Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak โ mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah.
PERIODE DATA
13 Juli 2026 โ 19 Juli 2026
Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan
Ruang Lingkup Pemantauan
Pemantauan dalam laporan ini mencakup pemberitaan dan percakapan mengenai DPRD Provinsi Jawa Tengah pada media mainstream.
Jenis media yang dianalisis meliputi:
Media Online, Media Cetak (Print Media) dan Media Penyiaran (Broadcast Media).
Analisis dilakukan terhadap konten yang memuat informasi, opini, maupun pemberitaan terkait aktivitas kelembagaan, kebijakan, program, serta isu-isu yang berkaitan dengan DPRD Jawa Tengah.
Tujuan Laporan
Laporan ini disusun untuk mengukur efektivitas kegiatan dan strategi komunikasi DPRD Jawa Tengah di media mainstream. Hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika informasi publik.
Pengukuran dilakukan melalui beberapa pendekatan berikut:
Menggambarkan topik utama pemberitaan yang paling banyak dibahas terkait DPRD Jawa Tengah, serta mengidentifikasi jenis dan cakupan kanal media tempat pemberitaan tersebut muncul.
Menganalisis sentimen pemberitaan terhadap DPRD Jawa Tengah dan entitas lain yang termasuk dalam ruang lingkup monitoring, sekaligus mendeteksi potensi krisis komunikasi maupun isu strategis yang memerlukan perhatian khusus.
Mengidentifikasi media dan penulis (authors) yang aktif memberitakan DPRD Jawa Tengah, termasuk kecenderungan sentimen dari pemberitaan yang dihasilkan.
Dengan pendekatan tersebut, laporan ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi publik dan eksposur media terhadap DPRD Jawa Tengah, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan komunikasi publik dan hubungan media.
Ringkasan Eksekutif Pemberitaan DPRD Jawa Tengah
DPRD Provinsi Jawa Tengah mencatat 223 pemberitaan selama periode pemantauan. Eksposur media didominasi oleh Media Online dengan 201 artikel (90,13%), sedangkan Media Cetak menyumbang 22 artikel. Pada periode ini tidak ditemukan pemberitaan melalui media televisi.
Dari sisi sentimen, pemberitaan menunjukkan kecenderungan yang sangat positif. Sentimen positif mencapai 87,44%, sedangkan sentimen netral sebesar 12,56%. Tidak ditemukan pemberitaan dengan sentimen negatif yang signifikan, sehingga citra DPRD Jawa Tengah pada periode pemantauan tergolong stabil dan kondusif.
Topik positif yang paling menonjol adalah Krisis Regenerasi Pertanian yang disampaikan Sumanto dengan 26 artikel, yang menyoroti berbagai upaya dan solusi untuk memperkuat sektor pertanian dan menarik generasi muda ke bidang pertanian.
Selanjutnya, Optimalisasi Embung untuk Ketahanan Pangan muncul dalam 16 artikel yang menekankan pentingnya infrastruktur air dalam mendukung produktivitas pertanian. Adapun Pertunjukan Wayang Kulit oleh Sumanto muncul dalam 14 artikel dan menyoroti komitmen pelestarian budaya daerah.
Sementara itu, topik netral utama adalah Pendampingan Koperasi Petani Tebu dengan 13 artikel. Pemberitaan ini berfokus pada agenda penguatan tata kelola koperasi petani tebu oleh Kementerian Koperasi dan pihak terkait untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tanpa penilaian positif maupun negatif yang dominan.
Secara keseluruhan, pemberitaan DPRD Jawa Tengah didominasi oleh isu-isu pembangunan pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, dan pelestarian budaya. Tingginya proporsi sentimen positif mencerminkan persepsi publik yang cenderung melihat DPRD Jawa Tengah sebagai lembaga yang proaktif dalam mendorong pembangunan daerah dan penguatan sektor strategis masyarakat.
Puncak Pemberitaan Mingguan DPRD Jawa Tengah
Puncak pemberitaan DPRD Jawa Tengah terjadi pada 14 Juli dengan total 42 artikel. Lonjakan eksposur tersebut terutama dipicu oleh peresmian Bendungan Jlantah oleh Ketua DPRD Sumanto yang menjadi isu utama dengan 8 artikel.
Topik ini kemudian diikuti oleh pemberitaan mengenai akses modal kerja UMKM yang disampaikan Sarif Abdillah serta pertunjukan wayang kulit oleh Sumanto, yang masing-masing memperoleh 7 artikel.
Pada periode puncak tersebut, pemberitaan didominasi oleh agenda pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya.
Sepanjang pekan pemantauan, terjadi pergeseran isu dominan. Pada awal periode, perhatian media lebih banyak tertuju pada Optimalisasi Embung untuk Ketahanan Pangan. Selanjutnya, fokus pemberitaan bergeser ke Pendampingan Koperasi Petani Tebu dan Peresmian Bendungan Jlantah oleh Ketua DPRD Sumanto yang memperoleh perhatian signifikan.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa eksposur DPRD Jawa Tengah berkembang dari isu mitigasi kebutuhan petani menuju dukungan terhadap infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air.
Menjelang akhir periode, pemberitaan kembali beralih ke isu pelestarian budaya dan regenerasi pertanian yang konsisten melekat pada figur Sumanto. Melalui pemberitaan mengenai Pertunjukan Wayang Kulit dan penanganan Krisis Regenerasi Pertanian, media menyoroti tantangan keberlanjutan sektor pertanian serta pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Secara keseluruhan, pola pemberitaan selama satu pekan menunjukkan citra DPRD Jawa Tengah yang tidak hanya hadir dalam agenda pembangunan fisik, tetapi juga aktif dalam isu sosial, budaya, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan pangan masyarakat.
Top 5 Pemberitaan Berdasarkan Sentimen DPRD Jawa Tengah
Pada periode pemantauan ini, tidak terdapat isu negatif dalam Top 5 pemberitaan DPRD Jawa Tengah. Seluruh topik utama berada pada kategori sentimen positif atau netral, sehingga eksposur DPRD Jawa Tengah dapat dikatakan berada dalam kondisi yang relatif kondusif dan stabil.
Isu dengan eksposur tertinggi adalah Krisis Regenerasi Pertanian dengan 26 artikel. Pemberitaan ini menyoroti berbagai upaya untuk mengatasi minimnya regenerasi petani dan memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.
Selanjutnya, Optimalisasi Embung untuk Ketahanan Pangan muncul dalam 16 artikel, yang menekankan pentingnya infrastruktur air dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pada kategori sentimen netral, topik utama adalah Pendampingan Koperasi Petani Tebu dengan 13 artikel. Pemberitaan berfokus pada kehadiran anggota DPRD Jawa Tengah dalam agenda Kementerian Koperasi terkait penguatan tata kelola koperasi petani tebu, sehingga lebih bersifat informatif tanpa penilaian positif maupun negatif yang dominan.
Sementara itu, isu positif lainnya adalah Pertunjukan Wayang Kulit dengan 14 artikel dan Peresmian Bendungan Jlantah oleh Ketua DPRD dengan 9 artikel. Kedua topik tersebut memperkuat narasi positif mengenai dukungan DPRD terhadap pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, serta pelestarian budaya lokal.
Secara keseluruhan, Top 5 pemberitaan DPRD Jawa Tengah menunjukkan pola eksposur yang positif, stabil, dan minim risiko krisis komunikasi. Pemberitaan paling kuat terkonsentrasi pada isu pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, dan pelestarian budaya, dengan dominasi narasi yang banyak melekat pada peran Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto.
Adapun isu netral lebih mencerminkan partisipasi dalam agenda eksternal dan tidak memberikan tekanan langsung terhadap citra DPRD Jawa Tengah.
Profil Pemberitaan Ketua DPRD Jawa Tengah
Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, memperoleh 58 artikel pemberitaan selama periode pemantauan. Komposisi sentimen menunjukkan dominasi yang sangat positif, yaitu 54 artikel (93,10%) bersentimen positif dan 4 artikel (6,90%) bersentimen netral, sementara tidak ditemukan pemberitaan negatif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa eksposur media terhadap Sumanto cenderung membangun citra positif, terutama terkait perannya dalam isu pertanian, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, dan pelestarian budaya lokal.
Topik pemberitaan yang paling dominan adalah Krisis Regenerasi Pertanian dengan 26 artikel yang sebagian besar bernada positif. Pemberitaan menyoroti perhatian Sumanto terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan pentingnya menarik generasi muda untuk terlibat dalam dunia pertanian.
Selanjutnya, Pertunjukan Wayang Kulit oleh Sumanto muncul dalam 12 artikel, yang menekankan komitmen terhadap pelestarian budaya daerah. Adapun Peresmian Bendungan Jlantah memperoleh 9 artikel dan memperkuat narasi mengenai dukungan terhadap pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi distribusi media, BERITAJATENG.TV menjadi kanal yang paling dominan dalam memberitakan Sumanto dengan 6 artikel. Media lain yang aktif memberitakan antara lain JATENG NEWS, AYO SEMARANG, Jateng Pos, dan Radar Semarang yang masing-masing memuat sekitar 4 artikel.
Pola distribusi tersebut menunjukkan bahwa media lokal Jawa Tengah menjadi sumber utama eksposur pemberitaan mengenai Ketua DPRD, sehingga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap figur Sumanto di tingkat regional.
Profil Pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Pemberitaan mengenai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah mencatat 65 artikel selama periode pemantauan. Seluruh pemberitaan tersebut berada pada kategori sentimen positif (100%), sehingga tidak ditemukan artikel bersentimen netral maupun negatif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa eksposur Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah berlangsung dalam situasi yang sangat kondusif, dengan narasi yang didominasi isu pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan ketahanan pangan.
Figur Wakil Ketua yang memperoleh eksposur tertinggi adalah Heri Pudyatmoko dengan 33 artikel. Pemberitaan mengenai dirinya banyak berkaitan dengan revitalisasi tambak, penguatan sektor perikanan, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Selanjutnya, Sarif Abdillah mencatat 31 artikel dengan fokus pemberitaan yang lebih konsisten pada akses modal kerja UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan dukungan terhadap pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Mohammad Saleh memperoleh 1 artikel terkait dukungan terhadap pemberlakuan B50 sebagai bagian dari penguatan sektor energi dan pertanian. Adapun Setya Arinugroho tidak tercatat memiliki pemberitaan selama periode pemantauan.
Dari sisi distribusi media, kanal yang paling aktif memberitakan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah adalah PORTAL JATENG, HALOSEMARANG, dan INDORAYA NEWS. Ketiga media tersebut menjadi sumber utama penyebaran informasi mengenai aktivitas, pernyataan, dan agenda para Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, profil pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah menunjukkan eksposur yang sangat positif dan stabil, dengan konsentrasi isu pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sektor perikanan, dan penguatan UMKM, sehingga turut memperkuat citra kelembagaan DPRD Jawa Tengah sebagai institusi yang aktif mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ringkasan Pemberitaan Pemprov Jawa Tengah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat 1.209 artikel pemberitaan selama periode pemantauan. Eksposur media didominasi oleh Media Online dengan 1.156 artikel (95,62%), sedangkan Media Cetak menyumbang 53 artikel. Pada periode ini tidak ditemukan pemberitaan melalui media televisi.
Dari sisi sentimen, pemberitaan mengenai Pemprov Jawa Tengah didominasi oleh sentimen positif sebesar 73,28%, diikuti sentimen negatif 14,06% dan sentimen netral 12,66%. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas eksposur masih bersifat positif, meskipun terdapat porsi pemberitaan negatif yang cukup signifikan dibandingkan entitas lain dalam pemantauan.
Topik positif utama adalah Penanganan Kekeringan oleh Pemprov Jawa Tengah dengan 60 artikel. Pemberitaan menyoroti langkah pemerintah dalam distribusi bantuan air bersih, mitigasi dampak kekeringan, dan perlindungan masyarakat terdampak.
Topik positif berikutnya adalah Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng dengan 50 artikel, yang menekankan upaya perluasan akses pendidikan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Sementara itu, topik negatif utama adalah Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo dengan 104 artikel yang didominasi sentimen negatif. Pemberitaan mencerminkan adanya kontroversi, kritik publik, dan perdebatan terkait proses maupun implikasi penunjukan tersebut.
Pada kategori netral, isu yang paling banyak muncul adalah Perubahan Zona Parkir di Solo dengan 12 artikel. Pemberitaan bersifat informatif dan berfokus pada penyesuaian tata kelola parkir tanpa penilaian positif maupun negatif yang dominan.
Secara keseluruhan, pemberitaan Pemprov Jawa Tengah memperlihatkan citra media yang dinamis dan beragam. Di satu sisi, eksposur positif didorong oleh program pembangunan, penanganan kekeringan, dan penguatan sektor pendidikan. Di sisi lain, keberadaan isu kontroversial terkait figur dan kebijakan tertentu turut menciptakan ruang kritik yang cukup besar dalam pemberitaan media mainstream.
Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait โ Pekalongan, Pemalang, dan Batang
Pemantauan pemberitaan DPRD kabupaten/kota di wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang menunjukkan perbedaan tingkat eksposur dan sentimen yang cukup mencolok. Berdasarkan volume pemberitaan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang menempati peringkat tertinggi dengan masing-masing 202 artikel, disusul Kabupaten Pekalongan sebanyak 186 artikel, dan Kota Pekalongan sebanyak 162 artikel.
Dari sisi sentimen, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan menunjukkan dominasi pemberitaan positif. Kabupaten Batang mencatat 137 artikel positif, sedangkan Kota Pekalongan memperoleh 98 artikel positif.
Sebaliknya, Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah dengan tekanan sentimen negatif paling besar, dengan 95 artikel negatif selama periode pemantauan.
Tekanan negatif utama di Kabupaten Pekalongan berasal dari isu Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang muncul dalam 63 artikel dan menjadi fokus pemberitaan paling dominan.
Di Kabupaten Pemalang, isu negatif terbesar adalah Krisis Air Bersih dengan 22 artikel, sementara Kota Pekalongan menghadapi sorotan terkait dampak El Nino dan penanganan penurunan muka tanah di Pantura, masing-masing sebanyak 2 artikel. Isu-isu tersebut menjadi faktor utama yang membentuk persepsi negatif terhadap wilayah terkait.
Di sisi lain, Kabupaten Batang tampil sebagai wilayah dengan eksposur positif terkuat. Topik utama adalah Pengukuhan Polresta Batang oleh Kapolda dengan 21 artikel. Kota Pekalongan juga memperoleh sorotan positif melalui Festival Bubur Suro sebanyak 16 artikel, sedangkan Kabupaten Pemalang mencatat pemberitaan positif pada isu Distribusi Air Bersih sebanyak 6 artikel.
Kanal media yang paling dominan dalam pemberitaan gabungan wilayah tersebut adalah PEKALONGANKOTA, TRIBUNNEWS JATENG, dan PIKIRAN RAKYAT, yang menjadi sumber utama distribusi informasi dan pembentukan opini publik terkait DPRD dan dinamika pemerintahan di Pekalongan, Pemalang, dan Batang.
Pemantauan Percakapan DPRD Provinsi Lain โ Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten
Pemantauan percakapan dan pemberitaan DPRD di sejumlah provinsi menunjukkan tingkat eksposur yang berbeda-beda. Berdasarkan volume artikel, DPRD Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 674 artikel, diikuti DKI Jakarta sebanyak 630 artikel, Jawa Timur sebanyak 585 artikel, Bali sebanyak 263 artikel, DI Yogyakarta sebanyak 129 artikel, dan Banten sebanyak 112 artikel.
Dari sisi sentimen, DPRD DI Yogyakarta menunjukkan komposisi paling positif dengan 48 artikel positif dari total 129 artikel. Sebaliknya, DPRD Jawa Barat mengalami tekanan sentimen negatif paling besar dengan 225 artikel negatif dari total 674 artikel, sehingga menjadi provinsi dengan tingkat eksposur negatif tertinggi dalam pemantauan ini.
Isu negatif utama di Jawa Barat adalah penolakan pemberlakuan SPP yang muncul dalam 94 artikel negatif. Di Jawa Timur, tekanan negatif berasal dari isu pemeriksaan ASN Pemprov Jatim oleh KPK dengan 29 artikel negatif, sedangkan di DKI Jakarta isu yang paling banyak memicu sentimen negatif adalah pemasangan rambu ketinggian kendaraan di JPO dengan 18 artikel negatif. Ketiga isu tersebut menjadi pemicu utama dominasi pemberitaan negatif di masing-masing provinsi.
Di sisi lain, percakapan positif paling menonjol muncul di DPRD Jawa Timur melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD Jatim dengan 29 artikel positif. DPRD DKI Jakarta memperoleh eksposur positif melalui isu Perubahan Perda Pajak Daerah DKI Jakarta sebanyak 12 artikel, sementara DPRD Jawa Barat juga mencatat 21 artikel positif terkait sikap Ono Surono menolak pemberlakuan SPP.
Kanal media yang paling dominan dalam pemberitaan gabungan DPRD provinsi tersebut adalah BERITA JAKARTA, RRI, BABE INDONESIA, MSN.COM, dan NEWS.
Ringkasan Strategis Media Mainstream
Kondisi pemberitaan DPRD Jawa Tengah pada periode 13โ19 Juli 2026 tergolong kondusif dengan dominasi sentimen positif. Selama periode tersebut tercatat 223 artikel pemberitaan, dengan eksposur yang didominasi Media Online sebanyak 201 artikel (90,13%), sedangkan Media Cetak menyumbang 22 artikel (9,87%). Tidak ditemukan pemberitaan melalui kanal televisi pada periode pemantauan ini.
Dari sisi sentimen, pemberitaan didominasi positif sebesar 87,44%, sedangkan 12,56% bersifat netral dan tidak ditemukan pemberitaan negatif. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa citra DPRD Jawa Tengah pada periode ini relatif positif dan banyak ditopang oleh isu pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur, serta pelestarian budaya lokal.
Puncak pemberitaan terjadi pada momentum Peresmian Bendungan Jlantah oleh Ketua DPRD Sumanto yang menghasilkan 8 artikel, diikuti isu Akses Modal Kerja UMKM oleh Sarif Abdillah dan Pertunjukan Wayang Kulit oleh Sumanto yang masing-masing memperoleh 7 artikel. Pola ini menunjukkan bahwa eksposur tertinggi DPRD Jawa Tengah digerakkan oleh agenda pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan identitas budaya daerah.
Isu positif yang paling menonjol adalah Krisis Regenerasi Pertanian oleh Sumanto dengan 26 artikel, disusul Optimalisasi Embung untuk Ketahanan Pangan sebanyak 16 artikel, serta Pertunjukan Wayang Kulit oleh Sumanto sebanyak 14 artikel. Ketiga isu tersebut memperlihatkan konsistensi narasi DPRD Jawa Tengah pada tema ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, dan pelestarian budaya.
Dari sisi figur, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menjadi tokoh paling dominan dengan 58 artikel dan 93,10% sentimen positif. Sementara itu, pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mencapai 65 artikel dengan 100% sentimen positif, terutama melalui eksposur Heri Pudyatmoko dan Sarif Abdillah pada isu infrastruktur, UMKM, perikanan, dan ketahanan pangan.
Secara strategis, terdapat beberapa isu yang perlu terus dikawal. Krisis Regenerasi Pertanian berpotensi berkembang menjadi diskursus publik yang lebih luas terkait kesejahteraan petani, stabilitas harga gabah, kepastian pasar, dan alih fungsi lahan produktif.
Kemudian Optimalisasi Embung dan Peresmian Bendungan Jlantah juga perlu dipantau karena berkaitan langsung dengan manfaat nyata infrastruktur air bagi petani dan efektivitas jaringan irigasi pendukung.
Selain itu, Akses Modal Kerja UMKM dan Fasilitas Cold Storage perlu diperkuat sebagai ruang komunikasi positif karena menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil, nelayan, dan masyarakat pesisir dalam memperoleh akses pembiayaan, fasilitas produksi, dan pasar yang lebih stabil.
Secara keseluruhan, pemberitaan media mainstream selama periode pemantauan menunjukkan bahwa DPRD Jawa Tengah berhasil mempertahankan citra positif dan stabil dengan fokus narasi pada pembangunan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya, sehingga memberikan landasan komunikasi publik yang kuat untuk periode berikutnya.
Appendix: Pemberitaan DPRD Jawa Tengah โ Isu Utama
ISU 01 โ Krisis Regenerasi Pertanian
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, menyoroti krisis regenerasi petani karena generasi muda dinilai semakin enggan terjun ke sektor pertanian. Faktor utama yang disoroti adalah pendapatan petani yang belum menjanjikan serta ketidakpastian harga hasil panen. Sumanto menekankan perlunya intervensi pemerintah melalui stabilisasi harga gabah, kepastian pasar, dan peningkatan nilai tambah sektor pertanian agar profesi petani kembali menarik bagi anak muda dan keberlanjutan produksi pangan dapat terjaga.
ISU 02 โ Optimalisasi Embung untuk Ketahanan Pangan
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah, mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan fungsi embung dan waduk sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau. Upaya ini dipandang penting untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan efisiensi irigasi, serta mempertahankan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra pangan nasional. Optimalisasi infrastruktur air dinilai menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan daerah.
ISU 03 โ Peresmian Bendungan Jlantah
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, menyambut baik peresmian Bendungan Jlantah di Karanganyar sebagai infrastruktur strategis pendukung ketahanan pangan. Ia menilai bendungan tersebut mampu mengatasi persoalan kekurangan air pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, memperluas masa tanam, dan memperbaiki kesejahteraan petani melalui pasokan irigasi yang lebih stabil. Keberadaan Bendungan Jlantah diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat sektor pertanian di Jawa Tengah.
ISU 04 โ Akses Modal Kerja UMKM
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah, menekankan pentingnya perluasan akses modal kerja bagi lebih dari empat juta pelaku UMKM di Jawa Tengah. Ia mendorong optimalisasi skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh permodalan. Selain itu, Sarif menilai pelatihan pengelolaan keuangan perlu diperkuat agar UMKM menjadi lebih bankable, mampu naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar regional maupun nasional.
ISU 05 โ Pertunjukan Wayang Kulit
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di Karanganyar sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa sekaligus upaya menarik minat generasi muda terhadap seni tradisional. Sumanto menegaskan bahwa wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, penyampaian filosofi kehidupan, penguatan nilai gotong royong, dan pembentukan karakter masyarakat. Kegiatan tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
ISU 06 โ Dorongan Fasilitas Cold Storage
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah, mendorong penguatan fasilitas cold storage di Pelabuhan Perikanan Cilacap agar hasil tangkapan nelayan dapat disimpan, diolah, dan dipasarkan di daerah sendiri. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sektor perikanan, memperkuat hilirisasi hasil laut, membuka lapangan kerja, serta mendorong Cilacap berkembang sebagai kawasan industri perikanan terpadu di Jawa Tengah.






