SOAL KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat berdiskusi dengan jajaran manajemen Bank Jateng Cabang Yogyakarta, Kamis (20/6/2024), soal kinerja keuangan. (foto azam hanif)
YOGYAKARTA – Dalam kegiatan monitoring kinerja BUMD keuangan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Bank Jateng Cabang Yogyakarta, Kamis (20/6/2024). Saat berdiskusi, Pemimpin Bank Jateng Cabang Yogyakarta Dwi Andy Setiawan mengakui saat kinerja keuangan sudah cukup baik.
“Kinerja menunjukkan peningkatan yang cukup baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” katanya.
Data Bank Jateng Cabang Yogyakarta menyebutkan, Total Aset pada Mei 2023 sebesar Rp 314,56 miliar sedangkan pada Mei 2024 tercapai Rp 366,33 miliar. Dana Pihak Ketiga pada Mei 2023 tercatat 118,21 miliar dan pada Mei 2024 sebesar Rp 120,59 miliar.

Untuk total penyaluran kredit, tercatat pada Mei 2023 sebesar Rp 318,76 miliar. Angka itu naik pada Mei 2024 tercapai Rp 365,78 miliar. Sementara Laba Usaha pada Mei 2023 sebesar Rp 422 juta dan Rp 3,19 miliar pada Mei 2024.
Untuk rasio non-performing loans (NPL/ kredit macet), tercatat pada Mei 2023 sebesar 5,26%. Angka itu menurun pada Mei 2024 sebesar 4,22%.
“Penanganan kredit bermasalah di Kantor Cabang Jogja sampai dengan Mei 2024 membaik dibandingkan posisi Desember 2023 (4,57%),” ujarnya.

Menanggapinya, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto berharap, dengan menempati kantor baru, kinerja Bank Jateng Cabang Yogyakarta semakin meningkat sekaligus mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Karena, selam ini kinerjanya sudah menunjukkan pertumbuhan positif.
“Kami hanya berharap kinerjanya dapat semakin menunjukkan eksistensi di dunia perbankan, mampu memberikan deviden, dan layanan kepada masyarakat semakin bagus juga,” harap Bambang.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Agung Budi Margono memberi saran agar memperluas layanan masyarakat Jateng. Dicontohkannya, Bank Jateng Cabang Yogyakarta dapat memberikan diskon khusus bagi masyarakat Jateng yang bertransaksi wisata atau pendidikan di wilayah Provinsi DI. Yogyakarta.
“Dengan cara seperti itu, maka ‘uangnya’ orang-orang Jateng tetap masuk ke banknya orang Jateng pula sehingga dapat semakin memperkuat layanan kepada masyarakat Jateng,” harap Agung. (danik/ariel)









