Forum Bisnis Jadi Ajang Informasi Objek Pariwisata Jateng

WhatsApp Image 2024 11 07 at 21.01.10

FORUM BISNIS : Ketua Komisi B Sri Hartini beserta Sekretaris Sholehah mengikuti forum bisnis pariwisata yang digelar Disporapar Jateng.(foto: ervan ramayudha)

JAKARTA – Ketua Komisi B Sri Hartini beserta Sekretaris Sholeha Kurniawati mengikuti acara gala dinner dan table top “Forum Bisnis Pariwisata Jateng” yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng di Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Acara tersebut sebagai upaya memperkenalkan berbagai potensi wisata unggulan Jawa Tengah kepada pelaku industri pariwisata. Selama tiga hari, para pelaku pariwisata Tanah Air diundang. Dengan harapan bisa menjual sekaligus menyosialisasikan wisata Jateng di seuruh provinsi.  

Pada kesempatan tersebut, para peserta mendengarkan pemaparan tentang destinasi wisata, budaya, dan event unggulan Jawa Tengah, Setelah acara makan malam, rangkaian akan dilanjutkan dengan Table Top, esok hari, Kamis (7/11/2024). Sebuah sesi pertemuan bisnis yang memberikan kesempatan bagi seller (penjual) dari berbagai daerah wisata di Jawa Tengah untuk bertemu langsung dengan buyer, baik agen perjalanan, tour operator, maupun pelaku bisnis pariwisata lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Sri Hartini menyampaikan, Seperti yang kita ketahui, hampir 80 Persen potensi wisata yang berkembang di Jawa Tengah merupakan bidang budaya.

“Minat wisatawan juga didominasi bidang budaya, sehingga perlu Kita optimalkan untuk menjadi wisata Unggulan di Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Budaya dan pariwisata selalu berkaitan dengan erat. Industri pariwisata dari segi budaya, dapat memberikan kontribusi untuk pertumbuhan budaya di Jawa Tengah. karena secara tidak langsung dapat mempresentasikan budaya yang di suatu daerah seperti kesenian lokal ataupun berbagai adat istiadat yang dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Jenis pariwisata budaya ini dapat memberikan banyak ilmu pengetahuan bagi pengunjungnya seperti seni pertunjukan, makanan tradisional, festival, sejarah, seni rupa, tradisi, dan kebiasaan hidup.

“Kami juga mengoptimalkan di sektor pariwisata sekaligus melakukan sinergisitas kerja sama/ kemitraan antar pelaku (antar Pemerintah Kab/Kota, swasta dan kelompok masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan, dan diperlukan pengembangan inovasi dan kreativitas masyarakat lokal terhadap produk UMKM di Jawa Tengah,” jelasnya.

Sri Hartini berpesan bersatu dan bekerja sama merupakan modal utama dalam pencapaian suatu tujuan, semua stakeholder perlu bersama-sama, saling bahu membahu dan bersinergi untuk mendorong tercapainya pariwisata yang unggul menuju Jateng Mapan penuh dengan keberkahan.

Sholehah menambahkan beberapa event-event kegiatan khususnya wisata di Jateng agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun ekonomi masyarakat, mengembangkan sektor pariwisata, meningkatkan kreativitas dan kegiatan positif lainnya.

Para penjual mempromosikan berbagai daya tarik wisata, mulai dari desa wisata, pesona Candi Borobudur, Karimunjawa, Kota Lama Semarang, hingga wisata alam seperti Dieng.

Diharapkan, kata dia, melalui kolaborasi yang terjalin dalam acara ini, sektor pariwisata Jawa Tengah dapat terus berkembang dan semakin dikenal di kancah nasional dan internasional. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi