Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
PERIODE DATA
21 September 2026 – 27 September 2026
Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan
Cakupan Media
Pemantauan dilakukan terhadap percakapan dan pemberitaan mengenai DPRD Jawa Tengah pada berbagai kanal media sosial.
Adapun platform media sosial yang dianalisis meliputi: X (Twitter), Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.
Tujuan Laporan
Laporan ini bertujuan untuk mengukur eksposur dan performa komunikasi DPRD Jawa Tengah di media sosial dan media mainstream. Hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif.
Pengukuran dilakukan dengan beberapa tujuan utama, yaitu:
Memetakan topik percakapan utama yang dibicarakan warganet mengenai DPRD Jawa Tengah serta mengidentifikasi kanal media sosial yang menjadi ruang utama terjadinya percakapan.
Menganalisis sentimen pemberitaan dan percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah serta entitas lain yang terkait, untuk mengetahui kecenderungan persepsi publik sekaligus mendeteksi potensi isu, krisis, maupun informasi penting yang perlu mendapatkan perhatian.
Mengidentifikasi sumber percakapan dan pemberitaan, termasuk akun atau authors, media, serta kanal yang aktif membahas DPRD Jawa Tengah, sekaligus melihat kecenderungan sentimen yang muncul dalam setiap percakapan.
Mengukur eksposur komunikasi DPRD Jawa Tengah di media sosial dan media mainstream sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas penyampaian informasi dan publikasi kegiatan lembaga.
Ringkasan Eksekutif Media Sosial – DPRD Jawa Tengah
Percakapan terkait DPRD Jawa Tengah tercatat sebanyak 49 post dengan total 10.724 engagement. Sentimen percakapan sepenuhnya positif sebesar 100,00%, tanpa ditemukan sentimen netral maupun negatif pada periode pemantauan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percakapan publik mengenai DPRD Jawa Tengah berlangsung dalam konteks yang sangat kondusif.
TikTok menjadi kanal dengan interaksi tertinggi, dengan engagement sebesar 1.022, disusul Instagram sebesar 75 engagement dan TikTok sebesar 42 engagement pada unggahan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa konten berbasis video pendek dan visual memiliki daya tarik dalam mendorong interaksi audiens.
Eksposur DPRD Jawa Tengah didominasi narasi positif, terutama melalui pemberitaan dan percakapan mengenai isu lingkungan/geothermal, agenda kelembagaan, serta aktivitas sejumlah figur DPRD. Komposisi sentimen 100% positif menunjukkan belum terdapat tekanan negatif yang menonjol dalam percakapan media sosial selama periode pemantauan.
Secara keseluruhan, aktivitas media sosial DPRD Jawa Tengah menunjukkan respons publik yang kondusif, dengan isu lingkungan, agenda kelembagaan, dan aktivitas figur menjadi materi yang mampu membentuk percakapan positif selama periode pemantauan.
Peta Percakapan Media Sosial – DPRD Jawa Tengah
Instagram menjadi kanal dengan proporsi post tertinggi, yakni 28,57%, disusul TikTok 26,53%, Twitter 18,37%, Facebook 14,29%, dan YouTube 12,24%. Distribusi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas percakapan DPRD Jawa Tengah paling banyak tersebar melalui Instagram dan TikTok.
TikTok mendominasi kontribusi engagement dengan sekitar 94,75%, jauh di atas Instagram sebesar 5,16%. Sementara itu, Facebook dan YouTube masing-masing hanya menyumbang sekitar 0,05% dan 0,04%. Data ini menunjukkan bahwa konten TikTok memiliki kontribusi interaksi audiens paling besar selama periode pemantauan.
Sentimen percakapan sepenuhnya positif sebesar 100,00%, tanpa ditemukan sentimen netral maupun negatif. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa percakapan publik mengenai DPRD Jawa Tengah berlangsung dalam konteks yang sangat kondusif pada periode pemantauan.
Tren Percakapan Mingguan – DPRD Jawa Tengah
Engagement tertinggi terjadi pada 24 September dengan 9.078 engagement dari 10 post, menunjukkan adanya lonjakan interaksi audiens yang paling signifikan selama periode pemantauan.
Volume post tertinggi terjadi pada 25 September dengan 12 post dan 1.209 engagement. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas percakapan masih relatif tinggi setelah lonjakan engagement pada hari sebelumnya.
Pola mingguan menunjukkan peningkatan aktivitas secara bertahap pada 21–24 September, kemudian mengalami penurunan pada 26–27 September. Dengan demikian, eksposur media sosial DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan sangat dipengaruhi oleh momentum percakapan pada 24–25 September, terutama dari sisi engagement pada 24 September.
Topik Utama dan Narasi Publik – DPRD Jawa Tengah
Topik “Geothermal Gunung Ungaran dan aspirasi warga” menjadi isu paling dominan, baik dari sisi volume maupun engagement, dengan 6 post dan 8.872 engagement. Tingginya interaksi menunjukkan bahwa isu lingkungan dan respons DPRD terhadap aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama dalam percakapan publik selama periode pemantauan.
Topik lain seperti pagelaran wayang Sumanto, mitigasi perubahan iklim, Harlah LP Ma’arif NU, dan Uji Publik Raperda PDRD memiliki volume percakapan yang lebih rendah, masing-masing sekitar 2–3 post. Meski volumenya lebih kecil, seluruh topik tersebut tercatat dengan sentimen positif.
Dari sisi engagement, konten personal kader dan dukungan terhadap tokoh DPRD menjadi salah satu pendorong interaksi dengan 1.021 engagement, disusul konten personal Setya Arinugroho, ucapan Hari Tani Nasional, serta konten akademik DPRD Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, narasi publik pada periode pemantauan didominasi sentimen positif, dengan perhatian dan interaksi terbesar terkonsentrasi pada isu geothermal Gunung Ungaran dan aspirasi warga. Hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat menjadi salah satu tema utama dalam percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah.
Pemantauan Ketua DPRD Jawa Tengah
Pemantauan Ketua DPRD Jawa Tengah mencatat 6 post dengan total 140 engagement, menunjukkan eksposur terhadap figur Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, masih relatif terbatas, namun tetap menghasilkan interaksi publik selama periode pemantauan.
Sentimen percakapan didominasi positif, menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Ketua DPRD Jawa Tengah berlangsung dalam konteks yang kondusif dan tidak menunjukkan isu negatif yang menonjol berdasarkan data utama pemantauan.
Topik yang muncul meliputi ajakan menjaga lingkungan, penguatan peran Ketua DPRD Jawa Tengah, serta kegiatan budaya seperti pagelaran wayang kulit. Top post berasal dari kanal Instagram dan Twitter, sehingga eksposur Ketua DPRD pada periode ini lebih banyak berkaitan dengan agenda sosial, lingkungan, dan budaya.
Secara keseluruhan, percakapan mengenai Ketua DPRD Jawa Tengah menunjukkan narasi yang positif dan beragam, meskipun volume serta engagement masih lebih rendah dibandingkan percakapan terkait isu utama DPRD Jawa Tengah secara keseluruhan.
Pemantauan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Percakapan terkait Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mencatat 10 post dengan total 321 engagement, dengan seluruh percakapan didominasi sentimen positif. Kondisi tersebut menunjukkan eksposur para Wakil Ketua berlangsung secara kondusif selama periode pemantauan.
Setya Arinugroho menjadi figur dengan engagement tertinggi, yakni 207 engagement dari 4 post, dengan topik utama mengenai Setya Ari Nugroho Angkat Aktivitas
Peternakan. Tingginya interaksi menunjukkan isu tersebut menjadi konten yang paling banyak mendapat respons audiens di antara para Wakil Ketua.
Sarif Abdillah mencatat volume post terbanyak dengan 5 post dan 99 engagement, terutama melalui konten mengenai peringatan Hari Tani Nasional.
Heri Pudyatmoko tercatat dalam 1 post dengan 15 engagement, dengan topik Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis. Sementara itu, Mohammad Saleh tidak mencatat percakapan selama periode pemantauan.
Secara keseluruhan, eksposur Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah pada periode ini paling banyak didorong oleh Setya Arinugroho dari sisi engagement dan Sarif Abdillah dari sisi volume post, dengan narasi yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, pendidikan, serta aktivitas sosial masyarakat.
Pemantauan Pemprov Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah menghasilkan 260 post dengan total 41.782 engagement. Sentimen percakapan didominasi positif sebesar 93,08%, diikuti negatif 4,62% dan netral 2,31%, menunjukkan respons publik yang secara umum kondusif meskipun terdapat sebagian kecil percakapan kritis.
Dari sisi volume, Nobar Timnas FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi topik dengan jumlah post tertinggi, yakni 37 post positif, disusul penanganan stunting sebanyak 21 post dan pelantikan pejabat sebanyak 18 post. Komposisi ini menunjukkan bahwa agenda olahraga, kesehatan masyarakat, dan pemerintahan menjadi tema yang banyak diangkat dalam percakapan Pemprov Jawa Tengah.
Dari sisi engagement, topik BBM ilegal dan perlindungan akses solar nelayan mencatat interaksi tertinggi dengan 13.405 engagement, disusul Nobar Timnas FIFA ASEAN Cup 2026 sebesar 12.246 engagement dan Geothermal Gunung Ungaran dan aspirasi warga sebesar 2.757 engagement.
Secara keseluruhan, isu pelayanan publik dan perlindungan masyarakat, olahraga, serta lingkungan menjadi pendorong utama interaksi audiens terhadap konten Pemprov Jawa Tengah selama periode pemantauan.
Share of Voice Seluruh Wilayah
Share of voice seluruh wilayah mencatat total 230.042 engagement. Kontribusi terbesar berasal dari DPRD DKI Jakarta dengan 74.033 engagement (32,18%), menunjukkan bahwa percakapan lintas wilayah paling banyak terkonsentrasi pada DPRD DKI Jakarta selama periode pemantauan.
DPRD DIY menempati posisi berikutnya dengan 44.928 engagement (19,53%), disusul Pemprov Jawa Tengah dengan 41.782 engagement (18,16%). Ketiga entitas tersebut menjadi kontributor utama engagement dalam pemantauan lintas wilayah.
Wilayah lain mencatat kontribusi yang lebih rendah, yakni DPRD Kabupaten Pekalongan 25.806 engagement, DPRD Jawa Barat 12.862 engagement, dan DPRD Jawa Timur 12.846 engagement. Sementara itu, DPRD Jawa Tengah mencatat 10.724 engagement atau 4,66% dari total engagement seluruh wilayah.
Posisi DPRD Jawa Tengah dalam share of voice menunjukkan bahwa volume interaksi masih berada di bawah sejumlah entitas pembanding, meskipun percakapan internal DPRD Jateng pada periode yang sama mencatat sentimen positif 100%.
Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait — Pekalongan, Pemalang, Batang
Percakapan DPRD kabupaten/kota di wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang didominasi Kabupaten Batang melalui isu keracunan MBG Batang dan evaluasi SOP dapur, dengan total 6 post, terdiri atas 5 post positif dan 1 post negatif. Hal ini menunjukkan isu kesehatan dan evaluasi layanan publik menjadi perhatian utama pada periode pemantauan.
Dari sisi engagement, Kabupaten Batang juga mencatat respons tertinggi dengan 666 engagement melalui isu keracunan MBG dan evaluasi SOP dapur. Selanjutnya, Kabupaten Pemalang mencatat 224 engagement melalui isu dugaan sengketa sembako anggota DPRD Pemalang, sedangkan Kota Pekalongan memperoleh 164 engagement melalui Turnamen Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan.
Secara umum, narasi positif masih muncul pada ketiga wilayah, terutama melalui aktivitas DPRD, kegiatan olahraga, serta tindak lanjut evaluasi layanan publik. Namun, isu keracunan MBG di Batang perlu mendapat perhatian karena meskipun sentimen negatif hanya muncul secara terbatas, isu tersebut berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kualitas layanan publik, sehingga berpotensi memunculkan percakapan lanjutan apabila tidak disertai informasi mengenai evaluasi dan tindak lanjut.
Perbandingan Percakapan DPRD Provinsi Lain — Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten
Perbandingan percakapan antarwilayah mencatat total 669 post. Volume posting tertinggi berasal dari DKI Jakarta, terutama melalui isu kunjungan siswa Madrasah Ibtidaiyah ke DPRD DKI Jakarta sebanyak 228 post atau 34,08% dari total percakapan enam wilayah.
Dari sisi engagement, DKI Jakarta mencatat 60.554 engagement, disusul DI Yogyakarta 25.658 engagement dan Jawa Timur 8.297 engagement. Data tersebut menunjukkan perbedaan tingkat interaksi audiens antarwilayah pada periode pemantauan, dengan percakapan mengenai DPRD DKI Jakarta memperoleh engagement paling besar.
Sentimen percakapan di seluruh wilayah pembanding didominasi positif, mencakup DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan Banten. Dengan demikian, percakapan benchmark pada periode ini secara umum berlangsung kondusif, meskipun isu dan tingkat eksposurnya berbeda di masing-masing wilayah.
Ringkasan Strategis Media Sosial
Kesimpulan Keseluruhan
Percakapan media sosial terkait DPRD Jawa Tengah pada periode 21–27 September 2026 mencatat 49 post dengan total 10.724 engagement. Seluruh percakapan tercatat memiliki sentimen positif (100%), tanpa sentimen negatif maupun netral.
TikTok menjadi kanal dengan kontribusi engagement terbesar, yakni 94,75%, disusul Instagram sebesar 5,16%. Data ini menunjukkan bahwa format video pendek dan konten visual menjadi sumber utama interaksi audiens pada periode pemantauan.
Dari sisi distribusi postingan, Instagram menyumbang 28,57% dan TikTok 26,53%. Kombinasi kedua kanal tersebut menjadi kanal utama dalam penyebaran sekaligus interaksi konten DPRD Jawa Tengah.
Sorotan Strategis
24 September menjadi hari dengan engagement tertinggi, yakni 9.078 engagement dari 10 post. Lonjakan tersebut terutama didorong isu “Geothermal Gunung Ungaran dan aspirasi warga”, yang menghasilkan 8.872 engagement dari 6 post.
Tingginya engagement pada isu geothermal menunjukkan bahwa isu lingkungan yang berkaitan dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat mendapat perhatian besar dalam percakapan publik.
Figur dengan engagement tertinggi dari jajaran pimpinan yang tercatat adalah Setya Arinugroho dengan 207 engagement dari 4 post, disusul Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto dengan 140 engagement dari 6 post dan Sarif Abdillah dengan 99 engagement dari 5 post. Sementara Heri Pudyatmoko mencatat 15 engagement dari 1 post.
Isu yang Perlu Dipantau
Geothermal Gunung Ungaran menjadi isu utama dengan 6 post dan 8.872 engagement. Percakapan juga memuat aspirasi dan keberatan warga terkait potensi dampak lingkungan serta sumber air. Perkembangan pembahasan, kajian, dan keterlibatan masyarakat perlu terus dipantau agar informasi yang beredar tetap berbasis fakta.
Kinerja BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara juga perlu diperhatikan, khususnya terkait rasio NPL sebesar 43,64% yang disebut masih berada di atas target. Komunikasi mengenai langkah Komisi C dalam menangani kredit bermasalah dapat menjadi materi tindak lanjut yang relevan.
Eksposur pimpinan DPRD belum merata. Perbedaan engagement antara Setya Arinugroho, Sumanto, Sarif Abdillah, dan Heri Pudyatmoko menunjukkan perlunya konsistensi publikasi aktivitas seluruh pimpinan agar representasi kelembagaan tidak terlalu bertumpu pada figur tertentu.
Dengan dominasi engagement TikTok sebesar 94,75%, penguatan konten video pendek dapat dipertahankan, sembari memperluas distribusi materi penting ke Instagram dan kanal lain untuk menjaga keberagaman jangkauan komunikasi.
Lampiran: Percakapan DPRD Jawa Tengah – Isu Utama
Isu 01. Harun Abdul Khafizh Dorong Mitigasi Iklim Berbasis DesaÂ
Harun Abdul Khafizh mendorong hasil kajian adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kandangserang segera diwujudkan menjadi rencana aksi. Program yang melibatkan 10 desa secara partisipatif ini berfokus pada pengurangan risiko bencana, konservasi air, pembuatan biopori, dan penanaman vetiver.
Isu 02. Komisi D DPRD Jateng Minta Warga Dilibatkan dalam Rencana GeothermalÂ
Komisi D DPRD Jateng meminta masyarakat, DPRD, dan Dinas ESDM Jateng dilibatkan dalam pembahasan rencana pengeboran panas bumi. Sorotan muncul terhadap 19 titik rencana pengeboran, termasuk Ungaran, Telomoyo, dan Lawu, dengan kekhawatiran warga terkait risiko gempa, ketersediaan air, serta dampak lingkungan.
Isu 03. Sumanto Motivasi Warga Jenawi Kembangkan Usaha Desa
Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong masyarakat Desa Jenawi, Karanganyar, mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Warga diajak memulai kegiatan ekonomi dengan modal relatif kecil, seperti menanam sayuran dan beternak ayam kampung, untuk menambah pendapatan keluarga.
Isu 04. Pakar Lingkungan Soroti Risiko Geothermal Dekat Permukiman
Akademisi lingkungan SCU Hotmauli Sidabalok menyoroti potensi dampak proyek geothermal yang berdekatan dengan permukiman, terutama terhadap air, lapisan tanah, gas Hâ‚‚S, dan lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan warga serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat terkait rencana geothermal Gunung Ungaran.
Isu 05. Golkar Kabupaten Semarang Gelar Muscam Dapil 4
DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang menggelar Muscam Dapil 4 untuk memperkuat konsolidasi, kaderisasi, dan penataan struktur organisasi hingga tingkat desa. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng Yusuf Hidayat bersama jajaran pengurus dan kader.
Isu 06. Sarif Abdillah Sampaikan Pesan Hari Tani Nasional
Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga kedaulatan pangan. Momentum Hari Tani Nasional digunakan untuk mengajak masyarakat mendukung dan menghargai petani sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan dan keberlanjutan pangan.






