DIALOG EMPAT PILAR: Gali dan Dukung Pengembangan Pariwisata Daerah

Buat web

SOAL WISATA. Muhammad Ngainirrichadl dalam ‘Dialog Empat Pilar Kebangsaan’ dengan tema ‘Potensi Kepariwisataan dalam Mendukung Pengembangan Wawasan Kebangsaan’ pada Rabu (28/9/2022) lalu. (foto choirul amin)

TEMANGGUNG – Dewan mengajak bersama-sama menggali potensi kepariwisataan yang berada di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Temanggung. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichadl saat menjadi pembicara dalam ‘Dialog Empat Pilar Kebangsaan: Potensi Kepariwisataan dalam Mendukung Pengembangan Wawasan Kebangsaan,’ baru-baru ini.

Dalam kaitannya potensi kepariwisataan, Ricadh mengungkapkan Temanggung merupakan salah satu daerah di eks karesidenan Kedu yang diapit oleh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu kawasan Borobudur dan Dieng.

“Letak geografis Temanggung ini sangatlah strategis, karena diapit dua KSPN dan Kawasan Strategis untuk Pengembangan Pariwisata Provinsi yaitu kawasan Kledung. Dengan adanya tiga kawasan strategis tersebut, ayo bersama-sama digali dan didukung untuk pengembangan daerah kepariwisataan,” ucapnya.

Dengan kondisi demikian, potensi alam di Temanggung dapat dimaksimalkan dengan dukungan stakeholders untuk merawat dan melestarikan. Hal tersebut merupakan langkah strategis untuk promosi tempat pariwisata lain di Jawa Tengah.

“Banyak aspek yang dapat digali, namun demikian hal tersebut juga perlu bantuan semua pihak, selain untuk pelestarian dan perawatan, juga fasilitas dan infrastruktur. Dengan begitu, promosi-promosi tempat pariwisata bisa alami melalui para wisatawan yang pernah berkunjung ke destinasi wisata di Jawa Tengah selain di Temanggung ini,” imbuh legislator Partai Persatuan Pembangunan itu.

Dalam proses pengembangan kepariwisataan tidak luput dari pembangunan berkelanjutan untuk pembangunan objek dan daya tarik wisata dilakukan dengan cara mengusahakan, mengelola dan membuat objek-objek baru. Hal tersebut tidak akan berkembang apabila tidak ada dukungan dari tiga elemen, pemerintah, legislatif, dan masyarakat itu sendiri.

“Tentu dalam suatu daerah ada budaya-budaya lokal yang bisa dibangkitkan. Budaya tersebut menjadikan para penikmat dan pelaku wisata untuk menjaga nilai-nilai kesatuan dan persatuan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ricadhl.

Senada, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Setyo Irawan sangat setuju bahwa proses pengembangan daerah kepariwisataan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami sangat setuju, dan kami ucapkan terima kasih karena kami (Pemerintah) sangat didukung oleh dewan dalam hal ini Komisi B. Sehingga beberapa potensi kepariwisataan di Jateng bisa dikenal baik dari Jateng sendiri maupun daerah lain,” kata Setyo.

Sementara itu, pelaku usaha di kawasan Temanggung Sofyanto sangat senang dengan dukungan dari segala aspek oleh Pemprov Jateng. Sehingga kawasan yang Ia kelola bisa dikenal oleh banyak para wisatawan baik dari Jateng maupun daerah lain. “Hal ini sangat penting, saya sebagai pelaku usaha sangat merasakan dampaknya. Beberapa daerah pasti juga merasakannya. Pemerintah melalui bantuan untuk proses pengembangan objek wisata sudah sangat baik.”

Tak hanya disitu, Sofyan juga menjelaskan setiap daerah memiliki karakteristik dan daya tarik masing-masing. Dengan keberagaman kebudayaan tersebut, dapat memperkuat kebhinekaan di Indonesia. (amin/ariel)

Berita Terkait

  • Dipantau, Proses PPDB Batang di Tengah Recovery Covid-19

    BATANG – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selalu menjadi sorotan Komisi E DPRD Provinsi Jateng setiap tahunnya. Pada Tahun Pelajaran 2020/2021 ini, Komisi E mengevaluasi proses PPDB yang dilaksanakan secara online/ daring (dalam jaringan) di tengah pandemi Covid-19 di wilayah Jateng.

  • Keluhkan RUU Cipta Kerja, KSPN Datangi Gedung Berlian

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng mendatangi Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Senin (24/8/2020), untuk menyampaikan keluhan persoalan Omnibus Law di sektor ketenagakerjaan yakni RUU Cipta Kerja. Setelah melakukan orasi di depan halaman Gedung Berlian, beberapa perwakilan buruh itu diterima oleh Anggota DPRD Provinsi Jateng diantaranya Riyono, Messy Widiastuti, dan Ida Nurul Farida.

  • Musim Penghujan, DAS di Selatan Jateng Jadi Sorotan

    YOGYAKARTA – Menghadapi musim penghujan yang akhir-akhir ini meningkat di wilayah Jateng, khususnya di daerah selatan, Komisi D DPRD Provinsi Jateng mencari data dan informasi seputar pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pemeliharaan sumber daya air (SDA) untuk keperluan irigasi. Hal itu dilakukan dengan membahasnya bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dirjen SDA Kemen PUPR, yang berkantor di Kota Yogjakarta, Selasa (9/1/2024).