PANTAU KOPYOR. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat berada di Balai Kebun Benih Wonorejo Kabupaten Batang, Senin (7/7/2025). (foto setyo herlambang)
BATANG – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menargetkan beberapa sektor di Jateng terus digenjot. Salah satunya seperti dilakukan Balai Kebun Benih Wonorejo Kabupaten Batang milik Dinas Pertanian & Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng.
Balai Kebun itu memiliki lahan seluas 157,2 hektar dimana sebagian besar lahan digunakan PT Coconesia dengan luas 40 hektar dan PT SAS dengan luas 50 hektar yang difokuskan pada produksi kelapa muda dan kelapa jenis kopyor. Sebagai informasi, kelapa kopyor satu butirnya dihargai sekitar Rp 50.000.
Saat Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi dan berdiskusi dengan pengelola Kebun Benih itu, Senin (7/7/2025), Ketua Komisi C Bambang Haryanto berharap agar pengelolaan kebun bisa dijalankan secara maksimal. Hal itu mengingat area luas yang bisa mendorong pendapatan tinggi.

“Pengelolaan kebun benih seperti ini diharapkan bisa dimaksimalkan juga ditingkatkan, mengingat cakupan area cukup luas dan bisa mendorong pendapatan daerah cukup tinggi,” katanya.
Menanggapinya, Kepala Distanbun Provinsi Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengaku akan terus berupaya mendorong peningkatan pendapatan lewat sewa lahan. Hal itu juga dengan dibarengi peningkatan hasil produksinya.
“Hasil produksi unggulan adalah kelapa muda dan kelapa varietas jenis kopyor yang punya nilai jual cukup tinggi. Juga disisi lain, ada produksi panen tebu juga coklat. Tentunya, kami akan terus berupaya meningkatkan hasil produksi,” harap Defransisco.
Data Distanbun menyebutkan, realisasi PAD pada 2024 sebesar Rp 10,11 miliar dari target Rp 16,55 miliar. Pada 2025, target PAD sebesar Rp 13 miliar dan hingga Mei 2025 telah tercapai Rp 2,99 miliar atau 23,06% dari target. (iyok/ariel)









