BERITA KOMISI C

  • Kebun Benih Masaran Karanganyar Berupaya Kejar Target PAD

    KARANGANYAR – Dalam hal monitoring kinerja pendapatan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng tidak hanya menyambangi BUMD bidang keuangan/ perbankan tapi juga organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya seperti Dinas Pertanian & Perkebunan (Distanbun) yang memiliki banyak kebun benih. Pada Senin (27/2/2023), Komisi C menyasar Kebun Benih Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) Masaran Kabupaten Karanganyar.

  • NGODE: Saatnya Fokus Pengembangan Pariwisata

    UNGARAN – Optimalisasi pendapatan di sektor wisata dalam meningkatkan pendapatan daerah Jawa Tengah menjadi subjek pembahasan menarik. Sektor pariwisata diyakini menjadi salah satu penyumbang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

  • Bahas Tata Kelola BUMD, Bertandang ke Kota Blitar

    BLITAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan DPRD Kota Blitar Provinsi Jatim, Senin (13/2/2023), yang membahas soal peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan keuangan BUMD bidang perbankan. Pada kesempatan itu, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto mengatakan diskusi tersebut perlu dilakukan untuk mendapat informasi soal tata kelola BUMD.

  • Komisi C Bahas Kinerja Keuangan Askrida

    JAKARTA – Penyertaan modal sangat terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen PT. Asuransi Bangun Askrida (Askrida) sebagai salah satu perusahaan swasta yang mendapatkan penyertaan modal dari Pemprov Jateng.

  • Piutang PKB Masih Tinggi, Perlu Kreativitas Upaya

    TEGAL – Hingga kini, masih tingginya angka piutang pajak kendaraan bermotor menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Seperti di Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Kota Tegal, angka piutang PKB yang terbayar per 30 November 2022 mencatat Rp 5,24 miliar dari 12.612 obyek pajak.

  • DIALOG PROAKTIF: Nurul Tetap Tekuni Jalur Dakwah

    BANJARNEGARA – Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dia juga dikenal sebagai seorang mubalighoh atau penceramah. Sosoknya yang mungil namun penuh wibawa ini selalu menyempatkan diri untuk tetap berkumpul dengan masyarakat Banjarnegara melalui pengajian-pengajian yang mengundangnya.