Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak โ mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah
PERIODE DATA
20 Juli 2026 โ 26 Juli 2026
Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan
Ruang Lingkup Pemantauan
Laporan ini mencakup pemantauan pemberitaan pada media arus utama (mainstream media) yang terdiri atas:
Media Online, Media Cetak dan Media Broadcast
Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi dinamika pemberitaan terkait DPRD Jawa Tengah, baik dari sisi intensitas, sentimen, maupun isu-isu yang berkembang selama periode monitoring.
Tujuan Laporan
Laporan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas komunikasi dan publikasi DPRD Jawa Tengah di media arus utama sebagai dasar penyusunan strategi komunikasi yang lebih optimal.
Pengukuran dilakukan melalui beberapa aspek berikut:
Memberikan gambaran mengenai isu-isu utama yang menjadi fokus pemberitaan terkait DPRD Jawa Tengah, beserta sebaran pemberitaan pada berbagai kanal media arus utama.
Menganalisis sentimen pemberitaan terhadap DPRD Jawa Tengah serta entitas lain yang terkait dalam periode pemantauan, sekaligus mengidentifikasi potensi krisis komunikasi maupun informasi strategis yang perlu menjadi perhatian.
Mengidentifikasi media dan penulis (author/jurnalis) yang aktif memberitakan DPRD Jawa Tengah, termasuk menganalisis kecenderungan sentimen dari pemberitaan yang dihasilkan.
Ringkasan Eksekutif Pemberitaan DPRD Jawa Tengah
Selama periode pemantauan, DPRD Jawa Tengah memperoleh 135 pemberitaan di media arus utama. Eksposur didominasi media online dengan 123 artikel (91,11%), sedangkan media cetak menyumbang 12 artikel (8,89%). Tidak terdapat pemberitaan melalui media televisi pada periode ini. Dari sisi sentimen, pemberitaan menunjukkan citra yang sangat positif dengan 102 artikel (75,56%) bersentimen positif dan 33 artikel (24,44%) bersentimen netral. Tidak ditemukan pemberitaan bersentimen negatif.
Pemberitaan positif didominasi oleh tiga isu utama yang masing-masing memperoleh 13 artikel. Pertama, dukungan Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto terhadap pengembangan pertanian dan pariwisata Paseban sebagai upaya mendorong potensi ekonomi desa. Kedua, dorongan Sumanto agar pemerintah daerah mengantisipasi krisis air bersih menjelang musim kemarau sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Ketiga, dukungan Heri Pudyatmoko terhadap Sudaryono di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga isu tersebut memperlihatkan fokus DPRD Jawa Tengah pada pembangunan daerah, pelayanan publik, dan dukungan terhadap program strategis pemerintah.
Sementara itu, pemberitaan bersentimen netral tersebar pada berbagai isu tanpa dominasi yang kuat. Salah satu topik yang paling banyak muncul adalah Caleg PDIP Gagal Dilantik di DPRD dengan 3 artikel, yang lebih menyoroti dinamika internal partai politik dibandingkan pelaksanaan fungsi kelembagaan DPRD Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, eksposur media terhadap DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan menunjukkan kecenderungan yang konstruktif dan positif. Dominasi pemberitaan mengenai pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, mitigasi krisis air bersih, serta dukungan terhadap program nasional memperkuat citra DPRD Jawa Tengah sebagai lembaga yang aktif menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Tidak adanya pemberitaan negatif juga mengindikasikan minimnya isu yang berpotensi mempengaruhi reputasi lembaga selama periode monitoring.
Puncak Pemberitaan Mingguan DPRD Jawa Tengah
Puncak pemberitaan terjadi pada 23 Juli 2026 dengan 40 artikel, meningkat tajam dibandingkan awal periode yang berada pada kisaran 8โ12 artikel per hari. Lonjakan ini terutama dipicu oleh pemberitaan mengenai Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu yang diinisiasi Mohammad Saleh.
Tingginya intensitas liputan menunjukkan besarnya perhatian media terhadap program penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi produktif di Jawa Tengah.
Sepanjang periode pemantauan, terjadi pergeseran isu pemberitaan. Pada awal pekan, liputan didominasi oleh Harlah PKB Jateng dan Apresiasi Sosial serta dukungan Heri Pudyatmoko terhadap Sudaryono di BGN, yang mencerminkan kuatnya eksposur agenda politik dan organisasi.
Memasuki 23 Juli, fokus media bergeser secara signifikan ke isu pembangunan ekonomi melalui Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh, menandakan meningkatnya perhatian terhadap program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Menjelang akhir periode, pemberitaan kembali bergeser ke isu kebijakan publik dan pelayanan masyarakat. Topik yang menonjol meliputi Komitmen Perlindungan Anak oleh Setya Ari, Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih, serta Sumanto Dukung Pengembangan Pertanian dan Pariwisata Paseban.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa eksposur DPRD Jawa Tengah berkembang dari dominasi agenda politik menuju pembahasan isu sosial, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan penguatan potensi ekonomi daerah.
Top 5 Pemberitaan berdasarkan Sentimen DPRD Jawa Tengah
Selama periode pemantauan, tidak terdapat isu negatif dengan eksposur tinggi dalam lima besar pemberitaan DPRD Jawa Tengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemberitaan media didominasi oleh sentimen positif, sementara isu-isu negatif tidak berkembang menjadi perhatian utama maupun memengaruhi citra kelembagaan DPRD Jawa Tengah.
Pemberitaan positif didominasi oleh Sumanto Dukung Pertanian dan Pariwisata Paseban, Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih, serta Heri Pudyatmoko Dukung Sudaryono di BGN, yang masing-masing memperoleh 13 artikel. Selanjutnya, Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh tercatat dalam 10 artikel, disusul Komitmen Perlindungan Anak oleh Setya Ari dengan 4 artikel.
Komposisi ini menunjukkan perhatian media terhadap isu pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan, mitigasi kebutuhan dasar masyarakat, dukungan terhadap program strategis nasional, serta perlindungan anak.
Secara keseluruhan, Top 5 pemberitaan DPRD Jawa Tengah memperlihatkan tren eksposur yang positif dan stabil. Fokus pemberitaan lebih banyak mengangkat inisiatif pembangunan sektor pertanian dan peternakan, pengembangan potensi desa dan pariwisata, antisipasi krisis air bersih, serta penguatan perlindungan sosial.
Pola tersebut mencerminkan citra DPRD Jawa Tengah sebagai lembaga yang aktif mendorong pembangunan daerah, mendukung program pemerintah, dan merespons berbagai kebutuhan masyarakat secara konstruktif.
Profil Pemberitaan Ketua DPRD Jawa Tengah
Selama periode pemantauan, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memperoleh 30 artikel, dengan 100% sentimen positif tanpa pemberitaan netral maupun negatif. Kondisi ini menunjukkan eksposur media yang sangat kondusif, dengan narasi yang didominasi oleh komitmen Sumanto dalam merespons kebutuhan masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong pengembangan potensi desa.
Topik pemberitaan paling dominan adalah Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih dan Sumanto Dukung Pertanian & Pariwisata Paseban, yang masing-masing memperoleh 13 artikel. Selanjutnya, Apresiasi Sumanto untuk EK View Agroedupark mendapat 3 artikel.
Komposisi tersebut menunjukkan perhatian Sumanto terhadap mitigasi dampak musim kemarau, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan pertanian, pariwisata, dan UMKM.
Pemberitaan Sumanto didominasi oleh media lokal dan regional, dengan JATENG NEWS, RADARTEGAL.COM, dan LINGKAR.NEWS masing-masing memuat 3 artikel. Sementara itu, SUARA BARU dan JATENG POS masing-masing menerbitkan 2 artikel.
Sebaran media ini menunjukkan bahwa eksposur Ketua DPRD Jawa Tengah terutama didorong oleh media yang berfokus pada isu-isu pembangunan daerah, pelayanan publik, dan aspirasi masyarakat.
Profil Pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Selama periode pemantauan, pemberitaan mengenai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mencapai 36 artikel, terdiri atas 30 artikel (83,33%) bersentimen positif dan 6 artikel (16,67%) bersentimen netral, tanpa pemberitaan negatif.
Komposisi ini menunjukkan eksposur media yang tetap kondusif, dengan pemberitaan didominasi narasi mengenai program strategis, perlindungan sosial, serta pembangunan ekonomi dan daerah.
Figur dengan eksposur tertinggi adalah Heri Pudyatmoko dengan 13 artikel positif terkait dukungannya terhadap Sudaryono di BGN. Jumlah yang sama juga dicatat Mohammad Saleh melalui isu Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu, yang terdiri atas 10 artikel positif dan 3 artikel netral.
Sementara itu, Setya Arinugroho memperoleh 7 artikel positif melalui isu Komitmen Perlindungan Anak, sedangkan Sarif Abdillah muncul dalam 3 artikel yang mengangkat kegiatan Harlah PKB Jateng dan Apresiasi Sosial.
Komposisi tersebut menunjukkan perhatian media terhadap isu pembangunan daerah, penguatan sektor peternakan, perlindungan anak, serta aktivitas sosial dan politik.
Pemberitaan mengenai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah didominasi oleh media lokal dan regional. LINGKAR JATENG dan TRIBUNNEWS JATENG masing-masing memuat 3 artikel, disusul JOSS.CO.ID, DISWAY JATENG, dan BERITAJATENG.TV yang masing-masing menerbitkan 2 artikel.
Sebaran ini menunjukkan bahwa eksposur para Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah terutama diperkuat oleh media yang berfokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat daerah.
Ringkasan Pemberitaan Pemprov Jawa Tengah
Selama periode pemantauan, Pemprov Jawa Tengah mencatat 1.129 pemberitaan, dengan dominasi kanal Online Media sebanyak 1.070 artikel (94,77%), disusul Media Cetak sebanyak 59 artikel, sementara TV tidak mencatat pemberitaan. Dari sisi sentimen, pemberitaan secara umum menunjukkan tren positif dengan komposisi Positive sebesar 78,48%, diikuti Neutral 12,22% dan Negative 9,30%.
Kondisi ini menunjukkan eksposur Pemprov Jawa Tengah masih didominasi narasi konstruktif terkait program pemerintah, pembangunan daerah, serta aktivitas kepala daerah.
Isu positif utama yang mendorong pemberitaan Pemprov Jawa Tengah adalah Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terpadu dengan 95 artikel dan Belasungkawa Gubernur Ahmad Luthfi atas Kecelakaan sebanyak 66 artikel.
Dominasi kedua isu tersebut menunjukkan bahwa citra positif Pemprov banyak dibangun melalui agenda penguatan ekonomi daerah, khususnya sektor peternakan, serta respons empatik pemerintah daerah terhadap peristiwa yang mendapat perhatian publik.
Pemberitaan dengan sentimen netral didominasi oleh isu Belasungkawa Gubernur Jateng untuk Iran dengan 10 artikel, yang lebih banyak bersifat informatif tanpa muatan evaluasi atau opini terhadap kinerja pemerintah.
Sementara itu, meskipun terdapat sentimen negatif sebesar 9,30%, isu tersebut tidak mendominasi percakapan publik. Secara keseluruhan, pemberitaan Pemprov Jawa Tengah tetap menunjukkan citra positif karena mayoritas eksposur media berfokus pada program pembangunan, respons pemerintah terhadap isu masyarakat, serta aktivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Share of Voice Seluruh Wilayah
Total pemberitaan seluruh wilayah selama periode pemantauan mencapai 3.919 artikel. Eksposur tertinggi didominasi oleh Pemprov Jawa Tengah dengan 1.129 artikel atau 29% dari total pemberitaan. Dominasi ini menunjukkan bahwa percakapan media masih paling banyak terkonsentrasi pada aktivitas pemerintahan provinsi, kebijakan publik, serta program strategis yang dijalankan oleh Pemprov Jawa Tengah.
Setelah Pemprov Jawa Tengah, eksposur terbesar berasal dari DPRD Jawa Timur dengan 636 artikel (16%), disusul DPRD DKI Jakarta sebanyak 555 artikel (14%) dan DPRD Jawa Barat sebanyak 403 artikel (10%).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa volume percakapan media mengenai lembaga legislatif di beberapa wilayah lain masih lebih tinggi dibandingkan DPRD Jawa Tengah.
Sementara itu, DPRD Jawa Tengah mencatat 135 artikel atau sekitar 4% dari total pemberitaan, berada pada kelompok eksposur menengah bawah bersama DPRD Banten (4%) dan DPRD Kota Pekalongan (3%).
Kondisi ini menunjukkan bahwa visibilitas media DPRD Jawa Tengah masih memiliki ruang untuk diperkuat, terutama melalui penguatan komunikasi publik terkait kinerja legislasi, pengawasan program pemerintah, serta isu-isu yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait โ Pekalongan, Pemalang, Batang
Topik Pemberitaan Per Wilayah
Pemberitaan DPRD kabupaten/kota terkait wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang mencatat variasi eksposur media. Berdasarkan volume artikel, Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah dengan pemberitaan tertinggi sebanyak 246 artikel, disusul Kabupaten Batang sebanyak 183 artikel, Kota Pekalongan 130 artikel, dan Kabupaten Pemalang 127 artikel.
Dari sisi sentimen, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang menunjukkan dominasi pemberitaan positif dengan masing-masing 91 artikel dan 82 artikel positif, sementara Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah dengan tekanan sentimen negatif paling besar melalui 129 artikel negatif.
Tekanan negatif terbesar terjadi di Kabupaten Pekalongan yang dipicu oleh isu Sidang Perdana Fadia Arafiq Korupsi dengan 54 artikel.
Sementara itu, Kabupaten Pemalang menghadapi sentimen negatif melalui isu Krisis Air Bersih sebanyak 5 artikel, sedangkan Kabupaten Batang mengalami tekanan negatif yang lebih terbatas melalui isu Bupati Batang Soroti Aplikasi OPD sebanyak 2 artikel. Ketiga isu tersebut menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika sentimen pemberitaan di masing-masing wilayah.
Dari sisi pemberitaan positif, isu yang paling menonjol berasal dari Kota Pekalongan melalui Program ACF Tuberkulosis dengan 12 artikel, Kabupaten Batang melalui Pembangunan Sekolah Rakyat sebanyak 9 artikel, serta Kabupaten Pekalongan melalui Peresmian Jembatan Garuda dengan 18 artikel.
Pemberitaan positif ini banyak didukung oleh kanal media seperti RADAR PEKALONGAN – DISWAY.ID, PEKALONGANKOTA, dan TRIBUNNEWS – JATENG, yang berperan dalam mengangkat isu pembangunan, pelayanan publik, dan program sosial di wilayah terkait.
Pemantauan Percakapan DPRD Provinsi Lain โ Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten
Jumlah Pemberitaan Per Wilayah
Berdasarkan volume pemberitaan DPRD provinsi lain, DPRD Jawa Timur menjadi wilayah dengan eksposur tertinggi sebanyak 636 artikel, disusul DPRD DKI Jakarta sebanyak 555 artikel, DPRD Jawa Barat sebanyak 403 artikel, DPRD Bali sebanyak 196 artikel, DPRD Banten sebanyak 133 artikel, dan DPRD DI Yogyakarta sebanyak 46 artikel.
Dari sisi sentimen, Jawa Barat dan Bali menunjukkan dominasi pemberitaan positif dengan masing-masing 134 artikel dan 52 artikel positif, sementara Jawa Timur menjadi wilayah dengan tekanan sentimen negatif terbesar sebanyak 307 artikel negatif.
Tekanan negatif paling signifikan terjadi di Jawa Timur melalui isu Penahanan Tersangka Suap oleh KPK dengan 174 artikel negatif. Selanjutnya, DKI Jakarta menghadapi tekanan negatif dari isu Pramono Anung Tinjau SDN Kebayoran Lama sebanyak 22 artikel negatif, sedangkan Jawa Barat melalui isu DPRD Jawa Barat Bantah Usulan SPP mencatat 14 artikel negatif.
Ketiga isu tersebut menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi negatif terhadap pemberitaan DPRD di masing-masing wilayah.
Sementara itu, percakapan positif paling menonjol berasal dari DKI Jakarta melalui isu Penerbitan Obligasi Daerah oleh Pramono Anung dengan 32 artikel positif, disusul Bali melalui isu Pendapat Akhir Gubernur Bali di DPRD sebanyak 18 artikel positif, serta Jawa Barat melalui isu PDI Perjuangan Rayakan Hari Anak Nasional sebanyak 13 artikel positif.
Pemberitaan tersebut banyak diperkuat oleh kanal media seperti BERITA JAKARTA, RRI, dan BABE INDONESIA, yang menjadi media utama dalam mengangkat isu terkait aktivitas legislatif dan kebijakan daerah.
Ringkasan Strategis Media Mainstream DPRD Jawa Tengah
Kesimpulan Keseluruhan
Kondisi pemberitaan DPRD Jawa Tengah periode 20โ26 Juli 2026 tergolong kondusif dengan total 135 pemberitaan. Eksposur media didominasi oleh Online Media sebanyak 123 artikel, sementara Print Media mencatat 12 artikel dan TV tidak mencatat pemberitaan. Dari sisi sentimen, pemberitaan didominasi Positive sebesar 75,56%, diikuti Neutral sebesar 24,44%, serta tidak terdapat pemberitaan negatif.
Secara umum, citra DPRD Jawa Tengah berada dalam kondisi positif dan konstruktif. Pemberitaan media banyak mengangkat peran DPRD dalam isu pengembangan potensi desa, antisipasi kebutuhan dasar masyarakat, dukungan terhadap program strategis, serta penguatan ekonomi daerah.
Sorotan Strategis
Puncak pemberitaan terjadi pada 23 Juli 2026 dengan 40 artikel, terutama dipicu oleh isu Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh. Tingginya volume pemberitaan menunjukkan perhatian media terhadap agenda penguatan sektor peternakan, peningkatan ekonomi produktif, serta upaya mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor strategis daerah.
Isu positif utama yang mendominasi pemberitaan adalah Sumanto Dukung Pertanian & Pariwisata Paseban, Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih, dan Heri Pudyatmoko Dukung Sudaryono di BGN, yang masing-masing mencatat 13 artikel.
Selanjutnya, Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh memperoleh 10 artikel, serta Komitmen Perlindungan Anak oleh Setya Ari sebanyak 4 artikel.
Dari sisi figur, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mencatat 30 artikel dengan 100% sentimen positif, sementara Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah memperoleh 36 artikel dengan 83,33% sentimen positif.
Capaian tersebut memperkuat eksposur kelembagaan DPRD Jateng melalui narasi mengenai pelayanan masyarakat, pembangunan desa, program strategis, serta perlindungan sosial.
Isu yang Perlu Dipantau
Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih perlu terus dikawal karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama menghadapi periode kemarau. Penguatan komunikasi publik dapat diarahkan pada narasi mengenai kesiapan respons cepat, pemetaan wilayah rawan kekeringan, koordinasi lintas instansi, distribusi bantuan air, serta langkah mitigasi jangka panjang melalui konservasi sumber daya air.
Sumanto Dukung Pertanian & Pariwisata Paseban perlu diperkuat sebagai narasi positif karena menggambarkan peran DPRD Jateng dalam mendorong ekonomi desa berbasis potensi lokal. Komunikasi dapat menekankan pengembangan agrowisata, inovasi produk pertanian, penguatan UMKM, dan pemanfaatan pemasaran digital untuk menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh menjadi peluang komunikasi strategis bagi DPRD Jawa Tengah karena berkaitan dengan penguatan sektor peternakan, penciptaan ekonomi produktif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Narasi utama dapat diarahkan pada dukungan DPRD terhadap investasi yang melibatkan petani dan peternak lokal, kemitraan berkeadilan, peningkatan produksi susu, serta penguatan nilai ekonomi daerah.
Appendix: Pemberitaan DPRD Jawa Tengah โ Isu Utama
ISU 01
Sumanto Minta Antisipasi Krisis Air Bersih
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, PDAM, dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, khususnya di wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih. Upaya yang didorong meliputi pemetaan daerah rawan kekeringan, kesiapan distribusi bantuan air, pembangunan embung dan sumur dalam, serta konservasi sumber daya air melalui gerakan Jogo Kali Merawat Bumi. Isu ini menegaskan perhatian DPRD Jateng terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan strategi mitigasi jangka panjang menghadapi ancaman krisis air.
ISU 02
Sumanto Dukung Pertanian & Pariwisata Paseban
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendorong pengembangan potensi Desa Paseban melalui sektor pertanian dan pariwisata sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya penguatan agrowisata, inovasi produk pertanian, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan pemasaran digital agar desa mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Isu ini memperkuat narasi peran DPRD Jateng dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
ISU 03
Heri Pudyatmoko Dukung Sudaryono di BGN
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko memberikan dukungan terhadap penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dukungan tersebut didasarkan pada pengalaman Sudaryono di bidang organisasi, manajemen, dan pemerintahan yang dinilai dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Heri menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta keterlibatan pelaku ekonomi lokal seperti UMKM, petani, peternak, nelayan, dan penyedia jasa boga agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
ISU 04
Proyek Peternakan Sapi Perah Terpadu Mohammad Saleh
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendukung pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes sebagai langkah memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan produksi susu nasional. Ia menilai proyek tersebut dapat membuka peluang kemitraan bagi petani dan peternak lokal apabila didukung pola kerja sama yang adil. Mohammad Saleh juga menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi, kepastian pasar, ketersediaan pakan ternak, serta pengembangan sistem peternakan berkelanjutan agar manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat sekitar.
ISU 05
Komitmen Perlindungan Anak oleh Setya Ari
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Ari Nugroho menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Ia mendorong penciptaan lingkungan aman bagi anak melalui keluarga, sekolah, masyarakat, dan ruang digital. Upaya yang didorong meliputi implementasi Gernas RANA, penguatan sekolah ramah anak, pencegahan bullying, serta kolaborasi antara pemerintah, orang tua, pendidik, komunitas, media, dan dunia usaha untuk mencegah kekerasan maupun eksploitasi terhadap anak.
ISU 06
Respons DPRD Jateng Terhadap Pertambangan Ilegal
Koalisi warga sipil Jateng Guyub menggelar aksi damai di kawasan Gubernuran dan DPRD Jawa Tengah dengan membawa sejumlah aspirasi terkait konflik agraria, kesejahteraan buruh, persoalan petani tebu, serta isu pangan. Dalam pemberitaan ini, DPRD Jawa Tengah lebih muncul sebagai konteks lokasi penyampaian aspirasi masyarakat, bukan sebagai aktor utama isu. Perhatian media lebih berfokus pada tuntutan publik dan respons pemerintah terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat.






