AIR BERSIH. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan pihak PDAB Tirtatama DI. Yogyakarta, Jumat (2/2/2024), membahas pengelolaan dan layanan air bersih. (foto priskilla candra cahyaningtyas)
YOGYAKARTA – Dalam diskusi soal air bersih dengan pihak PDAB Tirtatama Provinsi DI. Yogyakarta, Jumat (2/2/2024), Komisi C DPRD Provinsi Jateng menilai kualitas layanan dan serapan air bersih PDAB Tirta Utama Jateng perlu ditingkatkan. Karena, kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Seperti dikatakan Dirut PDAB Tirtatama Provinsi DI. Yogyakarta Teddy K. Widodo, melalui sistem penyediaan air minum (Spam) Regional untuk wilayah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul (Kartamantul). Dari spam itu, pihaknya melakukan penjualan air curah ke tiap PDAM di kota/ kabupaten.

“Sebenarnya kami lebih banyak belajar dari Jateng. Mengingat persoalan air bersih terkait dalam hal pengelolaan dan pemanfaatannya bagi masyarakat,” katanya.
Dikatakan, PDAB Tirtama merupakan BUMD yang dibentuk guna mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan air minum di DI. Yogyakarta. “PDAB hadir untuk melayani air minum curah dan beberapa lembaga pengelola air minum secara swadaya serta pemenuhan air secara mandiri,” katanya.

Mendengarnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro mengaku pengelolaan air bersih untuk masyarakat perlu dilakukan. Ia juga mengatakan persoalan air bawah tanah perlu diperhatikan, mengingat hal itu sangat mempengaruhi tingkat serapan air bersih. (bintari/ariel)









