah pelayanan sosial ekspsikotik Esti Tomo di Wonogiri. Dalam kesempatan itu pula Komisi E juga memberikan bantuan sembako.

Dalam kunjungan itu, rombongan dewan dipimpin oleh Ketua Komisi E Abdul Hamid. Dalam pertemuan tersebut, ia menanyakan sejumlah hal terutama pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas mental.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo menjelaskan, pelayanan sosial tidak mengenal istilah pandemi. Hanya saja yang perlu dijadikan rambu-rambu dalam pelayanan dengan mengacu protokol kesehatan. Bagi penyandang disabilitas, pemberian multivitamin atau suplemen terus dilakukan. Pemerintah tidak memandang bulu pemberian multivitamin juga dilakukan kepada panti-panti yang dikelola pihak swasta.

“PMKS yang aktif/emosi langsung ditangani namun yang biasa-biasa saja dibiarkan terlebih dahulu karena anggaran terkena refocussing,โ€ tambah Harso.

Selain itu, selama pandemik Covid-19 juga melarang pihak keluarga untuk bezuk atau mengunjungi pasien. Bagi keluarga yang ingin menitipkan makanan juga tidak bisa diberikan secara langsung melainkan melalui petugas jaga.

Selain itu dari sektor sarana dan prasarana akan terus dibenahi, terutama akan diadakan penambahan CCTV. Mengenai pengelolaan anggaran, pada belanja modal sesuai arahan gubernur dilakukan refocussing. Sementara anggaran untuk renovasi panti masih dipertahankan.

“Mulai bangun pagi shalat Subuh dan malam yasinan bagi yang beragama Islam juga diajarkan. Disabilitas mental diberikan latihan yang sifatnya sama dan rutin,โ€ ucapnya.(dewi/priyanto)

Berita Terkait

  • Kebun Tohudan Karanganyar Perlu Dibenahi

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Jateng prihatin melihat kondisi serta pengelolaan Kebun Benih Tohudan di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Empat hektare diantaranya dibiarkan mangkrak, sedang lahan produksi yang diberdayakan hanya dua hektare, tanaman yang tidak bisa diunggulkan.

  • Kredit Macet di BPR BKK Demak Masih Tinggi

    DEMAK – Angka Non-Performing Loans (NPL atau kredit macet) tinggi menjadi perhatian Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat meninjau perkembangan BPR BKK Perseroda Demak, Selasa (7/3/2023). Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa angka NPL di BPR BKK Demak mencapai 11,24%, dimana rasio NPL ideal lembaga keuangan adalah dibawah 5%.

  • Perlunya Kejelasan Proyek TPST Regional Magelang

    JAKARTA โ€“ Komisi D DPRD Provinsi Jateng mempertanyakan kejelasan rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Regional Magelang saat menyambangi Kantor Ditjen Cipta Karya Kemen PU, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Pertanyaan itu mencuat mengingat proyek dinilai mendesak tapi hingga kini belum menunjukkan progres signifikan.

  • Diapresiasi, Capaian Kreativitas & Inovasi UPPD Wonogiri

    WONOGIRI – Kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk menaikkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Aparatur PNS dituntut bisa menjawab tantangan ini. Penegasan tersebut disampaikan anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah M Zaenudin di hadapan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Mardiono Saputro dan Kepala UPPD Wonogiri Agus Riyadi, Jumat (11/6/2020).