Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

PERIODE DATA

10 Agustus 2026 – 16 Agustus 2026

Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan

Ruang lingkup pemantauan mencakup kanal media sosial X (Twitter), Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai eksposur dan persepsi publik terhadap DPRD Jawa Tengah.

Tujuan laporan adalah mengukur efektivitas komunikasi dan kegiatan DPRD Jawa Tengah di media sosial maupun media mainstream sebagai dasar pengembangan strategi komunikasi. 

Pengukuran dilakukan melalui beberapa aspek, seperti memetakan topik percakapan utama yang dibicarakan warganet mengenai DPRD Jawa Tengah, termasuk kanal media sosial yang menjadi ruang utama percakapan.

Kemudian menganalisis sentimen publik terhadap DPRD Jawa Tengah dan entitas lain yang muncul dalam pemantauan, sekaligus mengidentifikasi potensi isu, krisis, maupun informasi penting yang perlu mendapat perhatian.

Juga mengidentifikasi authors dan media yang membicarakan DPRD Jawa Tengah di media sosial dan media mainstream, termasuk melihat kecenderungan sentimen dalam setiap pemberitaan atau percakapan.

Serta mengukur pola eksposur dan persepsi publik sebagai bahan evaluasi efektivitas komunikasi serta penyusunan strategi komunikasi DPRD Jawa Tengah ke depan.

Ringkasan Eksekutif Media Sosial – DPRD Jawa Tengah

Percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah di media sosial tercatat sebanyak 105 post dengan total 4.481 engagement. Eksposur menunjukkan sentimen positif sebesar 100% tanpa ditemukan sentimen negatif, yang mengindikasikan respons publik terhadap aktivitas DPRD Jateng cenderung kondusif, positif, dan minim kontroversi.

Dari sisi platform, TikTok menjadi kanal paling dominan dalam menghasilkan engagement, dengan kontribusi 3.508 engagement atau sekitar 78,3% dari total engagement. Dominasi ini menunjukkan bahwa konten berbasis video memiliki daya tarik dan potensi interaksi publik yang kuat.

Engagement tertinggi berasal dari akun Ulum Karto Diwiryo melalui konten terkait Wayangan Sandekala oleh Bapak Bintang Romadhon, yang memperoleh 1.695 engagement. Selanjutnya, akun JANGKAR JATENG mencatat 145 engagement dan Beritajateng.TV sebanyak 89 engagement.

Secara keseluruhan, performa media sosial DPRD Jawa Tengah berada dalam kondisi sangat positif, dengan TikTok menjadi kanal utama penggerak interaksi. Tingginya engagement pada konten budaya dan kegiatan tokoh juga menunjukkan bahwa konten yang memiliki unsur budaya, figur, dan visual kuat berpotensi menjadi pengungkit engagement publik.

Peta Percakapan Media Sosial – DPRD Jawa Tengah

Distribusi percakapan media sosial DPRD Jawa Tengah menunjukkan TikTok sebagai kanal paling dominan, dengan porsi unggahan sebesar 30,19%, disusul Instagram 27,62%, Facebook 22,86%, X/Twitter 13,33%, dan YouTube 6,67%. Komposisi ini menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi paling banyak terkonsentrasi pada platform berbasis visual dan video.

Dari sisi engagement, TikTok menjadi kanal utama dengan kontribusi 78,06%, jauh di atas Instagram sebesar 20,51%. Sementara Facebook, YouTube, dan X/Twitter memberikan kontribusi engagement yang relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa TikTok memiliki daya interaksi audiens paling kuat dan menjadi kanal strategis untuk meningkatkan jangkauan serta keterlibatan publik.

Dari aspek sentimen, 100% percakapan berada pada kategori positif, tanpa ditemukan sentimen netral maupun negatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan sangat kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi DPRD untuk mempertahankan pola komunikasi yang mampu menghasilkan respons positif.

Kesimpulan: TikTok menjadi kanal paling efektif, bukan hanya dari jumlah unggahan tetapi terutama dari kemampuan menghasilkan engagement. Strategi komunikasi ke depan dapat lebih mengoptimalkan konten video yang informatif, visual, dan relevan dengan isu publik, dengan tetap memanfaatkan Instagram sebagai kanal pendukung utama.

Tren Percakapan Mingguan – DPRD Jawa Tengah

Aktivitas percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah menunjukkan lonjakan signifikan menjelang akhir periode pemantauan. Volume post tertinggi tercatat pada 14 Agustus dengan 32 post dan 1.125 engagement, menunjukkan peningkatan aktivitas publik terhadap agenda DPRD.

Sementara itu, engagement tertinggi terjadi pada 15 Agustus, mencapai 1.828 engagement dari 15 post. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya interaksi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah unggahan. Meskipun volume post lebih rendah, konten pada 15 Agustus memiliki daya tarik dan kemampuan engagement yang jauh lebih besar.

Pada 16 Agustus, aktivitas percakapan kembali menurun menjadi 5 post dengan 176 engagement. Secara keseluruhan, tren mingguan memperlihatkan puncak eksposur pada 14–15 Agustus, yang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya perhatian publik terhadap agenda HUT RI dan kegiatan budaya.

Kesimpulan 

Momentum akhir periode menjadi penggerak utama percakapan media sosial DPRD Jawa Tengah. Tingginya engagement pada 15 Agustus menunjukkan bahwa pemilihan isu dan daya tarik konten lebih menentukan interaksi publik dibandingkan sekadar meningkatkan frekuensi unggahan.

Topik Utama dan Narasi Publik – DPRD Jawa Tengah

Topik “Rapat Paripurna HUT RI dan Pidato Kenegaraan” menjadi isu dengan volume percakapan tertinggi, mencapai 13 post dan didominasi sentimen positif. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap DPRD Jawa Tengah banyak dipengaruhi oleh agenda kenegaraan dan kegiatan kelembagaan.

Dari sisi engagement, “Pelestarian Wayang Kulit dan Dukungan Budaya” menjadi topik dengan respons tertinggi, mencapai 1.683 engagement dari satu post. Angka tersebut jauh melampaui “Kegiatan HUT RI dan Dukungan Wakil Rakyat” dengan 611 engagement serta “Rapat Paripurna HUT RI dan Pidato Kenegaraan” dengan 485 engagement. Temuan ini menunjukkan bahwa konten budaya memiliki potensi engagement yang sangat kuat, meskipun volumenya relatif kecil.

Secara umum, narasi publik berada dalam kondisi sangat positif, terutama pada isu rapat paripurna, HUT RI, PAW anggota DPRD, pemekaran wilayah, dan kegiatan budaya. Pola tersebut menunjukkan eksposur DPRD Jawa Tengah relatif kondusif dan lebih banyak dikaitkan dengan agenda kelembagaan, kebangsaan, pembangunan wilayah, serta apresiasi terhadap budaya lokal.

Kesimpulan

Strategi komunikasi dapat lebih mengoptimalkan konten budaya dan momentum nasional sebagai pengungkit engagement, sekaligus mempertahankan konten kelembagaan sebagai sumber utama volume percakapan.

Pemantauan Ketua DPRD Jawa Tengah

Pemantauan terhadap Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, mencatat 4 post dengan total 100 engagement selama periode 10–16 Agustus 2026. Meskipun volume percakapan relatif terbatas, seluruh percakapan menunjukkan sentimen positif 100%, yang mencerminkan respons publik yang kondusif terhadap Ketua DPRD Jawa Tengah.

Topik “Sumanto: Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat” menjadi isu dengan engagement tertinggi, yakni 91 engagement, atau sekitar 91% dari total engagement. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan percakapan terkait rapat paripurna dan pelantikan anggota baru.

Temuan ini menunjukkan bahwa pesan yang berkaitan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat memiliki daya tarik engagement lebih kuat dibandingkan aktivitas kelembagaan. Narasi tentang kemerdekaan yang dikaitkan dengan manfaat nyata bagi rakyat juga berpotensi memperkuat citra Sumanto sebagai figur yang dekat dengan aspirasi masyarakat.

Kesimpulan

Eksposur Ketua DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan berada dalam kondisi positif dan kondusif. Ke depan, narasi yang menghubungkan agenda DPRD dengan manfaat konkret bagi masyarakat dapat terus diperkuat karena terbukti menjadi penggerak utama interaksi publik.

Pemantauan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah

Percakapan terkait Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan mencatat 29 post dengan total 1.169 engagement. Seluruh percakapan berada pada sentimen positif, menunjukkan eksposur yang sangat kondusif terhadap para pimpinan DPRD Jateng.

Dari sisi engagement, Setya Arinugroho menjadi figur dengan performa tertinggi, mencatat 10 post dan 778 engagement. Topik “Setya Arinugroho Hadiri Mancing Bersama Warga” menjadi penggerak utama interaksi, yang menunjukkan kuatnya respons publik terhadap aktivitas yang bersifat langsung dan dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, Sarif Abdillah mencatat volume pemberitaan tertinggi dengan 12 post dan 327 engagement, melalui topik “Sarif Abdillah Sambut Peserta Gowes Menuju Muktamar NU”. 

Heri Pudyatmoko memperoleh 5 post dan 63 engagement dengan isu “Heri Pudyatmoko Dorong Semangat Pengabdian”, sedangkan Mohammad Saleh tercatat 2 post dengan 1 engagement, dengan topik “Mohammad Saleh Dorong Penguatan Kader Golkar”.

Kesimpulan

Eksposur Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah secara keseluruhan berada dalam kondisi positif dan kondusif. Setya Arinugroho menjadi penggerak utama engagement, sementara Sarif Abdillah unggul dari sisi volume percakapan. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat berpotensi menghasilkan engagement lebih tinggi.

Pemantauan Pemprov Jawa Tengah

Pemprov Jawa Tengah mencatat 327 post dengan total 33.730 engagement selama periode pemantauan. Sentimen percakapan didominasi positif sebesar 97,25%, sementara sentimen negatif mencapai 1,53% dan netral 1,22%. Komposisi ini menunjukkan respons publik yang sangat kondusif terhadap aktivitas dan kebijakan Pemprov Jawa Tengah.

Dari sisi volume percakapan, topik “Kursi Roda Adaptif dan Bantuan Sosial” menjadi isu tertinggi dengan 33 post, disusul “Beasiswa Santri dan Pengasuhan Pendidikan” sebanyak 27 post, serta “Pompa Air Tenaga Surya dan Irigasi” sebanyak 22 post. Pola tersebut menunjukkan kuatnya perhatian publik terhadap bantuan sosial, akses pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.

Sementara dari sisi engagement, “Paskibraka Jateng dan Penguatan Kedisiplinan” menjadi topik dengan respons tertinggi, mencapai 13.043 engagement. Selanjutnya, “Akses Pendidikan dan Bantuan Biaya Sekolah” mencatat 5.512 engagement, sedangkan “Stadion Jatidiri dan Akses Olahraga Masyarakat” memperoleh 4.610 engagement.

Kesimpulan

Eksposur Pemprov Jawa Tengah berada dalam kondisi sangat positif dan kondusif. Isu yang berkaitan dengan kedisiplinan, pendidikan, bantuan sosial, dan fasilitas publik menjadi penggerak utama percakapan sekaligus engagement masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa konten yang mengangkat manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia memiliki daya tarik komunikasi yang kuat.

Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait – Pekalongan, Pemalang, Batang

Percakapan mengenai DPRD Kabupaten/Kota di Pekalongan, Pemalang, dan Batang selama periode pemantauan menunjukkan narasi yang relatif positif dan kondusif. Kabupaten Batang menjadi wilayah dengan volume percakapan paling menonjol melalui isu Piala Ketua DPRD Batang, pembinaan atlet renang, dan sport tourism, dengan total 4 post positif. Hal ini menunjukkan kuatnya eksposur DPRD Batang pada agenda olahraga dan pembinaan prestasi daerah.

Dari sisi engagement, Kabupaten Pemalang mencatat respons tertinggi melalui isu kesenian kuda lumping dan kegiatan HUT RI, dengan 161 engagement dari 1 post. Sementara Kota Pekalongan mencatat 113 engagement pada isu pelantikan pejabat Pemkot dan penguatan birokrasi.

Narasi positif juga muncul di ketiga wilayah dengan karakter isu yang berbeda. Batang lebih kuat pada kegiatan olahraga dan prestasi, Kota Pekalongan pada agenda pemerintahan dan penguatan birokrasi, sedangkan Pemalang pada kegiatan budaya serta momentum HUT RI.

Kesimpulan

Eksposur DPRD di tiga wilayah tersebut berada dalam kondisi positif tanpa tekanan isu negatif yang menonjol. Aktivitas olahraga, budaya, pemerintahan, dan momentum peringatan kemerdekaan menjadi penggerak utama percakapan dan engagement publik.

Perbandingan Percakapan DPRD Provinsi Lain — Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten

Jika dibandingkan dengan DPRD Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten, terlihat adanya perbedaan cukup tajam antara volume produksi konten dan daya tarik isu.

DKI Jakarta mencatat volume posting tertinggi, yakni 245 post (29,38%). Tingginya aktivitas tersebut terutama dipengaruhi isu pemeriksaan Bebizie Sri Mulyati oleh KPK, yang menjadi salah satu topik utama percakapan.

Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan 154 post (18,47%), tetapi engagement tertinggi hanya 220. Ini menunjukkan tingginya frekuensi unggahan belum otomatis menghasilkan interaksi publik yang besar. Konten mengenai Lomba Tradisional HUT ke-81 RI DPRD relatif kurang menarik perhatian audiens.

Bali justru menunjukkan pola berbeda. Meski tidak disebut sebagai provinsi dengan volume posting tertinggi, satu konten terpopulernya mampu meraih 22.167 engagement, terkait mediasi anggota Dewan DPRD Bali. Angka tersebut menunjukkan isu tertentu dapat menghasilkan respons publik yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar memperbanyak jumlah unggahan.

Implikasi untuk DPRD Jawa Tengah: strategi media sosial sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kuantitas posting, tetapi juga pada pemilihan isu yang memiliki daya tarik dan relevansi tinggi bagi publik. Pengalaman Bali menunjukkan satu isu yang kuat dapat menghasilkan engagement berlipat, sementara Jawa Timur memperlihatkan bahwa volume konten yang tinggi belum tentu efektif jika topiknya kurang menarik.

Ringkasan Strategis Media Sosial 

Kesimpulan Keseluruhan

Percakapan media sosial terkait DPRD Jawa Tengah selama periode 10–16 Agustus 2026 mencatat 105 post dengan total 4.481 engagement. Seluruh percakapan berada pada sentimen positif (100%), menunjukkan persepsi publik yang sangat kondusif terhadap aktivitas DPRD Jawa Tengah.

TikTok menjadi kanal utama penghasil engagement dengan kontribusi 78,06%, disusul Instagram sebesar 20,46%. Dominasi kedua platform menunjukkan kuatnya preferensi audiens terhadap konten visual, interaktif, budaya, dan kegiatan resmi, yang sekaligus berkontribusi terhadap pembentukan citra positif DPRD.

Sorotan Strategis

15 Agustus menjadi puncak engagement, dengan 15 post dan 1.828 engagement. Momentum tersebut terutama didorong konten Wayangan Sandekala oleh Bapak Bintang Romadhon, yang hanya melalui satu post mampu menghasilkan sekitar 1.694 engagement. Hal ini memperlihatkan bahwa konten budaya memiliki potensi engagement yang sangat tinggi.

Setya Arinugroho, menjadi figur pimpinan DPRD dengan eksposur engagement tertinggi, yakni 10 post dan 778 engagement, seluruhnya positif. Topik “Setya Arinugroho Hadiri Mancing Bersama Warga” menjadi salah satu penggerak utama dengan 259 engagement, menunjukkan daya tarik konten yang menampilkan interaksi langsung dengan masyarakat.

Sarif Abdillah juga memiliki eksposur yang cukup kuat dengan 12 post dan 327 engagement. Topik “Sarif Abdillah Sambut Peserta Gowes Menuju Muktamar NU” menjadi narasi utama yang memperkuat eksposur positif melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan komunitas.

Isu yang Perlu Dipantau

DPRD Pemalang, DPRD Batang, dan DPRD Kota Pekalongan belum menunjukkan isu negatif yang menonjol. Namun, engagement masih banyak didorong oleh kegiatan seremonial, sehingga perlu diimbangi dengan konten yang mengangkat fungsi legislasi, pengawasan, anggaran, serta dampak kebijakan bagi masyarakat.

DPRD Pemalang dan DPRD Batang masih mencatat engagement rendah pada kanal X/Twitter dan Facebook. Optimalisasi format, distribusi, serta karakter konten pada kedua platform perlu diperkuat agar jangkauan komunikasi lebih merata.

DPRD Kota Pekalongan memiliki tingkat eksposur relatif paling rendah. Kondisi ini perlu direspons dengan meningkatkan frekuensi, konsistensi, dan variasi konten, khususnya narasi yang menonjolkan kinerja dan fungsi substantif kelembagaan DPRD.

Lampiran

Percakapan DPRD Jawa Tengah – Isu Utama

ISU 01 – Pemprov Jawa Tengah Tegaskan Pembangunan Berorientasi pada Kesejahteraan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat paripurna DPRD Jawa Tengah dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI. Isu ini memperkuat narasi sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

ISU 02 – DPRD Jawa Tengah Bahas Proses Pemekaran Banyumas

DPRD Jawa Tengah terus memproses usulan pemekaran Banyumas meskipun moratorium pembentukan daerah otonom baru masih berlaku. Administrasi dan persyaratan terus dilengkapi agar siap ketika kebijakan moratorium dicabut. Tahapan selanjutnya membutuhkan persetujuan bersama antara Gubernur dan DPRD Jawa Tengah melalui rapat paripurna.

ISU 03 – Komisi A DPRD Jawa Tengah Pantau Persiapan Pilkades Serentak 2026

Komisi A DPRD Jawa Tengah melakukan monitoring persiapan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Wonogiri. Pemantauan meliputi kesiapan panitia, administrasi pemilih, logistik, dan pengamanan. DPRD juga mencermati sejumlah tantangan, antara lain persyaratan calon serta keterbatasan anggaran pelaksanaan Pilkades.

ISU 04 – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Dorong Peran Pramuka dalam Kemandirian Bangsa

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong Gerakan Pramuka memperkuat nilai Trisatya dan Dasa Darma sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa. Dalam peringatan Hari Pramuka ke-65, ia menekankan peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

ISU 05 – DPRD Jawa Tengah Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-81 RI

DPRD Jawa Tengah menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda tersebut diisi dengan penyampaian pidato kenegaraan Presiden RI yang memaparkan berbagai capaian ekonomi nasional di tengah dinamika global. Kegiatan ini memperkuat eksposur DPRD dalam agenda kenegaraan dan kelembagaan.

ISU 06 – Pemprov Jawa Tengah Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadiri rapat paripurna DPRD Jawa Tengah untuk mengikuti pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto. Kehadiran jajaran Pemprov Jawa Tengah menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan nasional.

Info Lainnya