Bagus, Pelaksanaan ‘Smart City’ di Cirebon

Screenshot 20220115

SMART CITY. Komisi A DPRD Provinsi Jateng Dalam diskusi di Kantor Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika (DKIS) Kota Cirebon, baru-baru ini, membahas implementasi Program Smart City. (foto Alfariz Firdausya Bintang Permana)

CIREBON – Komisi A DPRD Provinsi Jateng tertarik dengan pelaksanan Program Smart City (Kota Cerdas) yang ada di Kota Cirebon. Karena Dewan menilai, dengan program itu, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

Dalam diskusi di Kantor Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika (DKIS) Kota Cirebon, baru-baru ini, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh menanyakan soal sinergitas pelaksanaan program kerja Pemkot dan DPRD Kota Cirebon dalam pelaksanaan Program Smart City. Termasuk, regulasi mengenai Smart City tersebut.

“Saya mendengar informasi bahwa sistem informasi yang berada di Pemkot Cirebon itu berasal dari DKIS (Dinas Informasi Dan Statistika). Dengan begitu, informasi semuanya kan ada disini. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sinergitas pelaksanaan program kerja Pemkot dan DPRD Kota Cirebon dalam Program Smart City ini?,” ujarnya kepada Kepala DKIS Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa didampingi Sekretaris DKIS Setya Herawati.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Fuad Hidayat memberikan apresiasi kepada Pemkot Cirebon atas Program Smart City yang sudah dijalankan oleh Kota Cirebon. Ia menilai pemkot berhasil memaksimalkan SDM, bahkan melahirkan Perda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas untuk mengoptimalkan Program Smart City di Kota Cirebon.

“Saya sangat mengapresiasi Pemkot Cirebon yang memiliki niat dan kesungguhan yang luar biasa saat mengelola seluruh aspek yang dapat mengoptimalkan Kota Cirebon sebagai Smart City. Di Jateng, kami juga punya Perda mengenai Smart Province. Ke depannya, kami akan dorong Kota dan Kabupaten di Jateng untuk memiliki Smart City juga sehingga tujuan kami untuk menjadikan Jateng sebagai Smart Province yang utuh segera tercapai,” harap Fuad.

Menanggapi hal itu, Ma’ruf Nuryasa memaparkan mengenai sinergitas antara Pemkot dan DPRD Kota Cirebon untuk mengoptimalkan Program Smart City. Salah satu contohnya, mengoptimalkan Program Smart City dengan wujud lahirnya Perda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas.

“Sinergitas antara Pemkot dan DPRD Kota Cirebon mengoptimalkan Kota Cirebon untuk menjadi Smart City salah satu contohnya Perda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas. Dalam perda tersebut, pemerintah harus melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat meliputi tata pemerintahan yang cerdas atau yang sering kita dengar dengan Smart Governance. Kemudian, pemasaran cerdas atau Smart Economy, tata kehidupan cerdas atau Smart Living, serta tata masyarakat cerdas dan tata lingkungan cerdas atau Smart Society dan Smart Environment” jelas Ma’ruf Nuryasa.

Ia juga menambahkan pada tahun ini ada 2 program yakni program layanan publik dan pemerintahan. Program layanan publik dinamai ‘Sedulur’ dan program layanan pemerintahan bernama ‘Sampean.’

“Kami, tahun ini memiliki dua program yakni program layanan publik dan pemerintahan. Program layanan publik kami beri nama Sedulur yang artinya Sistem Elektronik Terpadu Layanan untuk Rakyat, sedangkan program layanan pemerintahan kami beri nama Sampean yang artinya Sistem Administrasi Manajemen Pemerintahan,” tambahnya. (bintang/ariel)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL : Budaya Mampu Tumbuhkan Sikap Toleransi

    BREBES – Menumbuhkembangkan sikap toleransi melalui kesenian dan kebudayaan tradisional menjadi pembahasan utama dalam acara sosialisasi kebijakan melalui media tradisional yang diselenggarakan Iskhak anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Balai Desa Kutamendala,, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jumat (11/8/2023) malam.

  • MEDIA TRADISIONAL: Kesenian Tradisional di Kudus Harus Dibangkitkan

    KUDUS – Kesenian di Kudus perlu dibangkitkan. Selain dikenal sebagai kota kretek, Kudus turut menyimpan sejumlah ragam kesenian tradisional. Bagi anggota DPRD Jateng Setio Budi Wibowo, sudah saatnya, kesenian di Kudus untuk ditampilkan ke depan khalayak. Hal ini dikemukakannya dalam Media Tradisional DPRD Provinsi Jawa Tengah di Museum Jenang, Kamis (13/10/2022). Turut bersama Setia Budi Wibowo, Mutrikah selaku Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus dan Muhammad Zaini selaku budayawan.

  • Pimwan & Komisi A Terima Kunjungan DPRD Jabar

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama Ketua Komisi A DPRD Mohammad Saleh menyambut kunjungan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jabar, Selasa (23/3/2021), di Ruang Banggar Lantai 4 Gedung Berlian. Dalam diskusi yang dipimpin Quatly itu, DPRD Provinsi Jabar membahas soal anggaran penanganan Covid-19.

  • UPPD Salatiga Perlu Formula Guna Kejar Target Pendapatan

    SALATIGA – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kota Salatiga untuk lebih meningkatkan pendapatannya. Perlu ada langkah konkret untuk menuju peningkatan, serta kinerja UPPD perlu formula-formula khusus untuk proses pelayanan terhadap masyarakat, sehingga bisa lebih maksimal.