Disorot, Rasio NPL di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara

BAHAS KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara, Rabu (23/9/2026), membahas soal kinerja keuangan. (foto setyo herlambang)
BANJARNEGARA – Hingga Agustus lalu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara tercatat pada angka 43,64%. Realisasi NPL itu masih berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026 sebesar 43,28% maupun target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 sebesar 38,65%.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Komisi C DPRD Provinsi Jateng dengan jajaran manajemen BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara, Rabu (23/9/2026). Berdasarkan laporan itu, manajemen BPR-BKK Jateng Cabang Banjarnegara sampai Agustus sudah menunjukkan perkembangan yang baik karena adanya perbaikan (restrukturisasi kredit) dan recovery (penyelesaian kredit) untuk penurunan NPL-nya.
“Sudah ada perkembangan yang positif karena adanya recovery dan penyelesaian kredit melalui jalur lelang, ligitasi, eskekusi agunan, penagihan aktif, dan hapus buku. Kami lakukan untuk memangkas tingkat NPL,” ungkap Pimpinan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara Adi Saputra.
Pada kesempatan itu, Komisi C meminta penanganan dan penagihan kredit bermasalah menjadi fokus utama perbaikan manajemen di sisa kuartal tahun ini.
“Untuk mencapai target tersebut, masih perlu penanganan intensif kinerja keuangannya,” ungkap Ketua Komisi C, Bambang Haryanto, saat berdiskusi bersama direksi BPR pelat merah tersebut.

Anggota Komisi C, Asrar, juga meminta jajaran BPR BKK perlu solusi yang strategis untuk menyelesaikan perbaikan capaian kinerja keuangannya. “Harus ada strategi yang efektif agar pada saat pelaporan keuangan nanti, kinerja keuangannya bisa semakin baik. PR-nya kurang lebih seperti itu,” ungkap Asrar.
Dari laporan keuangan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara menyebutkan, jumlah aset realisasi per Agustus 2026 mencapai Rp 79,72 miliar atau sekitar 88,52% dari target RBB Desember 2026 sebesar Rp 90,06 miliar. Sementara untuk penghimpunan deposito tercatat sebesar Rp 19,38 miliar atau mencapai 93,81% dari RBB Agustus dan 91,53% dari target RBB Desember 2026 (Rp 21,17 miliar).

Dari angka penyaluran kredit, realisasi pencairan kredit mencapai Rp 80,97 miliar. Angka itu memenuhi 86,88% dari target RBB Desember 2026 yang sebesar Rp 93,21 miliar. Tabungan mencapai Rp 56,54 miliar, setara dengan 93,27% terhadap RBB Agustus (Rp 60,62 miliar) dan 88,50% terhadap target RBB Desember 2026 (Rp 63,89 miliar).
“Untuk proyeksi penyaluran kredit, kita masih sangat hati-hati. Kami khususkan untuk memperbaiki kinerja keuangan sehingga dapat mencapai target,” kata Adi Saputra, Pimpinan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara. (choirul/red.)







