BERSAMA OPD. Komisi E DPRD Provinsi Jateng rapat bersama OPD mitra kerja di ruang rapat komisi, Lantai 3 Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (3/1/2025). (foto teguh prasetyo)
GEDUNG BERLIAN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng melakukan rapat kerja dengan berbagai dinas mitra kerja, Rabu (2/1/2025). Ada beberapa Dinas yang hadir dalam pembahasan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi E itu.
Diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, dan RSUD milik pemprov. Pada kesempatan itu, Ketua Komisi E dokter Messy Widiastuti menyampaikan rapat kerja dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pada 2024 dan membahas rencana kerja 2025.

“Mulai dari Dinas Kesehatan fokusnya masih sama seperti yang kurang pada tahun lalu seperti stunting, BPJS, pengentasan kemiskinan, penurunan angka kematian ibu melahirkan, kematian bayi dan daerah-daerah tertinggal,” ungkapnya dalam wawancara usai rapat kerja.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, mengenai pembahasan dengan rumah sakit, data yang disampaikan masih kurang komplit sehingga pihaknya meminta untuk dilengkapi. Ia berharap ke depan saat pemaparan bisa disinkronkan sehingga format laporan semua rumah sakit sama. Juga, menyangkut semua permasalahan yang ada di rumah sakit, mulai dari kinerja hingga fasilitas yang dimiliki.
“Ada beberapa rumah sakit yang membeli peralatan cukup mahal. Itu kita maunya harus ada perincian lebih detil sisi kebermanfaatannya dan skema balik modalnya sehingga kita tahu yang kita beli itu manfaatnya sekian persen untuk melayani masyarakat. Tapi, tetap perlu kita tahu bagaimana perhitungannya, kapan kembalinya, kapan rusak dan sebagainya,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk Dinas Pendidikan juga telah dibahas berbagai hal mengenai permasalahan guru, PPDB, PPPK, dan lain sebagainya. Dikarenakan merupakan dinas dengan anggaran terbesar di Provinsi Jateng, ia berharap penggunaan anggaran bisa lebih efektif dan efisien.
“Harapan kita semuam dinas-dinas ini lebih terbuka dan lebih fokus pada program yang dimiliki sehingga pengentasan kemiskinan itu bisa tercapai,” tandasnya. (teguh/ariel)








